oleh

Sampah Warga Kota Labuan Bajo Capai 15 Ton per Hari, DLHK Mabar Soroti Limbah Covid-19

Plt Kadis DLHK Bonaventura Ardin, S.Hut saat ditemui Baranewsaceh.co, diruangan kerjanya, Kamis (22/7/2021) pagi. Foto Rikardus Nompa.

LABUAN BAJO- Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Manggarai Barat menyebut, setiap hari 15 ton sampah di produksi warga kota Labuan Bajo.

“Jadi rata-rata selama masa pendemi dari sampah rumah tangga, sampah dari tempat komersial itu 15 ton perharinya dan itu dibuang ke TPA Warloka”, kata Plt Kadis DLHK Bonaventura Ardin, S.Hut kepada Baranewsaceh.co, diruangan kerjanya, Kamis (22/7/2021) pagi.

Bona Ardin merinci terhitung sejak 2021 ini produksi sampah di Labuan Bajo mencapai belasan ton per harinya baik yang organik maupun non organik masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) setempat.

“Sampah 15 ton itu termasuk dari Taman Nasional Komodo (TNK), sampah-sampah dari kapal, seputar kota Labuan Bajo dan sebagainya di desa Golo Bilas sudah dilayani”, jelasnya.

Dirinya meyakini, jumlah sampah yang perlu digunakan kembali (Jual) terbilang cukup tinggi.

“0,3 sampai 0,4 ton sampah yang kita bisa kurangi di pusat daur ulang. Sampah-sampah yang dikurangi ini seperti sampah botol, kertas, intinya sampah-sampah yang ada nilainya kalau diluar bisa jadi uang kita kurangi”, ungkap Bonaventura Ardin, S.Hut.

Situasi di TPA Labuan Bajo yang terletak di Desa Warloka, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Flores-NTT sebelum dibakar oleh oknum tak bertanggungjawab, 23 Oktober 2020. Foto Rikardus Nompa.

Dirinya berharap masyarakat berpartisipasi untuk memanfaatkan sarana-sarana persampahan yang sudah disediakan pemerintah daerah dan lebih penting lagi bijak mengelola sampah apalagi ditengah Pandemi Covid-19.

“Kita berharap masyarakat Labuan Bajo dan sekitarnya bijaklah melihat sampah, supaya sampah-sampah itu tidak lagi dibuang sembarang tempat seperti di jalan raya, buang ke badan sungai, ke pesisir dan hutan yang mengakibatkan potensi pencemaran lingkungan dan menimbulkan penyakit baru ditengah Covid-19”, lanjut Bona.

Plt Kadis DLHK Manggarai Barat kembali mengungkapkan selain masalah sampah rumah tangga, Manggarai Barat kini menghadapi ancaman baru dalam persampahan. Hal ini disebabkan masih berlangsungnya pandemi, yang sudah hampir satu tahun lebih. Permasalahan sampah itu adalah masker dan limbah medis. Sebab, pengolahan sampah jenis ini tidak bisa sembarangan.

Selama masa pandemi Covid-19 ini, kata Bona Ardin, terjadi peningkatan sampah medis di Labuan Bajo, khususnya masker yang tidak bisa ditangani oleh sembarang orang. Mengingat sampah tersebut bersifat infeksius. [RN]

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed