oleh

Oknum Wartawan Diduga Bermain di Lokasi Galian C Desa Compang Longgo

Eksavator milik Handel Berseri di Lokasi Wae Mese, Desa Compang Longgo tengah operasi, Jumat (7/5). Fot RN

LABUAN BAJO- Rusaknya fasilitas pertanian di kawasan Daerah Irigasi (DI) Wae Cebong, Desa Compang Longgo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) akibat penambangan diduga ilegal membuat prihatin warga setempat.

“Kami sangat resah apa yang terjadi di desa kami, tapi kami tak bisa berbuat lebih. Sebab di sana yang bermain di wilayah tambang orang orang besar, termasuk wartawan,” kata Leonardus Suhardiwan kepada Baranewsaceh.com, Jumat (7/5/3021) siang.

Dirinya menyebutkan hingga saat ini aktivitas galian c terus berkembang tanpa memikirkan dampak bagi warga setempat. Ia menilai ada oknum wartawan ikut bermain, sehingga warga merasa tidak bisa berbuat apa-apa.

Eksavator milik Handel Berseri di Lokasi Wae Mese, Desa Compang Longgo tengah operasi, Jumat (7/5). Fot RN

“Sekitar jam 9, Baba Joni (pemilik ijin) datang ke lokasi galian C Wae Mese didampingi tiga orang, satunya diduga wartawan ternama di Labuan Bajo”, ungkap Leonardus.

Dalam kunjungan kurang lebih 30 menit di lokasi, diduga satu oknum wartawan (dalam rombongan) medampangi pemilik ijin terlibat provokasi warga mendukung aktivitas galian tersebut.

“Sekitar 30 menit mereka datang pantau, ada satu wartawan ikut aktif menggali informasi seputar aktivitas di lokasi Wae Mese. Akunya (oknum wartawan), berharap warga setempat mendukung galian tersebut, karna ijinan jelas”, kata Leo.

Berselang kunjungan tersebut, sekitar pukul 12.15 Wita, lokasi Wae Mese kembali dikunjungi pihak polres sebanyak tiga orang atas berita yang tersebar di media sosial. Sedangkan pukul 13.18 Wita, rombongan POL PP juga mengunjungi lokasi tersebut dan tidak ketahui motifnya, sambung Leonardus selaku tokoh muda Desa Compang Longgo.

Pantauan Baranewsaceh.com, aktivitas galian c tetap berjalan aman, tampak satu eksavator tengah beroperasi. Puluhan warga Compang Longgo, tengah mengidentifikasi titik-titik kerusakan akibat pengurukan tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Desa Compang Longgo dan Handel Berseri tidak berhasil dikonfirmasi. (RN)

.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed