oleh

Ketum PBTI: Era Digital Barus Dihadapi, Bukan Dihindari

Padang – Berkat sistem aplikasi digital yang dikembangkan oleh PBTI, yaitu Taekwondo Indonesia Integrated System (TIIS), Ribuan Taekwondoin se-Kota Padang dapat mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) dari lima tempat yang berbeda.

Adapun lima lokasi untuk UKT Geup itu adalah Plaza Andalas, SMA Kartika, GOR Beladiri KONI, kampus UBH Aie Pach dan Mako Kodim 0312/Padang.

 

Penggunaan System ini di awali dari para taekwondoin yang mengikuti UKT mendaftar di aplikasi TIIS, agar mempermudah tahapan berikutnya sampai hasilnyapun bisa di ketahui dan di terima dengan cepat, sehingga akuntabilitas dan transparansi nya bisa di pertanggungjawaban

Sekum Pengprov TI Sumbar, Budi Ilyas mengatakan bahwa, sistem TIIS ini merupakan program PBTI dan kita di Sumbar dan Padang khususnya mempergunakan sistem TIIS ini untuk mempermudah dan mempercepat kegiatan Taekwondo seperti UKT Geup ini. “Kita bisa mengendalikan UKT di kota Padang tersebut, dari satu tempat walaupun kegiatan UKT nya di lima lokasi berbeda,” ungkapnya melalui keterangan, Senin (26/9).

“UKT kali di selenggarakan oleh Pengkot Kota Padang dan di ikuti oleh 1.147 taekwondoin, dengan rincian di Komplek GOR H. Agus Salim sebanyak 146 orang, di Plaza Andalas sebanyak 400 orang, di Mako Kodim 0312 Padang sebanyak 169 orang di Kampus Bung Hatta Aie Pacah sebanyak 236 orang dan di SMA Kartika sebanyak 196 taekwondoin,” ujar Budi Elyas yang di dampingi Efri Endryadi Hasan dan Eko Prasetyo, pengurus TI kota Padang

Ditempat terpisah, Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Letjen TNI (Purn) Thamrin Marzuki, di samping mengapresiasi Pengprov TI Sumbar dan pengkot Kota Padang yang telah menggunakan aplikasi digital TIIS dalam kegiatan UKT.

Juga menyampaikan bahwa, sudah saatnya para Pengurus Provinsi menerapkan aplikasi TIIS dalam segala kegiatan Taekwondo seperti UKT dan turnamen. “Sebagai organisasi yang modern Pengprov – Pengrov TI seluruh Indonesia harus menjadikan era digital sebagai tantangan yang harus di hadapi, bukan malah di hindari,” kata Thamrin. (Red).

Connects once per page in :

Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *