oleh

Faktual! Nujumuddin paparkan teknologi pengelolaan sampah, Direktur Pengelolaan Sampah KLHK Hadir

 

JAKARTA, BARANEWS  – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terus merespon kondisi permasalahan sampah di Indonesia.

Selain jumlah sampah yang terus meningkat seiring dengan laju pertambahan penduduk dan perubahan pola konsumsi, komposisinya juga semakin beragam.

Sejak 2015, KLHK telah memberikan perhatian besar terhadap pengurangan sampah, terutama sampah plastik sekali pakai yang sulit dikelola.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Pengelolaan Sampah Ditjen PSLB3 KLHK Novrizal Tahar kepada wartawan dalam sarasehan pengelolaan sampah dengan teknologi pembakaran tanpa asap di Jakarta, Kamis (28/10/2021)

Menjadi penyaji tunggal dalam sarasehan tersebut adalah Dr. (C) Nujumuddin, M.Si, ia memaparkan secara rinci manfaat pengelolaan sampah dengan metode pembakaran tanpa asap

“Sampah harus dikelola sendiri yang umumnya dengan dibakar di tempat sampah terbuka (open pit). Tentunya pembuangan sampah terbuka ini banyak menimbulkan masalah, selain tampak kotor, juga berbau, banyak binatang, lalat, dan lain-lain. Pembakaran membutuhkan bahan bakar dan menimbulkan asap pekat yang dapat menganggu kesehatan serta pembakaran sampah tidak dapat dilakukan ketika musim hujan. “Jelas Nujum

“Tungku Bakar Sampah (TBS) adalah cara pengelolaan sampah yang melibatkan pembakaran sampah secara tertutup. Sampah dimasukan kedalam tungku bakar dari atas dan dibakar dari lubang bakar. Pembakaran sangat mudah bisa dilakukan ketika hujan atau panas serta menghasilkan asap yang lebih sedikit. Namun tentu asap pembakaran ini menimbulkan polusi udara dan masih mengganggu kesehatan. “Paparnya

“Setelah melakukan beberapa rancang bangun, telah dibuat perangkat “pencuci asap” dengan prinsip dengan cara menyemprot asap dengan air menggunakan mikro sprayer dari teknik fertigasi pertanian untuk menyaring partikel asap. Teknik menghilangkan asap ini meniru fenomena yang terjadi di alam dimana ketika selesai hujan udara akan lebih segar dan asap hilang. Setelah melakukan beberapa kali perubahan desain telah ditemukan desain sprayer air bertingkat yang dapat menyerap partikel asap. Air sebagai filter akan keruh dengan partikel asap setelah beberapa waktu dilakukan sirkulasi. Air yang mengandung partikel asap ini dapat dimanfaatkan sebagai pestisida organik untuk tanaman. “Tuntasnya

Laporan: Paul

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed