oleh

Sempat Alami Kendala, Pembangunan Puskesmas Wersawe Kembali Berjalan Normal

Kondisi Pembangunan Puskesmas Wersawe, Selasa (23/11/2021). Foto Rikardus Nompa

LABUAN BAJO, BARANEWS –Sempat mengalami kendala, Pembangunan Puskesmas Wersawe kini sudah dilanjutkan dengan proses pembangunan lebih baik.

Dihimpun Baranewsaceh.co, dari sejumlah sumber terpercaya menyebutkan, beberapa waktu lalu, tepatnya tanggal 7 November 2021, konstruksi pembangunan Puskesmas Wersawe di Desa Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat yang sedang dalam proses pembangunan mengalami kerusakan.

Kerusakan itu disebabkan salah satu balok penyangga pada lantai II patah. Namun begitu, kerusakanya telah diperbaiki dan pembangunanya kembali berjalan normal. Hingga saat ini progesnya mencapai 75 Persen.

Proyek Pembangunan Puskesmas Wersawe yang berlokasi di Desa Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, itu mulai dikerjakan 6 Juli dan berakhir 2 Desember 2021 sesuai dokumen kontrak. Sebagaimana tertera pada papan proyek, waktu pelaksanaan 150 hari kalender.

Proyek tersebut menelan biaya sebesar Rp 7.538.628.735, 78- (Tujuh Miliar Lima Ratus Tiga Puluh Delapan Juta Enam Ratus Dua Puluh Delapan Ribu Tujuh Ratus Tiga Puluh Lima Rupiah). Anggaran sebesar itu bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Reguler dengan nomor kontrak DINKES. 442.1/52/VII/2021.

Proyek tersebut dikerjakan oleh Pelaksana PT. Putri Carissa Mandiri, Konsultan Perencana CV Oe Bazin Consultan dengan Konsultan Pengawas CV Galaksi Permai Konsultan.

Kondisi Pembangunan Puskesmas Wersawe kini mencapai 75 Persen. Selasa (23/11/2021). Foto Rikardus Nompa

Menanggapi itu, Petrus Jandu perwakilan dari kontraktor pelaksana menjelaskan bahwa pelaksanaan konstruksi pembangunan tersebut telah sesuai dengan yang tertera di gambar dan RAB. Selain itu, pengerjaan juga berlangsung dibawah pengawasan consultan pengawas.

Peristiwa yang terjadi pada 7 November merupakan sebuah insiden diluar dugaan. Namun begitu, katanya, kerusakan itu langsung diperbaiki dan telah selesai diperbaik pada tanggal 12 November 2021.

“Setelah salah satu struktur tiang mengalami patah, kita langsung mengambil tindakan untuk perbaikan. Dan itu sudah selesai,” kata Petrus saat ditemui di lokasi pada Selasa (23/11/2021).

Ditempat yang sama, Tomi Eduard dan Deni Herwanto sebagai consultan pengawas dalam proyek senilai 7 milyar itu menjelaskan jika pihaknya telah lakukan pengawasan kerja sesuai tupoksi.

Tomi Eduard (kanan) konsultan pengawas, Deni Herwanto (tengah) konsultan pengawas dan Petrus Jandu (kiri) perwakilan dari kontraktor pelaksana saat ditemui Baranewsaceh.co, Selasa (23/11/2021). Foto Rikardus Nompa.

“Kami bekerja sesuai arahan tim perencana,” jelas keduanya saat ditemui di lokasi Puskesmas Wersawe, Selasa (22/11/2021).

Menurut consultan pengawas, kerusakan terjadi disebabkan mutu beton yang dicuragai. Namun secara visual waktu adanya kerusakan, semua beton itu utuh. Untuk menghindari terjadi kerusakan dikemudian hari, beberapa struktur ditambah.

“Strukturnya ditambah, mengganti struktur dan pembesian yang lebih besar. Ada tambahan tiang penopang. Panduan campuran dan mutu beton sudah memberikan standar pencampuran dan karakeristik beton telah sesuai standar untuk bangunan lantai dua,” jelas Tomi Eduard.

Sebelumnya, panduan rencana pada gambar menggunakan besi ulir 13 yang standar SMI. Dimensi pembalokan 20:30, isi besi tulangan pokok dibagian dalam sejumlah 8 buah. Sedangkan Begel atau cincinya besi 8 tersebut dibuat dengan jarak 10 cm.

Setelah diperbaiki, mutu dan dimensi kemudian disesuaikan dengan struktur beban yang ada di pembalokan dengan dimensi pembalokan 25:50.

Jika sebelumya dalam perencanaan tidak ada tiang penompang, setelah diperbaiki telah ada topangan baru agar bangunanya lebih kuat dan kokoh.

“Patah bangunan inikan tidak semua bagian dan patahanya jelas tidak mempengaruhi struktur bangunan secara keseluruhan,” jelas Deni Herwanto.

Kondisi Pembangunan Puskesmas Wersawe, Selasa (23/11/2021). Foto Rikardus Nompa.

Deni mengatakan, pihaknya telah melaksanan fungsi pengawasan dengan baik. Pun pihak kontraktor pelaksana telah mengerjakan berdasarkan perencanaan.

“Perencana yang menerbitkan segala spesifikasi. Apa yang tersedia dalam kontrak berdasarkan perencanaan itulah yang dilakukan oleh pelaksana,” paparnya.

Sedangkan Consultan Perencana, Frans Bambang, saat dimintai penjelasan terkait terjadinya dugaan kekeliruan perencanaan pada proyek Puskesmas tersebut kepada media ini melalui sambungan telepon pada 23 November mengatakan bahwa urusan itu telah menjadi urusan dinas.

“Kami sudah diskusi dengan dinas. Urusan itu sudah tanggung jawab PPK dinas Kesehatan. Untuk semua persoalan itu, dapat langsung dikonfirmasi ke dinas,” ujarnya sembari mematikan telepon.

Diberitakan sebelumnya, Melaksanakan fungsi pengawasan, Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manggarai Barat melakukan monitoring pembangunan Puskesmas Wersawe ditengah perbincangan publik, Selasa (23/11/2021).

Hadir dalam monitoring itu, Blasius Janu anggota DPRD Partai Hanura, Agustinus Jik atanggota DPRD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Vitus Usu anggota DPRD Partai Nasdem. Monitoring yang dilakukan berawal dari adanya sebagian struktur bangunan yang mengalami rusak pada tanggal 7 November 2021 lalu.

Namun, hingga berita ini diturunkan, pihak PPK Dinas Kesehatan belum memberikan jawaban. [RN]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed