Polsek Pujut Dan Tim Jihandak Brimob Evakuasi Penemuan Granat Di Pujut

Rahmat Hidayat

- Tim Kreatif

Senin, 8 Januari 2024 - 00:49 WIB

5050 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lombok Tengah (NTB) | Polsek Pujut dan Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) dari Satuan Brigade Mobil (Satbrimob) Polda NTB evakuasi diduga Granat Anti Tangan Personil (Geranat Nanas) di Dusun Gilik Desa Kawo Kecamatan Pujut, Sabtu (6/1) sore.

Kapolres Lombok Tengah AKBP Iwan Hidayat, SIK melalui Kapolsek Pujut IPTU Samsul Bahri mengatakan setelah mendapatkan informasi tersebut pihaknya langsung menuju ke tkp, selanjutnya melakukan kordinasi dengan menghubungi Kasubden Gegana untuk meminta bantuan Tim Jihandak Satuan Brimob Polda NTB.

“Untuk sementara TKP kita amankan dulu dengan memasang garis polisi sambil menunggu kedatangan tim Jihandak Gegana Sat Brimobda NTB untuk melakukan penanganan,” terang Samsul.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

IPTU Samsul Bahri menerangkan kronologis penemuan granat nanas terjadi sekitar pukul 16.00 wita menurut pengakuan saudara H.hajar warga dusun gilik desa kawo saat pulang mancing bersama satu orang rekannya menemukan satu buah benda yg diduga granat tangan anti personil ( granat nanas ).

Lanjut Samsul, kemudian warga tersebut berinisiatip membawa bahan peledak tersebut menggunakan ember dan di antar ke rumah bhabinkamtibmas desa lelong an. BRIPKA SULHARDI yg kebetulan tetangga dari an. H. HAJAR di dusun gilik desa kawo.

“Sekitar pukul 16.30 wita saudara BRIPKA SULHARDI yang mengetahui salah seorang warga membawa granat yang di temukannya langsung menghubungi kami dan saya langsung memerintahkan anggota piket untuk mengecek tkp penemuan diduga sebagai bahan peledak tersebut,” jelas Samsul.

Tim Jihandak Sat Brimobda NTB tiba sekitar pukul 18.40 wita tiba di tkp selanjutnya melakukan identifikasi, dan sekitar pukul 18.46 wita tim jihandak berhasil mengamankan dan mengevakuasi senjata peledak jenis granat tersebut untuk diamankan di Polsek Pujut.

“Alhamdulillah granat nanas sudah dievakuasi oleh Tim Jihandak dan hasil koordinasi untuk sementara granat tersebut kita amankan di polsek Pujut,” jelas Samsul.

Dari hasil identifikasi dari Tim Jihandak dinyatakan granat tersebut masih dalam kondisi aktif sehingga akan dilakukan pendisposalan di mako polsek pujut pada hari minggu 7 januari 2024 sekitar pukul 09.00 wita.

Sumber Kabidhumas Polda NTB
Diedit oleh Rahmat Hidayat

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kapolsek Sumbawa Pimpin Pengawalan dan Pengamanan Pergeseran Logistik Pemilu 2024
Pastikan Kondisi Anggota Prima, Si Dokkes Polres Sumbawa Rutin Berikan Layanan Kesehatan
Bantu Siswa Menyebrang Ke sekolah Kapolsek Pemenang Keselamatan menjadi Prioritas Utama
Diduga Main Mata DPRD Kabupaten Batubara, Komisi 3 Sudah Tiga Kali Batalkan RDP
Pasca Pemilu2024 Puluhan Polisi Jaga Ketat Gudang Logiatik PPK di Lombok Utara
Anggota Dawan Batubara Saling Lempar Alasan atas Batalnya RDP Kasus PPPK
Polres Loteng Ungkap Pelaku Kasus Penemuan Mayat Perempuan di Pujut
Tim Puma Polres Sumbawa Barat Berhasil Ungkap Kasus Tindak Pidana, 5 Terduga Diamankan di Pulau Lombok 

Berita Terkait

Minggu, 4 Februari 2024 - 21:34 WIB

PW IPA Sumut Kapolda Harus Segera Tetapkan Tersangka dugaan Suap PPPK di Lingkungan Pemkab Batubara

Rabu, 3 Januari 2024 - 02:20 WIB

Awal Tahun 2024, DPP KAMPUD Laporkan Dugaan Korupsi Dinas Pendidikan Pesawaran Ke KEJARI Setempat

Minggu, 31 Desember 2023 - 03:51 WIB

Aspirasi Proyek Anggaran Murni 2023 Rp. 200 Juta Tidak Dikerjakan, Kemana Uang Itu ???

Sabtu, 18 November 2023 - 15:24 WIB

Presiden LIRA Minta Kejati Aceh Dalami Soal Bantuan Sapi Dari Kementan 1.000 Ekor Di Aceh

Minggu, 17 September 2023 - 02:56 WIB

Arifin Ketum LSM PENJARA 1: Miris Kasus Korupsi Pembangunan Tol MBZ Capai Rp1,5 T

Kamis, 14 September 2023 - 05:23 WIB

Kasus Pencucian Uang Rp349 Triliun, Delapan ASN Dipecat

Kamis, 14 September 2023 - 05:20 WIB

Terkait Suap dan Gratifikasi, Lukas Enembe Dituntut 10,5 Tahun Penjara

Rabu, 6 September 2023 - 22:44 WIB

Naik Penyelidikan, DPP KAMPUD Dukung Kejati Usut Tuntas Dugaan Korupsi Dana Hibah DPPPA Lampung Tenggah

Berita Terbaru