oleh

Pedagang Pupuk Bersubsidi Kecamatan Marga Sekampung diduga Juga diatas Harga HET

 

Lampung Timur – Pupuk bersubsidi di Lampung Timur masih dijual dengan harga melebihi harga eceran tertinggi (HET) oleh sejumlah pengecer atau kios penyalur pupuk bersubsidi, Senin (11/7/2022).

Pupuk bersubsidi dijual diatas HET ditemukan di wilayah Kecamatan Marga Sekampung. Diketahui bahwa di wilayah itu terdapat 8 pengecer.

Kebanyakan Pengecer Pupuk bersubsidi tidak memasang plang pemberitahuan harga di gudang miliknya sehingga terkesan agar masyarakat tidak mengetahui ketentuan HET.

Ironis, baik dari aparat penegak hukum atau pemerintah terkesan melakukan pembiaran atas carut marutnya pendistribusian pupuk bersubsidi.

Kenakalan para pengecer untuk mencari keuntungan pribadi yang diduga bekerjasama dengan para kelompok tani di lapangan tanpa ada tindakan apapun.

Investigasi Tim media di lapangan ditemukan salah satu pengecer Pupuk bersubsidi di Desa Bukit Raya, Marga Sekampung selain menjual diatas HET.

Ironisnya lagi diketahui pengecer di Desa Bukit Raya Kecamatan Marga Sekampung, seorang Kepala Desa di Lampung Timur menjual pupuk bersubsidi sistem kiloan.

Kasmidin selaku ketua gapoktan membenarkan bahwa Kepala Desa Juga merangkap sebagai Pengecer Pupuk bersubsidi.

Padahal dalam Surat Perjanjian Jual Beli (SPJB) pemilik kios atau pengecer telah mendapat berbagai arahan guna memastikan ketersediaan dan penyaluran pupuk bersubsidi.

Diketahui bahwa Damin Selaku Kepala Desa dan kios pengecer pupuk bersubsidi di Desa Bukit Raya tersebut salah satu pengecer terlama di wilayah itu dan Menjabat sebagai Kepala Desa selama dua periode.

Saat di temui Damin dan di konfirmasi awak media, Dan iya juga membenarkan sebagai Pengecer besubsidi cukup lama bahkan sebelum jadi Menjabat Sebagai Kepala Desa.

“Iya, Sebagai Pengecer bahkan seblum menjabat sebagai Kepala Desa”

Ia diduga memahami dan paham betul soal regulasi terkait Pendistribusian Pupuk Bersubsidi.

Begitu pun untuk pupuk urea di tempat pengecer di desa Bukit Raya itu dijual dengan harga Rp125/karung, Phonska dengan harga Rp150/karung.

Sementara HET sesuai ketentuan untuk jenis Urea perkarung Rp112. 500, ZA Rp85 ribu, SP-36 Rp120 ribu, NPK Phonska Rp115 ribu dan Petroganik Rp32 ribu. Fantastis memang keuntungan yang diraup pengecer diatas Rp30rb/karung.

Ini keterlaluan masa seorang pemerintahan dan di ketahui kepala desa seharusnya mengetahui regulasi tapi malah melakukan pelanggaran, ” tegasnya.

Menurutnya hasil temuan delik news di lapangan terkait carut marutnya pendistribusian pupuk Bersubsidi.

Wilayah Marga Sekampung akibat kurang nya pengawasan dari tim KP3 (Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida).

Saino menyatakan tidak masalah dengan harga jika ketersedian pupuk ini bisa memenuhi untuk para petani.

‘Iya, gak jadi masalah mas kalo mahalpun tetap kami beli yang penting ketersedian pupuk untuk para petani tersedia jika di kemudian hari pas waktu nya mupuk, tutupnya. (Tim)

Connects once per page in :

Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *