Agus Flores, Pimpinan Tinggi Memegang Tongkat Komando Organisani Bukan Anggota

Sahbuddin Padank

- Tim Kreatif

Minggu, 9 Juni 2024 - 12:49 WIB

50826 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, –baranewsaceh.co. Ketua Umum Persatuan Wartawan Fast Respon Nusantara (PW_FRN) Berita Counter Polri, R. Mas Mh Agus Rugiarto,SH, yang akrab di sapa Agus Flores saat bersantai bersama anggotanya di Kantornya, di Jalan Kalibata Tengah III No.13 RT.002 RW.006 Kelurahan Kalibata Kecamatan Pancoran Jakarta Selatan. Minggu, (9/6/24).

Agus Flores mengatakan bahwa sistem komando disimbolkan dengan tongkat Bung Karno Presiden Republik Indonesia (RI) pertama. Pasalnya, Tongkat komando adalah alat yang digunakan sebagai simbol jabatan kewilayahan dan kesatuan di lingkungan Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan Kejaksaan Republik Indonesia.

“Tongkat Komando menegaskan bahwa PW_FRN dilahirkan tiada lain kecuali untuk mengomando,” kata Agus Flores kepada seluruh anggotanya, sambil menikmati kopi

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Agus Flores menjelaskan, sampai sekarang pun tongkat menjadi simbol komando para panglima. Sebagai panglima tertinggi, misalnya, presiden juga memegang tongkat komando.

Dengan demikian, harap Ketua Umum PW_FRN, berdirinya FRN bukan sekadar memperbanyak jumlah organisasi yang ada di masyarakat. Di samping untuk menjaga nama baik Polri dan meluruskan nilai-nilai ahlussunnah wal jamaah, Agus Flores juga diharapkan menjadi ‘sesakti’ tongkat Bung Karno yang bisa mempersatukan bangsa-bangsa lainnya.

“Itulah harapan dari para pendiri PW_FRN yang juga sudah dibuktikan oleh generasi terdahulu,” ujar

Dengan itu, maka yang diharapkan oleh para pendiri FRN adalah organisasi kemasyarakatan terbesar ini memiliki sistem komando yang disebut grand control. Artinya, sistem dan gerakan FRN harus bisa melahirkan garis komando secara organisatoris dari DPP – DPW sampai kepengurusan di tingkat DPC

Sehingga, FRN akan menjadi organisasi kemasyarakatan dan sosial yang bergerak secara sistemik, proaktif, dan responsif, serta terus-menerus menebarkan kasih sayang (rahmatan lil alamin) dan menyiarkan krbenaran. Juga mampu menjaga bangsa dan negara serta bersaing di segala bidang dengan organisasi-organisasi lainnya.

“Kita wajib menjaga dan mengamalkan nilai-nilai ahlussunnah wal jama’ah. Juga mengembangkan nilai-nilai kebangsaan dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” imbuhnya.

Agus Flores melanjutkan, ini merupakan kewajiban setiap anggota yang tercantum dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) FRN. Pada tingkat pengurus, wajib memberikan arahan dan kontrol kepada anggota. Hal itu berlaku dalam situasi normal. Dalam situasi seperti sekarang, saat banyak kelompok ingin menjatuhkan FRN, maka seluruh anggota FRN harus berperan seperti tongkat Bung Karno

“Kalaulah ada anggota PW_FRN menjadi ‘ular-ular’ seperti dalam ayat tersebut (Surat Thaha ayat 17-23), tujuannya hanya untuk, membasmi kezaliman, kemaksiatan dan kemungkaran,” kata Agus Flores.

Berikutnya, Agus Flores mengatakan, FRN boleh menempati jabatan-jabatan strategis di publik. Seperti menjadi anggota legislatif, bupati, gubernur, atau mengisi jabatan publik apapun yang mampu menjadi kekuatan (ashabul qarar sekaligus ashabul haq). Tapi dengan catatan, ini sebatas untuk mengajak kebaikan, meratakan kesejahteraan dan keadilan, bukan sebagai tujuan.

Artinya, ketika sudah dianggap cukup dan diminta Agus Flores untuk kembali lebih aktif dan loyal di FRN, lanjut Agus Flores, seluruh anggota tersebut harus patuh dan tunduk, sebagaimana Bung Karno mengangkat tongkatnya, untuk menundukkan Dunia.

“Itulah sistem komando. Dan sikap pusaka kebanggaan FRN adalah sami’na wa atha’na (kami tunduk dan patuh), sehingga supremasi Syuriyah mutlak,” tegas Agus Flores

Selanjutnya, Agus Flores mengatakan, jika ada problem (musykilat) dalam tubuh FRN, seperti perbedaan persepsi dalam menjalankan perkhidmatan dan mengalami deadlock maka kaidahnya adalah ‘fain tanazaitum fi syai’in fa rudduhu ila AD/ART Fast Respon Nusantara’ (jika terjadi konflik atas sesuatu, maka solusinya adalah kembali kepada AD/ART FRN).

“Maka, FRN hadir sebagai Garda Terdepan Bangsa dan Negara dan selalu menjaga marwah nama baik Polri,” pungkasnya.

Redaksi Syahbudin Padang

Berita Terkait

Ngopi hingga Bernyanyi Bersama, Kebersamaan Kapolda Aceh dan Tokoh Subulussalam Jadi Sorotan Publik
Polemik PT Ensem Lestari Kian Panas, Dugaan Operasional Ilegal Jadi Sorotan Tajam Masyarakat
Sosok Sukri Jadi Perbincangan, SMAN 1 Simpang Kiri Terus Ukir Prestasi hingga Nasional
Luar Biasa! Di Bawah Kepemimpinan Sukri, SMAN 1 Simpang Kiri Terus Panen Prestasi Hingga Tingkat Nasional
Tak Terbendung! 56 Siswa SMAN 1 Simpang Kiri Sukses Masuk PTN, Bukti Mutu Pendidikan Unggul
Fantastis! Dari Daerah ke Nasional, 36 Siswa SMAN Unggul Subulussalam Tembus Kampus Elite
Luruskan Isu yang Beredar, SMAN Unggul Subulussalam Tegaskan Tak Ada Pelanggaran
Tak Sekadar Tugas, AKP Irwinsyah Datangi Rumah ke Rumah Bawa Bantuan Idul Fitri

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 00:59 WIB

Ngopi hingga Bernyanyi Bersama, Kebersamaan Kapolda Aceh dan Tokoh Subulussalam Jadi Sorotan Publik

Kamis, 14 Mei 2026 - 00:10 WIB

Polemik PT Ensem Lestari Kian Panas, Dugaan Operasional Ilegal Jadi Sorotan Tajam Masyarakat

Senin, 11 Mei 2026 - 00:39 WIB

Sosok Sukri Jadi Perbincangan, SMAN 1 Simpang Kiri Terus Ukir Prestasi hingga Nasional

Rabu, 6 Mei 2026 - 11:32 WIB

Luar Biasa! Di Bawah Kepemimpinan Sukri, SMAN 1 Simpang Kiri Terus Panen Prestasi Hingga Tingkat Nasional

Rabu, 1 April 2026 - 18:32 WIB

Tak Terbendung! 56 Siswa SMAN 1 Simpang Kiri Sukses Masuk PTN, Bukti Mutu Pendidikan Unggul

Rabu, 1 April 2026 - 08:14 WIB

Luruskan Isu yang Beredar, SMAN Unggul Subulussalam Tegaskan Tak Ada Pelanggaran

Selasa, 17 Maret 2026 - 14:18 WIB

Tak Sekadar Tugas, AKP Irwinsyah Datangi Rumah ke Rumah Bawa Bantuan Idul Fitri

Senin, 23 Februari 2026 - 00:03 WIB

Mulyadi Sagala Soroti KNPI: Organisasi Besar Jangan Hanya Jadi Simbol Seremonial

Berita Terbaru