oleh

Pemuda Lembor Kritis Akibat Tawuran di Pernikahan Nggorang

Sahabat Korban Ahmad Suanda (18) tengah urus administrasi di RSUD Pratama Komodo, Rabu (28/10) Subuh. Foto Rikardus Nompa-BRN

LABUAN BAJO- Pesta hajatan pernikahan di Desa Nggorang, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, diwarnai aksi tawuran antarkelompok pemuda, Selasa (27/10) malam.

Terpantau, tawuran terjadi sekitar pukul 01: 20: 25 WITA dipicu pemukulan seorang pemuda yang saat itu sedang joget di pesta pernikahan. Buntut dari penganiayaan itu, empat kelompok pemuda saling serang.

Foto Aksi Tawuran depan pintu masuk tempat acara pernikahan

Para pemuda yang menghadiri acara pesta pernikahan salah seorang warga desa Nggorang, dalam kondisi mabuk. Mereka kemudian memukul salah seorang pemuda yang sedang berjoget,” ujar BY saat berbagi cerita dengan awak diluar kema.

Kembali terpantau, aksi pemukulan itu berlanjut di luar pesta berujung tawuran. Aparat gabungan TNI-Polri saat di lokasi kejadian berhasil mengamankan pelaku yang diduga terlibat dan membubarkan massa hingga acara ditutup resmi.

Foto Aksi Tawuran di Perempatan Nggorang

Sekitar 20 menit acara ditutup, aksi tawuran kembali terjadi di perempatan Ngggorang berlangsung tragis. Pantauan pemuda yang tengah asik mengendarai sepeda motornya, tiba-tiba dipukul dan tendang hingga tergeletak di badan jalan. Aksi tawuran kian memanas, terlihat kelompok saling kejar-kejaran hingga dibubarkan dengan ledakan senjata anggota Polsek Komodo.

Pelaku aksi tawuran di Perempatan Nggorang  Jalan Trans Flores Labuan Bajo-Ruteng tidak berhasil diamankan pihak Polsek Komodo. Aksi tawuran itu membuat sebagian warga keluar rumah hingga ke jalan atas ledakan senjata yang berterusan.

Sahabat Korban Ahmad Suanda (18) tengah urus administrasi di RSUD Pratama Komodo, Rabu (28/10) Subuh. Foto Rikardus Nompa-BRN

Satu korban tawuran harus dilarikan ke RSUD Pratama Komodo. Salah satu korban, Ahmad Suanda (18), Asal Lembor Buruk, pecah pelipis dan luka memar di sekujur tubuh.

Usai mendapat pertolongan medis RSUD Pratama Komodo, pemuda Lembor Buruk yang kerap disapa Wanda mengungkap kronologi kejadiannya.

Kejadian ditempat acara kami tidak tahu, tiba-tiba sekelompok pemuda yang melewati gang kos adik saya datang main pukul tanpa sebab menggunakan batu, sementara kami tengah asik ngobrol, katanya.

Diketahui, pemuda yang memukulinya sekelompok pemuda dari Dalong, Desa Watu Nggelek, ungkap Wanda.

Ahmad Suanda (18) pemuda asal Lembor Buruk, Korban Aksi Tawuran di Pernikahan Nggorang. RSUD Pratama Komodo, Rabu (28/10) Subuh. Foto Rikardus Nompa-BRN

Saya dan teman-teman saya tidak tinggal diam, sehingga terjadi tawuran di depan kost Ca Nai. Luka bagian pelipis dan memar di sekujur tubuh akibat pukul pakai batu dan dikroyok, terus saya dilarikan ke RSUD Pratama Komodo, menggunakan mobil didampingi sama teman, jelas pemuda Lembor Buruk itu.

Tadi ke rumah sakit saya dalam keadaan berdarah di kepala hingga bagian wajah, lanjutnya.

Senada Rahman (17) asal Lembor Buruk teman korban, menjelaskan kejadiannya, Bukan kelompok kami yang tawuran disana tadi, kami tidak tahu menahu masalah itu. Dengan kejadian itu, sebagian teman-teman kami langsung ke rumah sakit melihat teman kami yang berdarah itu.

Mereka yang masalah ditempat acara ataupun ditempat lain, pelampisannya ditempat kami, tutup Rahman.

Keterangan pihak medis RSUD Pratama Komodo, Rabu (28/20) pukul 03:04:41 wita, pasien yang kami tangani barusan mendapat tujuh jahitan. Jahitan dalam dua dan jahitan luar lima. (Rikardus Nompa)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed