oleh

Yohanes Viktordi Warga Compang Longgo Dibuat Resah Oleh Media POSTNTT.COM

Yohanes Viktordi warga Desa Compang Longgo, Kecamatan Komodo, Senin (10/5). Foto Rikardus Nompa.

LABUAN BAJO- Tanpa di konfirmasi oleh media postntt.com Yohanes Viktordi diberitakan sebagai narasumber kedua.
Dari berita yang sudah dibuat media online tersebut dengan judul “Debit Air Berkurang, Ratusan Ha Sawah Desa Compang Longgo Terancam Gagal”, tanggal 10 Mei 2020, Yohanes Viktordi tidak terima sudah ditulis karena tak sesuai fakta dan tanpa konfirmasi.

Diketahui narasumber sebelumnya tercantum atas nama “Yohanes Sutarmin”.

Dalam keterangan (revisi, red) Yohanes Viktordi yang dikutip melalui media postntt.com pada hari Jumat, 6/5/2021 sebagai berikut “Kekurangan air ini juga disebabkan karena adanya aktivitas galian C yang menganggu jalan alirnya air,” ucap Yohanes Viktordi, salah satu warga Compang Longgo saat ditemui media di lokasi bendungan, Jumat (6/5/2021).

Dijelaskan Yohanes, karena adanya aktivitas galian C maka pelebaran sungai makin tidak teratur.

“Pelebaran sungai makin tidak teratur karena disebabkan oleh alat berat yang sedang melakukan aktivitas galian C. Tentu itu juga membuat aliran air terganggu dan makin berkurang,” katanya.

Lanjut dia, dengan adanya aktivitas galian C, air yang semula mengalir melalui bendungan kini mengalir melalui jalur galian yang dilakukan oleh penambangan galian C.

Ia berharap agar air kembali dialiri melalui bendungan.

“Kami tidak persoalkan terhadap galian C ini, kami hanya minta pemerintah untuk memperhatikan kepentingan kami. Airnya harus kembali dialiri melalui bendungan,” jelasnya.

Menanggapi pemberitaan dimedia postntt.com, Yohanes Viktordi angkat bicara.

Tidak ada sesi wawancara, ada pun isi berita mengatas nama saya pribadi itu tidak benar, jelas Yohanes Viktordi, kepada Baranewsaceh.com di Lingkungan Dusun Tondong Galang, Senin (10/5) malam.

Kehadiran mereka pun tidak ketahui identitas jelas, Karna mereka besama Jhony Royke Maspekeh.

“Kehadiran Jhony dan kawan-kawan saat itu, bagi saya tidak diketahui motifnya. Apakah mereka anak buahnya Jhony atau apa, saya juga tidak tau”, ungkap Yohanes.

Adapun percakapan diseputar bendungan Wae Cebong, itu hanya percakapan biasa terkait dengan situasi terjadi. Sekali lagi saya tegaskan tidak ada wawancara, situasi itupun disaksikan oleh warga yang lain, akunya.

Adapun tudingan mengatas namakan saya (Yahanes Viktordi, red) sebagai salah satu narasumber itu tidak bisa benarkan. Saya sangat tidak nyaman terkait pemberitaan media postntt.com itu, tegas Yohanes.

Diberitakan sebelumnya, Terkait narasumber pemberitaan yang diterbitkan oleh media postntt.com dengan judul “Debit Air Berkurang, Ratusan Ha Sawah Desa Compang Longgo Terancam Gagal” tanggal 10 Mei 2021 mendapatkan respon dari pihak Pemerintah Desa yaitu Kepala Desa Compang Longgo dan Ketua BPD.

“Apa yang diberitakan media online Postntt.com itu tidak benar, itu berita bohong, kata Ketua BPD Blasius Jaga”, kepada Baranewsaceh.com, Senin (10/5) sore, saat ditemui di lingkungan Dusun Tondong Galang.

Adapun keterangan tertulis dalam portal media Postntt.com tersebut, “Debit air Wae Mese sekarang makin kecil. Hal ini meresahkan para petani yang sedang memasuki musim tanam,” tukas Blasius Jaga, Ketua BPD Desa Compang Longgo.

Saya kaget dengan berita tersebut, sementara di lokasi (bendungan Wae Cebong, red), tidak mintai keterangan sebagai Ketua BPD, ungkapnya.

Adapun obrolan (Jumat pagi, red) itu sifatnya lepas terkait situasi di lokasi galian C, kehadiran rombongan tersebut tidak menunjukkan identitas sebagai wartawan.

“Kalau memang dia wartawan, mana etikanya. Pastikan terlebih dahulu perkenalkan diri di tengah warga yang ada saat itu dilokasi, ini tidak ada. Bagaimana warga mau tau”, tegas Blasius Jaga dengan nada marah.

Adanya pemberitaan tersebut, mengundang amarah Ketua BPD Desa Compang Longgo.

“Berita itu sengaja menjatuhkan saya, saya kecewa dengan etika jurnalistik wartawan yang tulis berita tersebut. Dikira’in kami masyarakat bodah. Apa yang beritakan itu tidak tidak benar,, itu bohong”, tegas Blasius lagi.

Saya berharap media atau wartawan yang sudah memberitakan situasi ini (Jumat, red) klarifikasi kembali atas isi pernyataan yang sudah termuat. Pemberitaan tersebut merusak jati diri saya sebagai masyarakat dan ketua BPD. Narasumber tambahan dalam berita tersebut, itu buka warga Desa Compang Longgo, pungkasnya.

Konfirmasi terpisah, Kades Compang Longgo, Fabianus Sugianto Odos, mengaku lucu dengan pemberitaan yang dimuat media online Postntt.com.

“Dia Kole Gaya Redaksi ne berita dise Soo”, tulisnya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.

Adapun narasumber atas nama Yohanes Sutarmin yang tercantum dalam berita tersebut bukan warganya.

“Toe ma ngasan htu cee Compang Longgo da ite, kembali ia tulis.

Konfirmasi sebelumnya, Minggu (9/5) sore, Kades Compang Longgo mangakui ada wartawan bersama pemilik usaha bersama warga di lokasi galian C. Informasi itu beredar luas di masyarakat.

“Informasinya, Jhony Royke Maspekeh didampingi tiga orang. Satu wartawan yang mereka (warga dilokasi galian C) sangat kenal. Untuk sementara kita belum kantongi nama-nama wartawan yang hadir. (RN)

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed