oleh

Tangis Duka Pecah di Labuan Bajo, Bocah 7 Tahun Digigit Anjing Hingga Tewas

Tangis warga dan keluarga pecah di rumah duka bocah berinisial MHR (7). Bocah periang itu terbujur kaku tak bernyawa usai digigit anjing milik tetangganya di Kaper Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Rabu (19/10/2022) petang. Foto Rikardus Nompa.

LABUAN BAJO, BARANEWS –Tangis warga dan keluarga pecah di rumah duka bocah berinisial MHR (7). Bocah periang itu terbujur kaku tak bernyawa usai digigit anjing milik tetangganya di Kaper Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Rabu (19/10/2022) petang.

Kronologis Kejadian

Dihimpun Baranewsaceh.com, peristiwa itu bermula MHM (7) tengah asiyk bermain ditemani kawan sebayanya, seekor anjing lalu menggigitnya dibagian leher. Akibatnya leher MHM (7) mengalami luka goresan.

Mengetahui kejadian itu, Farida Jemia (45) ibu korban langsung mencuci bekas gigitan anjing tersebut menggunakan air mengalir dan deterjen. Usai mendapat pertolongan pertama dari sang ibunda, korban dilarikan ke Puskesmas Labuan Bajo guna mendapat penanganan medis lebih lanjut.

Tiba di Puskesmas Labuan Bajo MHM (7) mendapatkan penanganan serius petugas medis. Namun anehnya setelah disuntik buah hati dari pasangan Farida Jemia (45) dan Redemtus Magang (48) itu mengalami bengkak dan mimisan.

Melihat hal itu, pihak keluarga kembali pertanyakan hasil tindak medis tersebut. Petugas medis Puskesmas Labuan Bajo mengungkapkan hal tersebut merupakan reaksi obat hingga disarankan untuk kompres menggunakan es batu setiba dirumah nantinya.

Usai mendapat petunjuk dari petugas medis Puskesmas Labuan Bajo tersebut, keluarga MHM (7) kembali pulang kekediaman yang beralamat di kompleks perumahan belakang kantor PU.

Sesampainya dirumah, korban masih sempat berbicara dengan orang tuanya. Tidak lama dari situ, sekejab tubuh korban merasa pegal, sekujur tubuh mengalami bengkak parah dan suara korban perlahan mulai tenggelam. Melihat hal itu, kembali kedua orang tua nya melarikan MHM (7) ke RSUD Komodo di Marombok.

Tiba di RSUD Komodo sekitar pukul 19.21 Wita, petugas medis mengatakan korban tak bisa ditangani karena sudah meninggal dunia.

“Mohon maaf Bapa/ibu, kondisi anak ini sudah tidak bernyawa dan kami tidak akan melakukan tindakan”, ujar salah satu petugas medis di RSUD Komodo.

Mendapatkan jawaban demikian, kedua orang tua dan keluarga meronta sambil memberitahu bahwa sebelum ke RSUD mereka sudah berobat ke Puskesmas Labuan Bajo.

“Kalau Bapa/ibu tidak terima dengan kondisi ini, silahkan Bapa/ibu melaporkan”, ujar salah satu petugas tanpa menjelaskan lapor kemana yang ia maksud.

Ayah korban dan keluarga saat memberikan keterangan polisi diruangan SPKT Polres Manggarai Barat, Rabu (19/10/2022) malam. Foto Rikardus Nompa.

Pengakuan Keluarga

Paulus Nurung keluarga korban mengatakan pasca disuntik di Puskesmas Labuan Bajo, kondisi korban berubah drastis dan langsung oleng.

“Tadi itu setelah digigit anjing korban jalan normal. Tapi ibu korban panik dan segera membawanya ke Puskesmas dan korban menolaknya. Sebelumnya sudah ada tindakan pertama oleh ibunya yaitu dengan mencuci bekas gigitan menggunakan air keran dan deterjen. Anehnya selang beberapa jam setelah disuntik ditubuh korban mengalami bengkak dan keluar darah dihidung dan tak kunjung henti”, ungkap Paulus saat berbagi cerita sejumlah awak media di halaman Polres Mabar.

Ayah Korban Lapor Polisi

Atas kejadian ini, ayah korban dan pihak keluarga mendatangi Polres Manggarai Barat untuk melaporkan kejadian yang menimpah MHM (7).

Pantauan Baranewsaceh.com, sekitar pukul Pukul 22.31 Wita, ayah korban Redemtus Magang (48) didampingi Bhabinkamtibmas Desa Golo Bilas dan dua orang perwakilan keluarga masuk ke ruangan SPKT Polres Manggarai Barat.

Terpantau, kurang lebih setengah jam proses pemberian keterangan, ayah korban keluar dari ruangan SPKT Polres Mabar dengan wajah sedih. Dan meneruskan beberapa informasi kepada keluarga yang sedang menunggu di halaman Polres Manggarai Barat terkait tindak lanjut dari laporan tersebut.

Malam itu, ayah korban dan keluarga belum bisa melanjutkan laporan polisi karena beberapa hal harus dipertimbangan terkait tindakan seperti Visum dan Autopsi nantinya.

Radar Anjing Ramah dan Penurut

Anjing peliharaan yang diberi nama Radar ini dikenal dengan anjing yang ramah dan penurut bagi pemiliknya maupun di lingkungan sekitar. Radar ini perharinya juga sering bermain dikediaman korban.

Hingga berita ini diterbitkan, beberapa pihak belum berhasil dikonfirmasi. [RN]

Connects once per page in :

Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *