oleh

Gautami Putri: Dengan Biaya Murah Pupuk Cair Temuan Kami Membuat Tanaman Lebih Suhur

 

 

SJAKARTA, BARANEWS | Seorang guru dari SMP 187 JAKARTA Barat berhasil menemukan pupuk cair dan siap untuk diproduksi.

Dengan percobaan 1 – 2 karung buah pisang menghasilkan 3 liter pupuk cair. Guru Gautami mendapat bantuan dari rekan guru dahulu di SMP 45 Jakarta.

Di SMP 45 dahulu dirinyakan selaku pembina KIR. Sehingga ada kerja sama dengan Dinas Kebersihan DKI. Namun, hasil akhirnya bau kurang sedap. Kemudian, aromanya ia tambahkan pandan menjadi wangi. Ini masih Skala kecil per liter Rp. 200.000. Kalau sudah skala besar bisa murah per liternya.

“Saya akan buat lagi dengan yang variasi buah buahan hanya belum punya waktu cukup. Nanti saya sebarkan ke.alumni SMA Negeri 1 Maninjau. Ada yang pesan 2 orang dan yang alumni SMP Negeri 1.” Jelas Gautami Putri Saleh, SPd, MPd.

Menurutnya saat ini sudah balik modal. Anggaran yang harusnya sekolah yang buat jadi ada inovasi barunya.

“Saya ingin usaha ini jadinya membuat lebih subur tanaman. Ini sudah saya coba disekolah dan di rumah. Perhitungkan dahulu larutan perbandiannya berapa air dan pupuknya ya jadi kalau sudah ada hitungannya baru ok karena sekolah juga belum mengeluarkan dana.”Lanjut Guru IPA ini.

Alhamdulillah seorang guru dari SMP 187 Jakarta berhasil menemukan pupuk cair dan siap untuk diproduksi.

Dengan percobaan 1 – 2 karung buah pisang menghasilkan 3 liter pupuk cair. Guru Gautami mendapat bantuan dari rekan guru dahulu di SMP 45 Jakarta.

Di SMP 45 dahulu dirinya punya posisi selaku pembina KIR. Sehingga ada kerja sama dengan Dinas Kebersihan DKI. Namun, hasil akhirnya masih ada bau kurang sedap. Kemudian, aromanya ia tambahkan pandan menjadi wangi. Ini masih Skala kecil per liter Rp. 200.000. Kalau sudah skala besar bisa murah per liternya.

“Saya akan buat lagi dengan yang variasi buah-buahan hanya belum punya waktu cukup. Nanti saya sebarkan ke alumni SMA Negeri 1 Maninjau, Sumatera Barat. Ada yang pesan 2 orang dan yang alumni SMP Negeri 1.” Jelas Gautami Putri Saleh, SPd, MPd.

Menurutnya saat ini sudah balik modal. Anggaran yang harusnya sekolah yang buat jadi ada inovasi barunya.

“Saya ingin usaha ini jadinya membuat lebih subur. Ini sudah saya coba di sekolah dan di rumah. Perhitungkan dahulu larutan perbandiannya berapa air dan pupuknya ya jadi kalau sudah ada hitungannya baru ok karena sekolah juga belum mengeluarkan dana.

Hitungan kimia tentang konsentrasi larutanAda anak teman yang punya hasil langsung wangi kalau saya tidak hasil awal bau dari dinas kebersihan DKI saya buat inovasi jadi wangi Ya saya harus hitung larutan 1 liter air berapa banyaknya larutan pupuk cair saya mau uji coba di laboratorium IPA bersama anak anak KiR
Pupuk dari pisang apa gerangan kiranya?

Pisang uli

“Sudah di saya dapat kosentrasi larutan 15 ml pupuk cair dilarutkan ke dalam 100 ml air. Insha Allah saat saya ke sekolah untuk melihat perkembangan pada tanaman cabai.” Tegas Gautami.

Seandainya lambat pertumbuhannya dia tambah lagi pupuknya kalau saya jual Rp. 200. 000 perdana itu tidak mahal karena bisa untuk berapa lama.  Pisang bukan unsur melainkan buah itu sifat hasil dari fermentasi seperti pembuatan tapai.

Jadi kalau dibuka seperti ada gas Makanya ada pipa untuk mengurangi tekanan gasnya.

“Nanti saya akan buat bukunya untuk handout orang yang beli. Rencana sudah minta izin kepsek tadi untuk uji konsentrasi larutan tanaman cabai kebetulan di rumah banyak tanaman bibit cabai.” Lanjut Gautami.

Gas itu akibat dari fermentasi jadi ada tekanan Nitrogen,Calsium,Pospor dan Magnesium Hitungan kimia tentang konsentrasi larutan.
Ada anak teman yang punya hasil langsung wangi kalau penemuannya tidak. Pada hasil awal bau dari dinas kebersihan DKI, kemudian saya buat inovasi sehingga menjadi wangi.

Alhamdulillah seorang guru dari SMP 187 Jakarta berhasil menemukan pupuk cair dan siap untuk diproduksi.

Dengan percobaan 1 – 2 karung buah pisang menghasilkan 3 liter pupuk cair. Guru Gautami mendapat bantuan dari rekan guru dahulu di SMP 45, Jalan Utama Raya No. 45 Cengkareng, Jakarta Barat. (RED)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed