oleh

Hasil Monitoring Komisi III DPRD Mabar Sebut Pembangunan Puskesmas Wersawe Kokoh

Kondisi Pembangunan Puskesmas Wersawe, Selasa (23/11/2021). Foto Rikardus Nompa.

LABUAN BAJO, BARANEWS –Pembangunan daerah dalam berbagai bidang, baik infrastruktur, pendidikan dan kesehatan, kini terus menjadi sorotan publik dan perbincangan hangat di tengah masyarakat. Salah satunya pembangunan Puskemas Wersawe di Desa Cunca Wulang Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.

Pembangunan Puskesmas Wersawe yang berasal dari dana alokasi khusus (DAK) tahun anggaran 2021 menelan biaya sebesar Rp 7 Miliar lebih mendapat sorotan langsung dari Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manggarai Barat.

Melaksanakan fungsi pengawasan, Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manggarai Barat melakukan monitoring pembangunan Puskesmas Wersawe ditengah perbincangan publik, Selasa (23/11/2021) pagi.

Hadir dalam monitoring itu, Blasius Janu anggota DPRD Partai Hanura, Agustinus Jik atanggota DPRD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Vitus Usu anggota DPRD Partai Nasdem. Monitoring yang dilakukan berawal dari adanya sebagian struktur bangunan yang mengalami rusak pada tanggal 7 November 2021 lalu.

Komisi III DPRD Manggarai Barat bersama Konsultan Pengawas di lokasi Pembangunan Puskesmas Wersawe, Selasa (23/11/2021). Foto Rikardus Nompa.

Blasius Janu menjelaskan hasil monitoring yang dilakukan oleh Komisi III menunjukan bangunan Puskesmas di Wersawe itu terlihat kokoh setelah diperbaiki.

“Memang betul salah satu bagian pernah rusak yaitu salah satu balok penyangga dilantai II mengalami patah. Tetapi setelah diperbaiki terlihat sangat kokoh,” ujarnya.

Dijelaskanya, terkait informasi yang beredar ada bangunan yang roboh, itu tidak benar. Sesungguhnya bukan roboh, hanya ada sebagian kecil struktur bangunan yang rusak, yaitu balok penyangganya patah.

“Intinya itu bangunan sudah kokoh setelah diperbaiki,” katanya.

Anggota DPRD Mabar yang turut hadir dilokasi pembangunan Puskesmas Wersawe Agustinus Jik, mengatakan berdasarkan pantuanya, balok yang patah itu disebabkan oleh penggunaan besi 13 mili dengan kondisi rentangan yang panjang sementara beban bangunanya cukup tinggi.

Menghindari terjadi kerusakan lagi, lanjut Agus Jik, maka pihak kontraktor pelaksana menambahkan satu tiang penyangga di salah satu bagian bangunan yang baloknya pernah mengalami patah.

Tampak depan pembangunan Puskesmas Wersawe, Selasa (23/11/2021). Foto Rikardus Nompa.

“Mereka sudah perbaiki dan menambahkan satu tiang penyangga,” katanya.

Meski telah lakukan perbaikan, Blasius Janu maupun Agustinus Jik mengatakan agar semua pihak yang terkait dalam pembangunan Puskesmas tersebut harus membuat pernyataan tertulis bahwa bangunan tersebut aman digunakan untuk kemudian hari.

“Rekomendasi yang kami sampaikan adalah buat perbaikan dan itu sudah diperbaiki. Dan harus membuat pernyataan tertulis oleh PPK, konsultan pengawas, konsultan pelaksana bahwa perbaikan yang dilakukan itu aman untuk kedepanya,” jelas keduanya.

Selain itu, keduanya ingin memastikan semua proyek pembangunan berjalan dengan baik dan lancar. Juga berharap kepada pihak pemborong, bisa melaksanakan pembangunan tepat waktu, dan tidak mengesamping kualitas.

Dibangunnya Puskesmas Wersawe diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya masyarakat Kecamatan Mbeliling.

Paket Pengerjaan

Pembangunan Puskesmas Wersawe dengan Nomor Kontrak DINKES. 442.1/52/VII/2021. Jangka waktu pelaksana 150 hari kalender terhitung 6 Juli 2021 sampai 2 Desember 2021. Nilai Kontrak 7.538.628.735, 78- (Tujuh Miliar Lima Ratus Tiga Puluh Delapan Juta Enam Ratus Dua Puluh Delapan Ribu Tujuh Ratus Tiga Puluh Lima Rupiah). Kontraktor Pelaksana PT. Putri Carissa Mandiri. Konsultan Perencana CV Oe Bazin Consultan. Konsultan Pengawas CV Galaksi Permai Konsultan. Sumber Dana DAK Reguler. [RN]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed