oleh

Oknum Pejabat BPN Mabar Diduga Serobot Tanah Milik Toko Maha Putra

Kondisi tanah milik Ir. Henry Chandra di Kelurahan Labuan Bajo, tepatnya di Binongko arah jalan ke Hotel Ayana seluas 17.350 meter persegi dengan nomor Sertipikat 00587, Kamis (2/12/2021). Foto Rikardus Nompa.

LABUAN BAJO, BARANEWS –Oknum pejabat di Kantor Pertanahan Kabupaten Manggarai Barat diduga kuat melakukan tindakan pindana penyerobotan tanah milik Ir. Henry Chandra di Kelurahan Labuan Bajo, tepatnya di Binongko arah jalan ke Hotel Ayana seluas 17.350 meter persegi dengan nomor Sertipikat 00587.

Hal ini terjadi ketika pejabat pengukuran lahan dari Kantor Pertanahan Manggarai Barat mengukur lahan milik Abdullah Ibrahim. Lahan milik Ir. Henry Chandra kebetulan bersebelahan dan berbatasan langsung dengan lahan milik Abdullah Ibrahim.

“Ada apa dengan NA, ia dalam hal ini orang BPN”, kata Ny. Henry Chandra kepada Baranewsaceh.co, Kamis (2/12/2021) siang di Halaman Kantor BPN Mabar.

Kepada media ini, Ny. Henry Chandra, kerap disapanya Aci pemilik Toko Maha Putra mengaku, tanah/lahan milik pribadinya diperoleh dari Alm. Adam Djudje tahun 1992 hingga penerbitan Sertipikat 1996.

Menurut Aci Maha Putra, tanah yang dibeli dari Alm. Adam Djudje tahun 1992 silam seluas 17.350 meter persegi diserobot termasuk oknum pejabat BPN Mabar ikut bermain didalamnya.

“Itu tanah jelas perolehanya, alas haknya jelas. Tahun 1992 kami beli sedangkan proses penerbitan Sertipikatnya selesai tahun 1996. Dan sangat jelas dalam penerbitan Sertipikat ini, waktu itu masih kantor Pertanahan Kabupaten Manggarai dan ditantangi oleh J. Oematan, BA selaku kepala. Itu jelas nama yang berhak dan pemegang hak lain-lain yakni Ir. Henry Chandra”, ungkapnya.

Kondisi tanah milik Ir. Henry Chandra dipasang patok merah oleh Abdullah Ibrahim, Kamis (2/12/2021). Foto Rikardus Nompa.

Lebih lanjut Aci mengungkapkan, pada tahun 2015 pihaknya sudah mengajukan rekon hingga pada tahun 2019 baru terealisasi. Menurutnya, proses ini berjalan lancar tanpa ada hambatan.

“Tahun 2015 saya ajukan untuk rekon dan itu terjawab tahun 2019 baru keluar suratnya. Prosesnya aman-aman saja, tanpa ada pencegahan dari pihak manapun. Setelah surat rekon 2019, saya langsung memagari lokasi tersebut, tetapi karna cuaca pagar itu belum selesai yang bersebalahan tanah milik Abdullah Ibrahim”, akunya.

Pemilik toko Maha Putra itupun mengungkap soal perampasan tanah bersertipikatnya yang dilakukan oleh Abdullah Ibrahim dan terindikasi bekerjasama dengan oknum BPN Mabar.

“Waktu itu Abdulah Ibrahim dan Adiknya Alwi Chandra, disapa Alo Peke mengancam serta mengusir saya dari lokasi menggunakan parang saat mau dibersihkan. Situasi waktu itu sangat mencekam sehingga sebagian besar karyawan ketakutan”, tuturnya.

Kondisi tanah milik Ir. Henry Chandra dipasang patok merah oleh Abdullah Ibrahim, Kamis (2/12/2021). Foto Rikardus Nompa.

Ia mengaku, dari tapal batas bersebelahannya, Abdullah Ibrahim langsung masuk menyerobot tanah miliknya yang dipimpin oleh NA dan memasang lima patok/pilar berwarna merah.

Dirinya dikagetkan dengan undang yang dikeluarkan oleh kantor Pertanahan Kabupaten Manggarai Barat perihal sebagai saksi batas tanah dengan Abdullah Ibrahim yang kemudian hari akan diterbitkan Sertipikat.

“Bulan Juni lalu, saya mendapatkan surat undangan dari BPN Mabar untuk menjadi saksi batas tanah dengan Abdullah Ibrahim yang akan di Sertipikat”, jelasnya dengan penuh tanya.

Aci Maha Putra melanjutkan, saat itu NA mengukur tanah bagian saya (Ir. Henri Chandra-red) menjadi milik Abdullah Ibrahim dengan alasan, saya sudah mengambil tanah milik Abdullah Ibrahim. Pada hal saya baru saja selesai rekon tanah tersebut pada tanggal 27 Mei 2019 oleh NA sebagai pengukurnya.

Kondisi tanah milik Ir. Henry Chandra dipasang patok merah oleh Abdullah Ibrahim, Kamis (2/12/2021). Foto Rikardus Nompa.

Ia berpendapat, terjadi praktek persekutuan mafia tanah antara pihak Abdullah Ibrahim dan oknum pejabat BPN Mabar.

Aci Maha Putra mengatakan, kedatangan di kantor Pertanahan Kabupaten Manggarai Barat guna meminta pertanggungjawaban dari NA dan kejelasan alas hak Abdullah Ibrahim.

“Kedatangan kami di BPN untuk mempertanyakan kasus ini. Disini sudah jelas oknum BPN Mabar yang bermain. Dan kasus ini pun sudah dilaporkan ke Polres Manggarai Barat”, paparnya.

Konfirmasi terpisah, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Manggarai Barat (Mabar), Budi Hartanto mengatakan kalau staf yang namanya NA ada mas, tetapi terkait pekerjaan rekonnya saya tidak tahu pasti. gimana mas?, kata Budi saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Kamis sore.

Ia melanjutkan dalam pesan tersebut, dirinya akan menanyakan kepada pegawainya di bagaian pengukuran. Budi juga belum tahu pasti terkait permasalahan tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan NA dan Abdullah Ibrahim belum berhasil dikonfirmasi. [RN]

Connects once per page in :

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed