oleh

Membumikan Gelora Moral Sebagai Katahanan Sosial Masyarakat Nias

 

Jakarta, Baranews —Persatuan, kesetaraan, dan gotong royong di tengah sosial masyarakat yang plural semakin kuat bertumbuh bilamana kesadaran pentingnya etika moral.

Etika moral ini sebagai motor penggerak sosial untuk merawat, saling peduli dan simpati antar golongan masyarakat yang beragam baik etnis, bahasa, agama, ras dan golongan.

Sebaliknya, ketika masyarakat tertentu mengalami perubahan perilaku maka etika moral pun terabaikan. Dampak negatifnya terhadap masyarakat adalah munculnya kerawanan konflik sosial yang ditengarai oleh motif tertentu dan sepele. Misalnya, antar pemuda saling mengejek hingga terjadinya perkelahian yang tak terkendali bahkan nyawa melayang dengan sia-sia.

Menurut Akademisi Yaredi Waruwu (YW) meresponi perilaku sosial di tengah masyarakat Nias saat ini sangat prihatin karena seringnya terjadi perkelahian antar masyarakat.

Menurutnya, untuk memperkuat dan mengeratkan rasa persaudaraan masyarakat perlu ditingkatkan ruang-ruang pertemuan sosial baik berbasis karang taruna, kelompok pemuda berbasis gereja maupun komunitas kepemudaan dan kelompok masyarakat lainnya, tungkas Yaredi Waruwu (YW) di Jakarta, Rabu (22/09/202).

“Dalam forum komunitas masyarakat tersebut nilai-nilai etika moral yang fundamental berbasis kebudayaan dan kearifan lokal menjadi topik utama pembelajaran secara kolektif”.

Dampak dari membumikan gelora moral ini juga sangat berdampak baik terhadap penguatan karakter kebangsaan, nasionalisme, patriotisme dan bela negara yang sasarannya adalah kelompok orang muda baik kalangan milenial maupun generasi Gen Z.

Yaredi Waruwu (YW) menyerukan setiap orang Nias bertanggungjawab menjaga marwah dan martabat kearifan lokal sebagai eksistensi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berideologi Pancasila, tutup Yaredi Waruwu (YW).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed