oleh

Tolak Tambang Galian C, Masyarakat Desa Compang Longgo Surati Gubernur Viktor

 

Foto Ist

LABUAN BAJO- Sebanyak 90 orang atas nama masyarakat yang bergabung dalam “Masyarakat Desa Compang Longgo Tolak Tambang Galian C” mendesak Gubernur NTT, Victor Bungtilu Laiskodat mencabut keputusan tentang perpanjangan Ijin Usaha Pertambangan (IUP) Kelompok Handel Berseri di Desa Compang Longgo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur.

Anggota koalisi ini terdiri dari berbagai elemen, baik masyarakat, tokoh adat, tokoh pendidikan, lembaga-lembaga agama, aktivis maupun generasi muda.

Desakan mereka disampaikan dalam surat yang diserakan ke Gubernur Laiskodat pada Kamis, 7 Meri 2021. Tembusan surat itu juga disampaikan kepada Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi NTT, Ketua DPRD Provinsi NTT, Bupati Manggarai Barat, Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Kapolres Manggarai Barat, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Manggarai Barat, Kepala Dinas Pertambangan Kabupaten Manggarai Barat, Kepala Dinas Pertanian dan Perkembunan Kabupaten Manggarai Barat, Camat Komodo dan Pers.

Dalam surat itu, mereka meminta Gubernur Viktor menolak perpanjangan Ijin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi Bantuan Untuk Kelompok Handel Berseri Nomor. 540/42/DPMPTSP/2018 yang diterbitkan pada 30 April 2018 di lahan seluas 7.7 Hektare.

Situasi Aktivitas Galian C milik Kelompok Handel Berseri di Desa Compang Longgo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Flores-NTT. Foto Ist.

Penolakan beragam alasan diantaranya:

1) Kegiatan/aktivitas itu berdampak pada rusaknya sejumlah struktur Bendung yang berakibat pada kurangnya pasokan air yang mengairi ratusan hektar sawah dan lahan pertanian milik warga setempat seluas 582 Ha, 2) Rusaknya Bendungan yang menjadi sumber air lahan pertanian warga, 3) Tergerusnya lahan garapan masyarakat yang ada di sekitar area galian, 4) Dampak lingkungan yang berakibat pada mengeringnya air sepanjang bantaran sungai, 5) Tercemarnya air bersih bagi warga sekitar lokasi tambang yang biasanya dipergunakan untuk kebutuhan rumah tangga setiap hari.

Pernyataan itu termuat dalam berita acara musyawarah tentang galian C di Desa Compang Longgo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai, tertulis hasil musyawarah seluruh elemen masyarakat Desa Compang Longgo atas adanya Aktivitas Galian C yang tepatnya di Area Jembatan, Bronjong Pengaman Saluran Irigasi Sawah Walang, Area Bendung Wae Cebong Desa Compang Longgo Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat yakni TIDAK MENGIJINKAN/MENOLAK.

Diberitakan sebelumnya, Ketua BPD Compang Longgo Kukuh Keras Penambang Galian C “Angkat Kaki”

Situasi mmediasi membahas permasalahan penambangan Galian C Longgo dan upaya penyelamatan fasilitas umum serta lingkungan di Desa Compang Longgo di Aula Kantor Camat Komodo, Selasa (11/5/2021). Foto Rikardus Nompa.

Tambang galian C di Desa Compang Longgo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, menuai polemik panjang. Setelah beroperasi lima tahun, warga meminta pengusaha tambang untuk lekas mengosongkan lokasi dan segera angkat kaki dari desa setempat.

Demikian seruan warga setempat melihat pertimbangan diantaranya, pasokan sumber air bersih terkontaminasi, kurang lebih 582 hektare lahan pertanian yang digarap warga terancam gagal panen, Bendungan Wae Cebong rusak, tergerusnya tanah warga disekitar lahan galian C, petani sayur terancam, daerah aliran sungai (DAS) makin melebar dan menurun, alur air tidak terah, dan debit air berkurang,

Hal itu mencuat dalam mediasi antara Pemdes Compang Longgo, Ketua BPD Compang Longgo dan Pemilik izin Kelompok Handel Berseri di Aula Kantor Camat Komodo, Selasa (11/5/2021) pagi. Mediasi yang dihadiri oleh beberapa instansi terkait itu berlangsung alot.

Mediasi yang dipimpin langsung Camat Komodo, Imran, S.IP membahas permasalahan penambangan Galian C Longgo dan upaya penyelamatan fasilitas umum serta lingkungan di Desa Compang Longgo.

Hadir dalam mediasi tersebut Camat Komodo, Imran, S.IP, Kades Compang Longgo, Fabianus Sugianto Odos, Ketua BPD, Blasius Jaga, Perwakilan Kelompok Handel Berseri, Johan, Pemilik Izin Kelompok Handel Berseri, Jhony Royke Maspekeh, Danramil 1612 Komodo, Kapten Inf.I Nyoman Sukada, Kapolsek Komodo, Ipda Ignatius Andrean S, Babinsa, Anwar
9. Kasat Pol PP Mabar, Stefanus Salut, S.Sos, Kabid PPLH DLHK Mabar, Maria E.Sripurnawati, S.Si, Kabid PPKLH DLHK Mabar, Surwandi, SE, Kasie pada Dinas PRKPP Mabar, Marselinus Rumtosa, ST, Staf pada Dinas PUPR Mabar, Tiara Meyda Andini, ST.

Terpantau, Ketua BPD, Blasius Jaga yang hadir mediasi menyayangkan sikap pengusaha dan pemerintah.

“Terkait dampak aktivitas itu, masyarakat Desa Compang Longgo tidak menemukan penjelasan yang konkrit terkait dampak dari galian terhadap lingkungan”, kata Blasius Jaga.

Menyayangkan sikap dinas terkait atas aktivitas galian C yang tidak ketahui masyarakat setempat.

Situasi Aktivitas Galian C milik Kelompok Handel Berseri di Desa Compang Longgo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Flores-NTT. Foto Ist.

“Tidak ada peninjauan awal dan sosialisasi. Terus Dinas lingkungan Hidup, Dinas Pertambangan terkesan tidak ada nafas pembelaan terhadap lingkungan yang meyakinkan warga. Hanya menjelaskan teknik belaka dan tidak memperhitungkan hak hidup masyarakat setempat. Lebih mementingkan kepentingan pengusaha”, ungkap Blasius Jaga lagi.

Blasius Jaga berkukuh keras menolak aktivitas galian C, mewakili suara masyarakat Desa Compang Longgo, dirinya tak menghendaki diperpanjang izinnya karena merasa terganggu. (RN)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed