Polres Simalungun Bersama Tim Gugus Tugas Covid-19 Melakukan Penjemputan Warga Terpapar Covid-19

WhatsApp Image 2020-05-15 at 17.10.14
WhatsApp Image 2020-05-15 at 17.10.14(1)
WhatsApp Image 2020-05-15 at 17.10.45(2)
WhatsApp Image 2020-05-15 at 17.10.45
WhatsApp Image 2020-05-15 at 17.10.45(1)
WhatsApp Image 2020-05-15 at 17.10.44

 

SIMALUNGUN, BARANEWS INDONESIA – Personil Polres Simalungun bersama Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kab. Simalungun melakukan penjemputan atau evakuasi warga Kel. Parapat yang diduga terpapar  Covid-19, setelah malam sebelumnya tidak berhasil di evakusi karena adanya perlawanan dari pihak keluarga, pada Pukul 11.30 Wib Jumat (15/05/ 2020).

Kapolres Simalungun AKBP Heribertus Ompusunggu, S.I.K, M.Si mengatakan Sabtu, (16/05/2020) Identitas warga yang terpapar Covid-19 adalah seorang perempuan berinisial DPS (36 Tahun) yang beralamat di Huta Bornok Lingkungan II Kelurahan Parapat Kec. Girsang sipangan bolon Kab. Simalungun.

Tahapan pemeriksaan terhadap DPS telah dilakukan Swab I tanggal 28 April 2020 Tanggal 10 Mei 2020 hasilnya dinyatakan negatif, kemudian Swab II tanggal 1 Mei 2020  tanggal 14 Mei 2020 hasilnya dinyatakan Positif dan  Tanggal 27 April 2020 Dps dan 6 orang keluarganya (bapak, ibu, 3 orang saudara laki lakinya, anaknya) dilakukan karantina di Mess Pemkab Simalungun.  Pada tanggal 11 Mei 2020 yang warga yang terpapar besama dengan 6 orang keluarganya dikembalikan ke rumahnya, ujarnya.

Selanjutnya pada Pukul 10.00 Wib Forkopimca Kec. Girsang Sipangan Bolon dan Tim Gugus Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kab. Simalungun bersama tokoh agama melaksanakan Rapat Koordinasi di kantor Camat Girsang siapangan Bolon sebelum melaksakan penjemputan warga yang terpapar, jelas Kapolres Simalungun AKBP Heribertus Ompusunggu, S.I.K, M.Si.

Senada dengan hal itu Kadis Kesehatan Kab. Simalungun Dr. Lidia Saragih menjelaskan Tugas kita untuk melakukan penjemputan terhadap warga yang terpapar virus corona untuk dilakukan isolasi dan perawaran di RS Darurat Fasilitas Khusus Kab. Simalungun.

Selain yang terpapar virus corona, anggota keluarganya yang serumah juga wajib dilakukan pemeriksaan dan dibawa ke RS Darurat Fasilitas Khusus Kab. Simalungun untuk dilakukan karantina, dan Petugas Gugus Covid harus memakai APD dalam melaksakan tugas sesuai dengan prosedur tugas, katanya.

Sementara Kapolsek Parapat AKP Irsol menerangkan Mendukung pemerintah dalam pemutusan dan penyebaran mata rantai covid-19 .  Menyampaikan tupoksi Polri dalam Protokoler covid-19 agar tidak terjadi penyimpangan maupun tindakan melawan hukum dalam melaksanakan tugas.   Masyarakat yang terpapar covid-19 meminta TGPP Covid-19 Kab. Simalungun menunjukkan hasil Swab kepada warga yang terpapar sebelum dilakukan penjemputan.

Menanggapi hal itu Camat Girsang Sipangan Bolon Evi Suriani Tambunan  Menyampaikan kendala tim gugus Covid-19 dalam penjemputan untuk dilakukan terhadap warga Parapat yang terpapar Covid-19.  Dalam hal ini Tim gugus agar mengedepankan tindakan persuasif dalam menjemputan warga yang terpapar sehingga tidak menimbulkan masalah baru dan momok menakutkan bagi warga lainnya, katanya.

Dari Tokoh Agama (Guru huria HKI Parapat) Kel. Parapat Robinson Simanjuntak merasa Kecewa dengan penanganan Tim gugus Kab. Simalungun yang mengeluarkan tindakan yang memulangkan yang terpapar sebelum keluar hasil pemeriksaan laboratorium.

Kami mendukung pemerintah kab. Simalungun dalam pemutusan dan penyebaran mata rantai covid-19 dan Menyarankan agar keluarga yang terpapar maupun yang terpapar agar mengikuti protokoler covid-19, pungkasnya.

Sidabutar  (Ketua punguan Toga Sidabutar) menanggapi Kiranya Tim gugus Covid-19 Kab. Simalungun profesional dalam melaksanakan tugas pemutusan dan penyebaran covid-19.  Saya berupaya melakukan mediasi agar keluarga yang terpapar maupun yang terpapar menuruti protokoler covid-19.

Kepling II Agus Simbolon mengungkapkan Warga berharap agar yang terpapar maupun keluarga yang terpapar dilakukan isolasi untuk menghindari penyebaran virus corona di Kel. Parapat.

Terkait hal tersebut Pukul 11.00 Wib TGPP Covid-19 Kab. Simalungun mendatangi rumah warga yang terpapar untuk dilakukan penjemputan dengan cara negoisasi (persuasif) namun warga yang terpapar maupun keluarga yang terpapar tidak mau dibawa karena alasan pihak TGPP Covid-19 Kab. Simalungun tidak dapat menunjukkan hasil pemeriksaan laboratorium atas dirinya.

Berdasarkan  informasi yang diperoleh adapun Keberatan Warga yang terpapar maupun keluarganya  Tidak bersedia dibawa untuk  dilakukan isolasi dan pengobatan karena Warga yang terpapar meminta terlebih dahulu pihak TGPP Covid-19 Kab. Simalungun menunjukkan hasil laboratorium yang menyatakan dianya pisitif Covid-19.  Mereka Menuduh TGPP Covid-19 Kab. Simalungun tidak provesional dalam melaksanakan tugas gugus Covid-19 dan terkesan hanya untuk menghabiskan anggaran.   DPS  dan 6 orang keluarganya sudah melewati masa karantina di mess Pemkab Simalungun.

Pukul 12.10 Wib warga yang terpapar DPS dibawa paksa oleh tim TGPP Covid-19 Kab. Simalungun dengan pengamanan Personil Polres Simalungun dan Polsek Parapat ke RS Darurat Fasilitas Khusus Kab. Simalungun untuk dilakukan isolasi dan pengobatan dengan menggunakan mobil ambulan dengan No.Pol BK 1070 T supir An. Parulian Sihombing.

Kemudian Pukul 13.00 Wib terhadap keluarga yang terpapar covid-19 akan dilakukan kembali pemeriksaan lanjutan namun tidak bersedia karena ibunya sedang mengalami penyakit jantung dan bersedia akan dilakukan pemeriksaan lanjutan besok harinya. (RED)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed