oleh

Sikap Ketua BPD Compang Longgo Terkait Berita Media POSTNTT.COM, Blasius Jaga: Bohong!

Ketua BPD Compang Longgo, Blasius Jaga, Senin (10/5). Foto Rikardus Nompa.

LABUAN BAJO- Terkait narasumber pemberitaan yang diterbitkan oleh media postntt.com dengan judul “Debit Air Berkurang, Ratusan Ha Sawah Desa Compang Longgo Terancam Gagal” tanggal 10 Mei 2021 mendapatkan respon dari pihak Pemerintah Desa yaitu Kepala Desa Compang Longgo dan Ketua BPD.

“Apa yang diberitakan media online Postntt.com itu tidak benar, itu berita bohong, kata Ketua BPD Blasius Jaga”, kepada Baranewsaceh.com, Senin (10/5) sore, saat ditemui dilingkungan Dusun Tondong Galang.

Adapun keterangan tertulis dalam portal media Postntt.com tersebut, “Debit air Wae Mese sekarang makin kecil. Hal ini meresahkan para petani yang sedang memasuki musimtanam,”tukas Blasius Jaga,Ketua BPD Desa Compang Longgo.

Saya kaget dengan berita tersebut, sementara di lokasi (Bendungan Wae Cebong, red), tidak mintai keterangan sebagai Ketua BPD, ungkapnya.

Adapun obrolan (Jumat pagi, red) itu sifatnya lepas terkait situasi di lokasi galian C, kehadiran rombongan tersebut tidak menunjukkan identitas sebagai wartawan.

“Kalau memang dia wartawan, mana etikanya. Pastikan terlebih dahulu perkenalkan diri di tengah warga yang ada saat itu dilokasi, ini tidak ada. Bagaimana warga mau tau”, tegas Blasius Jaga dengan nada marah.

Adanya pemberitaan tersebut, mengundang amarah Ketua BPD Desa Compang Longgo.

“Berita itu sengaja menjatuhkan saya, saya kecewa dengan etika jurnalistik wartawan yang tulis berita tersebut. Dikira’in kami masyarakat bodah. Apa yang beritakan itu tidak benar, itu bohong”, tegas Blasius lagi.

Saya berharap media atau wartawan yang sudah memberitakan situasi ini (Jumat, red) klarifikasi kembali atas isi pernyataan yang sudah termuat. Pemberitaan tersebut merusak jati diri saya sebagai masyarakat dan ketua BPD. Narasumber tambahan dalam berita tersebut, itu bukan warga Desa Compang Longgo, pungkasnya.

Konfirmasi terpisah, Kades Compang Longgo, Fabianus Sugianto Odos, mengaku lucu dengan pemberitaan yang dimuat media online Postntt.com.

“Dia Kole Gaya Redaksi ne berita dise Soo”, tulisnya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.

Adapun narasumber atas nama Yohanes Sutarmin yang tercantum dalam berita tersebut bukan warganya.

“Toe ma ngasan hitu cee Compang Longgo da ite, kembali ia tulis.

Konfirmasi sebelumnya, Minggu (9/5) sore, Kades Compang Longgo mangakui ada wartawan bersama pemilik usaha bersama warga di lokasi galian C. Informasi itu beredar luas di masyarakat.

“Informasinya, Jhony Royke Maspekeh didampingi tiga orang. Satu wartawan yang mereka (warga dilokasi galian C) sangat kenal. Untuk sementara kita belum kantongi nama-nama wartawan yang hadir.

Diberitakan Baranewsaceh.com sebelumnya, Rusaknya fasilitas pertanian di kawasan Daerah Irigasi (DI) Wae Cebong, Desa Compang Longgo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) akibat penambangan diduga ilegal membuat prihatin warga setempat.

“Kami sangat resah apa yang terjadi di desa kami, tapi kami tak bisa berbuat lebih. Sebab di sana yang bermain di wilayah tambang orang orang besar, termasuk wartawan,” kata Leonardus Suhardiwan kepada Baranewsaceh.com, Jumat (7/5/3021) siang.

Dirinya menyebutkan hingga saat ini aktivitas galian c terus berkembang tanpa memikirkan dampak bagi warga setempat. Ia menilai ada oknum wartawan ikut bermain, sehingga warga merasa tidak bisa berbuat apa-apa.

“Sekitar jam 9, Baba Joni (pemilik ijin) datang ke lokasi galian C Wae Mese didampingi tiga orang, satunya diduga wartawan ternama di Labuan Bajo”, ungkap Leonardus.

Dalam kunjungan kurang lebih 30 menit di lokasi, diduga satu oknum wartawan (dalam rombongan) medampangi pemilik ijin terlibat provokasi warga mendukung aktivitas galian tersebut.

“Sekitar 30 menit mereka datang pantau, ada satu wartawan ikut aktif menggali informasi seputar aktivitas di lokasi Wae Mese. Akunya (oknum wartawan), berharap warga setempat mendukung galian tersebut, karna ijinan jelas”, kata Leo.

Berselang kunjungan tersebut, sekitar pukul 12.15 Wita, lokasi Wae Mese kembali dikunjungi pihak polres sebanyak tiga orang atas berita yang tersebar di media sosial. Sedangkan pukul 13.18 Wita, rombongan Pol PP juga mengunjungi lokasi tersebut dan tidak ketahui motifnya, sambung Leonardus selaku tokoh muda Desa Compang Longgo.

Pantauan Baranewsaceh.com, aktivitas galian C tetap berjalan aman, tampak satu eksavator tengah beroperasi. Puluhan warga Compang Longgo, tengah mengidentifikasi titik-titik kerusakan akibat pengurukan tersebut. (RN)

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed