oleh

Gagal Panen, Petani Compang Longgo Salahkan Tambang Handel Berseri

Peserta rapat langsung meninjau aktivitas normalisasi hasil kesepakatan yang tertuang dalam poin 2 (dua) yang disaksikan oleh semua peserta rapat yang hadir sehingga air mengalir lancar menuju persawahan warga, Selasa (11/5/2021). Foto Rikardus Nompa.

LABUAN BAJO- sekitar 582 hektare lahan tanaman padi di Desa Compang Longgo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, dipastikan mengalami gagal panen. Petani yang ada di Desa Compang Longgo harus menelan pil pahit. Pasalnya, sudah 5 tahun berturut-turut, petani disana terus mengalami kerugian akibat gagal panen.

Petani menilai gagal panen yang menimpanya diakibatkan air di Bendungan Wae Cebong terhambat karna aktivitas tambang galian C oleh Kelompok Handel Berseri.

Diketahui Kelompok Handel Berseri yang bergerak di bidang tambang galian C, yang semau-maunya menambang tanpa memikirkan para petani. Irigasi desa yang digunakan petani untuk mengairi sawahnya di bagian hulu sudah rusak akibat ulah para penambang tersebut.

“Sejak ada galian C, sawah-sawah mengalami kekeringan. Tidak bisa ditanami. Saluran irigasi juga rusak,” kata Ketua BPD Compang Longgo, Blasius Jaga, saat ditemui Baranewsaceh.com, Selasa (11/5/2021) siang, di lokasi galian C pasca mediasi di Kantor Camat Komodo.

Ketua BPD Compang Longgo, Blasius Jaga (Helm) tengah menjelaskan situasi terjadi akibat aktivitas Kelompok Handel Berseri dihadapan peserta rapat, Selasa (11/5/2021). Foto Rikardus Nompa.

Blasius Jaga mengatakan, aktivitas penambangan di Desa Compang Longgo sudah berlangsung‎ selama sekitar 5 tahun. Para penambang tidak hanya mengeruk batu dan pasir di bantaran sungai, tapi juga merambah hingga ke tengah sungai.‎ Batu dan pasir dikeruk menggunakan alat berat.

Dirinya mengaku kecewa dengan adanya aktivitas Kelompok Handel Berseri diseputar bendung tanpa memikir dampak lebih.

Guna menghindari adanya konflik antara masyarakat sekitar dengan para pengusaha tambang yang sudah mengantongi izin, Camat Komodo meminta agar dilakukan peninjauan kembali terhadap operasi tambang yang ada di Desa Compang Longgo. Hal itu tertuang dalam hasil kesepakatan pembahasan permasalahan penambangan galian C dan upaya penyelamatan fasilitas umum serta lingkungan di Desa Compang Longgo yang berlangsung di Aula Kantor Camat Komodo, Selasa (11/5/2021) pagi.

Menyikapi masalah operasi tambang galian c yang dinilai cukup meresahkan masyarakat, Camat Komodo langsung meninjau aktivitas normalisasi hasil kesepakatan yang tertuang dalam poin 2 (dua) yang disaksikan oleh semua peserta rapat yang hadir sehingga air mengalir lancar menuju persawahan warga.

Sementara itu Kepala Desa Compang Longgo, Fabianus Sugianto Odos mengatakan kunjungan peserta rapat di lokasi itu pada intinya hanya tindakan penyelamatan atas kekurangan debit air yang masuk ke arah bendungan.

Hasil kesepakatan yang tertuang dalam berita acara, dirinya menegaskan akan ditindaklanjuti.

“Setelah lebaran, mau tindaklanjuti hasil rapat itu. Undang juga Kepala Desa Golo Bilas dan Kelompok Tani Desa Golo Bilas yang ada di Walang, tulisnya melalui sambungan WhatsApp, Jumat (14/5/2021) malam. (RN)

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed