oleh

Menanggapi Aksi KLC Mabar, Berikut Komentar Manager Loccal Collection Hotel

Loccal Collection Hotel. Foto Ist.

LABUAN BAJO- Tim Komodo Lawyers Club (KLC) Labuan Bajo melakukan investigasi kedua di Loccal Collection Hotel terkait masalah limbah dari hotel itu yang sampai saat ini masih ada bau busuk yang menyengat ketika melintas dijalan raya depan hotel tersebut di kota wisata super premium Labuan Bajo.

“Kita hadir disini sudah yang kedua kalinya, untuk melakukan investigasi terkait bau limbah yang disebabkan oleh hotel Loccal Collection dan sampai hari ini bau limbahnya masih terjadi. Kita sekarang sudah mengkonfirmasi pihak manajemen untuk memintakan klarifikasi. Bagaimana progres setelah ada advokasi publik terkait bau limbah ini. Nanti kita akan ketemukan pak Yon, tetapi dalam jawaban WA tadi malam pak Yon tidak bersedia untuk menerima atau melakukan wawancara saya tidak tau kalau hari ini” ungkap Plasidus Asis Deornay, SH kepada Baranewsaceh.co saat berada di lokasi Hotel tersebut, Kamis, (5/8/2021) siang.

Dikatakannya tujuan kedatangan KLC Labuan Bajo tersebut untuk memastikan sudah sejauh mana pihak hotel mengatasi terkait bau limbah yang menyengat tersebut.

“Tujuannya apa, untuk memastikan progres apakah persoalan limbah ini sudah sejauh mana dikerjakan bagaimana sistemnya. Karena ini delik umum yang menyebabkan banyak orang dirugikan dari limbah ini. Ini baru limbah ini juga terkait tempat parkir ini drainase ditutup. Saya tidak tau ini urusannya instansi terkait sehingga bagaiman amdalnya dulu sehingga bisa lolos. Ini dugaan saya samapai ada kamu flase”, jelas Ketua KLC Mabar itu.

Plasidus Asis Deornay, SH Ketua Komodo Lawyers Club (KLC) Labuan Bajo-NTT, Kamis (5/8). Foto Rikardus Nompa.

Lebih lanjut Asis Deornay menceritakan informasi yang didapat dari KLC Labuan Bajo bahwa dinas terkait sudah memberikan SP untuk hotel tersebut, Iapun menegaskan apakah SP tersebut secara keras dan tegas atau biasa.

“Setau informasi yang kita dapat dari KLC sepertinya Dinas terkait sudah memberikan SP untuk hotel ini. Saya tidak tau untuk SP ini, apakah secara keras dan tegas atau SP biasa. Karena sampai detik ini lokal Collection masih beroperasi. Kita berharap dari sisi publik, ketika ada temuan dan fakta ini mestinya sikap tegas”, tegasnya.

“Saran kita cabut dulu ijinnya sampai selesai masalah limbah ini supaya problem ini tidak terjadi lagi. Tapi kita punya harapan begini ya, ini problem hampir setahun lebih dirasakan warga kota Labuan Bajo, akibat dari bau limbah ini. Bagaimana kegelisahan publik yang menikmati jalan raya ini. Tidak hanya publik, pejabat penting negara juga mereka melewati daerah ini. Ada pengakuan ada penanganan, saya dapat info sudah mengganti vendor, vendor siapa kita tidak ngerti ketika dia mau vendor baru ke apa ke ini selesai limbahnya supaya tidak bau kita ngga pusing intinya bau kelar udah” ujar Asis.

Sementara itu, kata Asis juga saat ini Polres Manggarai Barat merespon masalah ini. Tentu tujuannya adalah untuk kenyamanan masyarakat kota Labuan Bajo dan orang yang berwisata ke kawasan wisata super premium tersebut.

Jon Kadis selaku warga masyarakat Labuan Bajo mengatakan dirinya sebagai warga Kota Labuan Bajo, ketika lewat depan hotel tersebut merasakan bau yang menyengat dan merasakan tidak nyaman.

“Jadi begini, saya penghuni Labuan Bajo, saya menikmati pemandangan dan juga menikmati keindahan. Ketika saya lewat disini itu saya merasakan bau yang menyengat. Kemudian tidak enak jadi saya merasa tidak nyaman kalau lewat disini. Kedua saya juga berpikir ada informasi kepada publik bahwa kawasan ini menjadi kawasan super premium dan ini sungguh mencederai status super peremium itu. Sebagai publik saya merasa saya dirugikan. Kenapa? Saya tidak bisa menikmati perubahan, saya tidak bisa menikmati sesuatu yang nyaman” kata Jon Kadis.

Hal yang senada juga dikatakan Stefan selaku warga Labuan Bajo, yang rumahnya tak jauh dari hotel itu menjelaskan , bau tersebut sudah lama. Iapun mengatakan intinya satu saja jangan bau.

“Jika bau seperti ini merasa terganggu sekali, sudah lama bau seperti ini. Kita sudah beritahu kepada pemerintah, kemudian kepolisian sudah semua intinya satu saja jangan bau”, akunya.

Menanggapi problem tersebut, Stefan mengaku bosan. “Saya sudah bosan dengan problem ini, selebihnya kesadaran manajemen hotel saja”, tutup Efan.

Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Manggarai Barat
Bonaventura Ardin, S.Hut ketika dimintai keterangan oleh media ini mengatakan, bahwa pihaknya sudah memberikan peringatan kepada pihak hotel tersebut dan tim tekhnisnya sudah turun ke lokasi guna untuk memastikan penanganan dari pihak hotel.

“Kami selaku panjang tangan Pemerintah Daerah tidak menutup mata, dan terkait hal ini memang ini menjadi hal penting bagi kami juga untuk melakukan penertiban” katanya

“Dan ini memang tidak boleh terjadi. Kita memang sangat menyesalkan ya, Hotel sebagai akademi wisata yang bergerak di industri pariwisata, yang semestinya sektor ini harus beri contoh, bagaimana dia menyediakan akomodasi yang tidak ramah. Memang patut disayangkan, dan kami sudah melakukan beberapa kali teguran ya”, cetusnya.

Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Manggarai Barat, Kamis (5/8). Foto Rikardus Nompa.

Kata Bona, terkait yang sudah dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Manggarai Barat, ada dari bidang teknis yang sudah melakukan pengawalan dan pengawasan. Agar bau tersebut kedepannya sudah tidak ada lagi. Dan kata dia, dari pihak Dinas akan turun kembali untuk memastikan penanganan dari pihak hotel tersebut.

“Kemudian terkait apa yang sudah kami lakukan. Ada teman dari bidang teknis yang sudah melakukan pengawalan pengawasan dilapangan kemarin, termasuk perkembangan-perkembangan berkaitan dengan kepatuhan-kepatuhan yang mereka lakukan secara bertahap selama ini dan hasilnya pihak hotel juag mengindahkan apa yang kami lakukan mulai kemarin itu tergenangnya limbah dan itu waktu kami turun terakhir limbah itu sudah tidak ada, yang terakhir ini mereka sedang memesan alat berkaitan dengan baunya penyaringannya supaya nanti baunya berkurang setelah alat itu terpasang menurut mereka alatnya sementara dipesan dan sedang ada dalam perjalanan memang terkait pengangkutannya mengalami keterlambatan atau menurut dia kemarin sudah dalam perjalan. Rencananya besok mau turun lagi kebawa tetkait dengan alat yang sudah mereka informasikan kepada kami” Jelas Bona saat berada diruang kerjanya. Kamis, (5/8/2021).

Konfirmasi terpisah Manager Loccal Collection Hotel, Yon melalui Via WhatsApp, Kamis (5/8) petang, mengatakan Kami tidak ada komentar resmi, ini hanya opini salah satu staff kami saja, katanya menanggapi tayangan YouTube GBR NEWS tengah beredar luas dengan judul “Limbah Menyengat, KLC Mabar Geruduk Loccal Collection Hotel”, tulisnya.

Untuk KLC kami sama sekali tidak mau urus. Kami fokus pembenahan limbah sambil koordinasi dengan pihak pemda. Karena saat ini sedang koordinasi dengan pihak DLHK sudah dijalankan.

Loccal Collection Hotel siap memajukan pariwisata Mabar. Apalagi super premium toh. Dengan memberdayakan sdm lokal, tutup Yon. [RN]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed