oleh

Kepala Sekolah SD Swadaya Bandar deras Kec.Kubu Diduga Pungli SPP dan Tidak Transparan Dana BOS



Rohil_BaraNews– Di Duga Masriyadi Kepala Sekolah SD Swadaya Bandar deras Desa Sei.Segajah Makmur Kec. Kubu tidak transparan dalam keterbukaan Pengelola Dana Bantuan Operasional Sekolah ( BOS )

Pasalnya banyak dana – dana yang di duga cair namun tidak tersalurkan dan di fungsikan sebagai mana mestinya dan kini menjadi polemik dan tanda tanya antara Guru, Dan Orang Tua Murid Selasa 30/08/2022

 

Anehnya lagi Per Siswa Dikenakan biaya SPP Perbulan Rp.30.000 serta pengambilan Raport sebsar Rp.20.000 Persiswa, Sedangkan Jumlah siswa yang ada di SD Swadaya ini Sebanyak 60 orang mirid , Disini ada dugaan praktek Pungutan liar(Pungli ) ,Sesuai Peraturan Presiden RI Joko Widodo telah menerbitkan ”Perpres Nomor 87 Tahun 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar”. Berdasarkan Perpres ini, Pemerintah RI telah memberikan legalitas kepada SATGAS SABER PUNGLI untuk memberantas praktek PUNGLI di Indonesia.

selaku Guru Honorer SD Swayada kepada awak media saat di temui mengatakan”

“Sepengetahuan saya selama ini tidak pernah mengadakan rapat Internal antara Kepala Sekolah dengan Komite maupun Pendiri dan wali murid Terkait bantuan – bantuan yang pernah disalurkan baik dari Pemerintah maupun pihak Donatur berkesan tertutup dan tidak transparan (terbuka), Apa Lagi Dana BOS bahkan seperti yang selama ini diketahui bahwa komite sekolah pun juga tidak tahu”

Anehnya lagi Termasuk Dana Covid-19 yang diberikan Pemerintah Kepada Guru Tidak Tersalurkan Bahkan Tidak Mengetahui Adanya Bantuan Laptop Sebanyak 15 Unit Dari Pemerintah

“Dari pengakuan Kepala Sekolah SD Swadaya Bondar Deras Masriyadi saat dikonfirmasi mengatakan ” Status sekolah itu sekarang sudah diakui menjadi Yayasan Swadaya sesui dengan adminitrasi yang diurus bahkan saat ini sedang pengurusan kedua melalui online”ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan kalau masalah kepengususan sudah banyak dilakukan untungnya ada Lembaga Cinta Umat yang mana kita mendapat sebagian bangunan dan satu unit septor untuk menunjang transpot bahkan saya tidak mau diberi uang tunai ,maunya saya langsung diberi bangunan
kalau berbentuk uang masalanya sensitif.ujarnya

Terkait laporan masyarakat yang mengatakan saya jarang datang ke Sekolah memang itu benar ,Mungkin kalau satu bulan sekali memang saya datang kesekolah sebab saya sudah menyerahkan kepengurusan kepada ibu Tinah kalau tak ada wakil ibulah sebagai wakil,rawat sekolah dan anak didik segala macam sebab saya banyak kesibukan ke Dinas.

Saya juga siap menerima Konsekwensi dari manapun apa bila ada masalah terkait sekolah ini bahkan saya siap diberhentikan ,”ucapnya

Lanjut nya “Yayasan ini yang memegang ada tiga ketua Bendahara dan sekretaris yang mana yayasan ini atas nama Egi Irianto beliau adalah pendiri pertama Sekolah swadaya ini.

Sebelumnya sudah ada dua Kepsek yang tidak sanggup mengurus sekolah ini bahkan keduanya lari malam jadi saat saya jadi kepsek di situ semuanya saya yang mengurus tentunya sudah banyak menghabiskan dana.

“Memang Dana Bos tidak pernah saya paparkan dikarenakan tidak Ada yang menggugat dan mempertanyakan , namun pertama menerima dana bos hanya sebesar Rp 6 juta dengan rincian 4 bulan sakali pengambilan dari Dana tersebut dipotong biaya kesana kemari dan honor Guru sebesar Rp 400 Ribu/Bulan bahkan kalau diperhitungkan saya masih menombok.” Pungkasnya


(Hamdani)

Connects once per page in :

Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.