oleh

Proyek Hotmix Tambal Sulam di Jalan Nggorang-Ruteng Asal Jadi

Pantauan Baranewsaceh.com, Senin (31/1/2022), pengerjaan kegiatan tambal sulam itu belum dilanjutkan. Beberapa titik jalan terlihat amblas dan bergelombang. Foto Rikardus Nompa.

LABUAN BAJO, BARANEWS –Proyek pembangunan jalan nasional berupa tambal sulam di jalan Lintas Nggorang- Ruteng, terkesan asal jadi atau tidak berkualitas.

Pasalnya, baru satu hari proyek tambal sulam itu dikerjakan, hasilnya tampak tidak memuaskan karena permukaan jalan yang baru diperbaiki tampak bergelombang dan terlihat amblas, meski baru saja diperbaiki. Bahkan masih banyak titik yang belum ditambal. Tentu hal ini dapat membahayakan para pengendara yang melintasi, khususnya pengendara kendaraan roda dua.

Kondisi usai pengerjaan (tambal sulam) jenis pekerjaan Hotmix di ruas jalan Trans Labuan Bajo-Ruteng tepatnya di RT 001/RW 001 Desa Nggorang, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat. Foto Rikardus Nompa.

Menurut Servas Hargen (26) warga Nggorang menuturkan, dirinya menilai proyek tambal sulam di jalan Lintas Nggorang-Ruteng, pengerjanya asal-asalan. Bahkan jika dibandingkan dengan jalan yang lama lebih mulus dan lebih terlihat kokoh, hanya saja sudah berlubang dibeberapa titik.

“Ini jalannya bukan tambah bagus malahan jalannya bergelombang. Saya rasa pasti tidak tahan lama, malahan akan tambah hancur”, cetusnya.

Dirinya berharap, pemerintah dalam hal ini dinas terkait dapat menyikapi proyek tambal sulam yang baru dikerjakan terkesan asal jadi tersebut. Karena pastinya itu akan merugikan masyarakat sekaligus pengguna jalan.

“Tentunya kami berharap, pemerintah bisa menyikapi jalan proyek tambal sulam yang bergelombang ini. Sebab, kedepannya dapat dipastikan mengganggu kami yang melintasi, bahkan termasuk pengguna jalan lainnya pun akan merasa tidak nyaman”, pintanya.

Sementara berdasarkan pantauan Baranewsaceh.com, Minggu (30/1/2022) sekitar pukul 03.00 Wita, terlihat pengerjaan (tambal sulam) jenis pekerjaan Hotmix di ruas jalan Trans Labuan Bajo-Ruteng tepatnya di RT 001/RW 001 Desa Nggorang, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.

Dihimpun Baranewsaceh.com, pengerjaan tambal sulam tersebut dikerjakan oleh PT. Wae Gete Abadi.

Pantauan Baranewsaceh.com, Senin (31/1/2022), pengerjaan kegiatan tambal sulam itu belum dilanjutkan. Beberapa titik jalan terlihat amblas dan bergelombang. Foto Rikardus Nompa.

Sayangnya, ketika awak media ini ingin melakukan konfirmasi terkait pekerjaan
tambal sulam yang dikerjakan dini hari itu, pengawas kegiatan enggan buka suara. Bahkan melarang wartawan untuk mengambil beberapa gambar saat pengerjaan berlangsung.

Saat temui salah satu pekerja dilapangan, dirinya mengaku capek dan ngantuk. “Kami lembur malam ini pak, capek dan ngantuk sekali ini. Apalagi kerja subuh begini”, ungkap sumber itu.

Pantauan sebelumnya, Senin (3/1/2022), belum lama dikerjakan tahun anggaran 2021, jalan ini rusak kembali dan berlubang mirip kubangan kerbau jadi perhatian publik. Dengan panjang jalan sekitar 300 meter.

Kondisi di ruas jalan Trans Labuan Bajo-Ruteng tepatnya di RT 001/RW 001 Desa Nggorang, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat. Foto Rikardus Nompa.

Pantauan Baranewsaceh.com, Senin (31/1/2022), pengerjaan kegiatan tambal sulam itu belum dilanjutkan. Beberapa titik jalan terlihat amblas dan bergelombang.

Bahkan bukan hanya bergelombang, tapi proyek tambal sulam tersebut juga terlihat amblas atau kekurangan aspal. Dengan adanya hal dimaksud, pastinya lebih menguatkan dugaan jika proyek tambal sulam di lingkungan Pilipo, Desa Nggorang ini terkesan asal jadi atau tidak berkualitas.

Hingga berita ini diterbitkan, beberapa pihak belum berhasil dikonfirmasi. [RN]

Connects once per page in :

Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.