oleh

Reaksi Kita, Adalah Mewakili Ekprisi Atas Keadaan Diri Kita Sendiri

LAMONGAN,BARANEWS- Dulu banget, saya pernah nimbrung obrolan beberapa orang, yang obrolannya begini … “Kemaren gue mbenerin rumah, abis 10 jutaan”, “emang iya, namanya juga mbenerin rumah”, “eh, sekarang ada laptop baru keren loh, sekitar 5 jutaan”, dan seterusnya … Dulu, saya emosi banget, dalam hati, “sok banget sih ini orang, mentang-mentang punya duit” … Saat itu, buat makan aja saya susah, belum urusan utang dimana-mana … Itu keadaan saat itu …

Menariknya, beberapa kali, termasuk di moment waktu lainnya, saya pas duduk mendengarkan obrolan yang serupa, antar beberapa orang, “anak gue sekarang sekolah di luar negeri”, “kemaren gue operasi ringan abis sekian juta”, dan sebagainya … Saya amati diri saya, “loh kok biasa aja ya?” … Tidak ada itu rasa-rasa sensitip, nge-cap sombong, pamer, sebagaimana dulu sering muncul …

Di sini saya simpulkan, bahwa, reaksi kita, adalah ekspresi keadaan diri kita sendiri … Kalau anda lagi bermasalah keuangan, obrolan tentang materi, akan menyenggol anda … Kalau anda sedang sakit parah, obrolan tentang kesehatan, bisa menyinggung anda … Kalau hubungan percintaan anda sedang error, bahasan romantisme, bisa membuat anda muak mendengarnya … Dan sebagainya …

Mengapa ada orang, tidak suka dengan bahasan kebijaksanaan, bahasan artikel kedamaian? … Ya karena hidupnya, sedang mengalami sebaliknya … Sebagaimana kita mengomentari “harga sebuah barang mahal”, aslinya kita sedang mengomentari diri sendiri, yang tidak mampu membeli barang itu …

Reporter:(andik p)

Connects once per page in :

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.