oleh

Koperasi Seribu Kubah Tahan Konfensasi Anggota, Warga Mengadu Ke Penghulu.

-HEADLINE, RIAU, ROHIL-5031 views



Rohil_baraNews- Ratusan masyarakat peserta plasma kebun PT Jatim Jaya Perkasa (JJP), mendatangi kantor Penghulu Jojol, Kecamatan Kubu Babussalam (Kuba), Kabupaten Rokan Hilir, Kamis (15/4/2021) pagi sekitar pukul 09.00 WIB.

Kedatangan warga ini menyampaikan aspirasi mereka bahwa konfensasi sebesar Rp 300 ribu untuk bulan April 2021 dari kebun Plasma PT Jatim  ditahan oleh Koperasi Seribu Kubah sebagai koperasi pengelola Plasma.

Ketua kelompok pencairan konfensasi Kebun Plasma Kepenghuluan Jojol, Islawati megatakan, saat ingin melakukan pencairan konfensasi anggota di kediaman ketua Koperasi belum bisa dilakukan harus membawa persyaratan poto kopy Kepala Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

” Rabu (14/4/2021) saat ingin melakukan pencairan tidak bisa, dananya ditahan oleh koperasi, katanya harus bawa KTP dan KK penerima baru bisa dicairkan, jika belum, ditahan dulu hingga ada KK dan KTP,” kata Islawati kepada Awak Media, Kamis (15/4/2021) di kantor Penghulu Jojol.

Diterangkan Islawati, koperasi mengatakan poto kopy KK dan KTP tersebut untuk persyaratan penerbitan sertifikat kebun plasma bagi semua peserta.”Biasanya hanya pakai buku dan nomor anggota  plasma saja dalam pencairan, tapi ini harus bawa KTP dan KK, katanya untuk buat sertifikat tanah plasma,” jelasnya.

Sementara itu Datuk Penghulu Jojol, Jufridin Usman mengatakan, awalnya anggota koperasi bernama Sisar menelpon dirinya mentatakan meminta KTP dan KK, namun ia menyampaikan dirinya tak sanggup memberikan KTP dan KK karena belum adanya kejelasan informasi sertifikat  tersebut.

“Saya sampaikan kepada pak Sisar, kalau memang Koperasi Seribu Kubah ingin meminta poto kopy KTP dan KK langsung ke masyarakat, desa siap memfasilitasi, ” ujarnya.

Sebab kata Penghulu, masyarakat peserta plasma meminta penjelasan terkait persyaratan KTP dan KK dari koperasi seribu kubah dan PT Jatim Jaya Perkasa.

“Masyarakat minta penjelasan, jika memang untuk sertifikat, harus benar-benar buat sertifikat masyarakat dan kapan dibuat, kapan pula dibagikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Datuk Penghulu berharap, agar koperasi seribu kubah dan PT Jatim dapat membayarkan konfensasi masyarakat Kepenghuluan Jojol karena sebagian besar peserta plasma merupakan janda dan orang susah serta anak yatim.

“Tolong lah dibayarkan konfensasi masyarakat ini, sebab, peserta plasma ini orang-orang susah, apalagi dibulan puasa ini banyak sekali kebutuhan masyarakat, tentunya dengan adanya pembayaran konfensasi ini masyarakat dapat terbantu dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Diuraikan Penghulu, jumlah peserta plasma masyarakat Kepenghuluan Jojol di zaman almarhum H.Usman M Nur berjumlah 173 Kepala Keluarga (KK) namun sebagian masyarakat sudah menjual kebun plasma mereka sebanyak 73 KK kepada orang luar.

“Yang tinggal hanya 102 Kepala Keluarga lagi yang melakukan pencairan konfensasi setiap bulan, karena banyak yang berjual dengan masyarakat luar desa, hari ini warga ramai-ramai datang ke kantor desa mempertanyakan kenapa konfensasi mereka tak dibayar, terkait persoalan ini saya akan koordinasi denagn pemerintah kecamatan Kubu Babussalam,” akunya.

Terpisah ketua koperasi Seribu Kubah, Kamalul Matwafa melalui Sekretaris Koperasi Seribu Kuba, Lukman SH mengatakan, persyaratan KTP dan KK tersebut sudah lama dimunta dalam mendukung program pemerintah pusat melalui BPN Rokan Hilir dalam pembuatan sertifikat tanah kebun plasma.

“Konfensasi ini bukan tidak dibayarkan, tapi, hanya diminta kepada peserta plasma membawa KTP dan KK untuk persyaratan membuat sertifikat sesuai arahan Kepala BPN Rokan Hilir, uangnya ada, jika bawa KTP dan KK langsung dibayarkan,” pungkasnya.

(Hamdani)



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed