oleh

Diduga Koordinator BPP Kubu Sunat Bantuan Pupuk Gapoktan Karya Mulya.


Rohil – baranews. 

Oknum Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), Kecamatan Kubu, Abdul Muis di duga menyunat bantuan pupuk jenis NPK 1515 milik Gapoktan Karya Mulya, Kepenghuluan Teluk Piyai, Kecamatan Kubu, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau.


Bantuan Pupuk Jenis NPK tersebut yakni bantuan pamerintah pusat menggunakan Anggaran APBN tahun 2021. Bantuan ini diterima langsung oleh ketua Gapoktan Karya Mulya, Setu Suyono, Selasa 24 Agustus 2021 lalu.


Dalam melancarkan aksinya, oknum BPP Kubu meminta ketua Kelompok Tani Pelita III, Sugiono membawa pupuk tersebut di ke-kediamannya di Kepenghuluan Teluk Nilap, Kecamatan Kubu Babussalam (Kuba).


Tak-tanggung-tanggung di duga bantuan pupuk dari pemerintah pusat untuk Program IP-200 di Kepenghuluan Teluk Piyai disunat (diambil) koordinator BPP Kubu mencapai 3,750 (tiga ton tujuh ratus lima puluh) kilo gram (Kg). 


Tindakan yang dilakukan oknum koordinator BPP Kubu ini jelas penyalahi aturan dan  wewenang serta merugikan masyarakat kelompok tani yang tergabung di Gapoktan Karya Mulya Kepenghuluan Teluk Piyai.


Aparat Penegak Hukum (APH) Polres Rokan Hilir diminta agar mengusut tuntas dugaan penyaliapan bantuan pupuk dari pemerintah pusat yang dilakukan koordinator BPP Kecamatan Kubu.


Ketua kelompok Tani Pelita III, Sugiono yang akrap disaba Bonok kepada Wartawan, Senin (20/9/2021) saat ditemui dikediamannya membenarkan bahwa ada membawa pupuk NPK 1515 milik koordinator BPP Kubu sebanyak 15 sak.


“Ya.. benar ada pak Muis Koordinator BPP Kubu menitip pupuk NPK 1515 kepada saya, sekarang pupuknya masih ada dikediaman saya, alasannya untuk menanam padi,” ujarnya.


Sementara itu ketua Gapoktan Karya Mulya, Setu Suyono mengatakan, bahwa sebelumnya koordinator BPP kubu meminta izin kepada dirinya bahwa pendistribusian Pupuk tersebut kepada kelompok yang menerima di urus koordinator BPP Kubu. 


“Bahkan sebelumnya kepala BPP Kubu juga ada mengambil pupuk bantuan IP-200 sebanyak tiga ton dengan alasan dipinjam untuk tenaman jagung dibawa ke Kepenghuluan Sungai Daun,” ujarnya.


Nemun tambah ketua Gapoktan, setelah bantuan pupuk masuk dari Provinsi untuk program tanaman jagung sebanyak empat ton, satu ton jatah ketua Gapoktan Karya Mulya dan yang ditinggalkan koordinator BPP Kubu hanya satu ton.


“Sementara bantuan pupuk program IP-200 yang semula diambil kepala BPP Kubu sebanyak tiga ton belum dikembalikan kepada petani, kalau ditotal semua ada 3,750 kilo gram pupuk yang diambil kepala BPP Kubu,” sebutnya

Ketika di Konfirmasi Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), Kecamatan Kubu, Abdul Muis terkait diduga menyunat Bantuan Pupuk Gapoktan Karya Mulya menyanggah bahwa perihal tersebut tidak benar.

“Terkait hal itu saya tidak ada melakukannya, dan hal itu tidak benar”tutupnya. 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed