oleh

Koordinator BPP Kubu, Dituding Gelapkan Bantuan Pupuk Itu Tidak Benar.




RIAU_BARANEWS- Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kubu, Kabupaten Rokan Hilir, Abdul Muis membantah keras jika dirinya melakukan penggelapan bantuan pupuk jenis NPK 1515 milik Gapoktan Karya Mulya, Kepenghuluan Teluk Piyai seperti yang diberitakan salah satu media Online baru-baru ini.


“Saya dituding melakukan penggelapan bantunan pupuk milik petani yang tergabung di Gapoktan Karya Mula, saya membantah keras bahwa itu tidak benar,” kata Abdul Muis kepada Wartawan, Jumat (24/9/2021) di Pekan Baru.


Diterangkan Abdul Muis, dirinya dituding melakukan penggelapan bantuan pupuk milik Gapoktan Karya Mulya sebanyak 3750 kilo gram (Kg). Pada dasarnya, pupuk  tiga ton tersebut merupakan milik tiga kelompok tani intensifikasi tanaman jagung yang berada di 3  Kepenghuluan dan sudah  disalurkan kepada kelompok penerima.


“Itu pupuk intensifikasi petani jagung di tiga Kepenghuluan, yakni di Kepenghuluan Teluk Piyai Pasisir diterima kelompok Tani Bumi Lestari, kemudian di Kepenghuluan Sungai Panji-panji diterima kelompok tani Karya Bakti dan di Kepenghuluan Sungai Pinang diterima kelompok tani diketuai, Hamdani, masing-masing kelompok mendapat satu ton” jelasnya  


Menurut Muis, pada saat bantuan pupuk diantar oleh rekanan beberapa waktu lalu turun di Kepenghuluan Teluk Piyai, begitu bantuan pupuk tiba, langsung diambil tiga kelompok tani intensifikasi tanaman jagung tersebut.


“Mungkin barang kali masyarakat salah menilai, pupuk yang semula turun di Kepenghuluan Teluk Piyai kenapa dibawa keluar Kepenghuluan, disini terjadi kekeliruan hingga terjadi pemberitaan yang menyudutkan BPP Kubu,” ujarnya.


Memang kata Abdul Muis, dirinya ada mengambil bantuan pupuk tersebut sebanyak 750 kilo gram (Kg) sebagai pengganti pupuk miliknya pada saat dilaksanakan program IP-200 di Kepenghuluan Teluk Piyai di tahun 2021 ini.


“Pada program IP-200 pemerintah membantu paket pupuk, hanya saja bantuan pupuk ini terlambat masuk, saat itu  saya ikut serta menanam padi diatas lahan seluas 6 hektar, jadi jauh hari sudah saya sampaikan kepada ketua Gapoktan Karya Mulya, Setu Suyono bahwa saya mau juga  bantuan pupuk itu untuk mengganti pupuk yang saya beli pribadi pada saat IP-200 dan dibolehkan oleh ketua Gapoktan,” ucapnya.


Dalam pemberitaan itu juga dituding bahwa BPP Kubu secara langsung mengambil alih membagi-bagikan bantuan pupuk kepada kelompok tani yang tergabung di Gapoktan Karya Mulya dan Gapoktan Cahaya Abadi.


“Pada dasarnya tidak seperti itu, cuma BPP kubu diminta ketua Gapoktan turut serta  membantu membagikan bantuan pupuk itu, BPP juga sudah pegang pernyataan bukti permohonan ketua Gapoktan kepada BPP meminta BPP untuk membantu membagikan bantuan pupuk kepada kelompok tani,” akunya.


Abdul Muis mengatakan, atas pemberitaan itu membuat dirinya dan keluarga merasa dirugikan secara sosial, ia menegaskan bahwa tuduhan itu sama sekali tuduhan liar yang tidak dapat dipertanggung jawabkan.


“Sekali lagi saya tegaskan, bahwa saya hakqul yakin tidak ada niat menggelapkan bantuan pupuk milik petani, tiga ton yang dituduhkan saya gelapkan itu milik tiga kelompok tani intensifikasi tanaman jagung, kemudian yang  750 kilo pengganti pupuk yang saya beli saat program IP-200,” pungkasnya.(HAMDANI)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed