oleh

Di Gayo Lues, Latar Belakang Sarjana Pendidikan Dilecehkan Oknum Pejabat

Ilustrasi/net
Ilustrasi/net

 

GAYO LUES, BARANEWS  – Rapat Evaluasi Anggaran Tahun 2022 di Ofrrom Setdakab Gayo Lues yang dihadiri oleh Para Asisten, Para SKPK, Para Camat Selasa (3/11/2022).

Acara tersebut dipimpin oleh Plt. Sekda Kabupaten Gayo Lues berlangsung pada Tanggal 01 November 2022 hari Senin. Acara di oproom Setdakab tersebut dihadiri semua SKPK Se-Kabupaten Gayo Lues.

Setelah arahan dan bimbingan dari Plt. Sekda Irwansyah dan selanjutnya diperintahkan secara bergilir semua kepala Dinas, Kepala Badan dan para Camat maupun yang lainnya masing-masing menyampaikan keluhan.

Hambatan dan persentase capaian anggaran yang sudah dilakukan dan juga yang belum namanya juga sesuai judul surat undangan tersebut yaitu evaluasi maka setibanya giliran inisial JA selaku Kepala Bappeda Gayo Lues.

Beliau menyampaikan unek-uneknya dan menyalahkan tim baperjakat menempatkan orang yang salah ke Bappeda karena tidak mampu apapun karena Backgroundnya hanya S.Pd (Sarjana Pendidikan) yang sama sekali tidak tau apa-apa dan lambat untuk adaptasi sementara kami butuh orang profesional.

Menyikapi pernyataan JT tersebut, Wahiddin Porang yang merupakan salah satu pejabat di lingkungan Pemkab Gayo Lues berlatar belakang pendidikan Sarjana Pendidikan (S.Pd) menilai JT tidak etis mengungkapkan hal itu di depan forum.

“Saya anggap kurang enak ketika ada pelecehan dan menganggap remeh terhadap Almamater seorang Guru yang tidak ada harga diri di depan pimpinan Pak Plt. Sekda kata-kata itu diutarakan,” jelas Wahidin Porang yang berlatar belakang guru.

Kata Wahid, masalah menempatkan yang berlatar belakang sarjana pendidikan di posisi mulai dari Kasi, Kabid, Sekretaris, Kepala Dinas, Camat, semuanya adalah keputusan Bapak H. Muhammad Amru selaku mantan Bupati dan H.Said Sani selaku wakil Bupati.

“Kenapa yang keberatan JT tidak memprotes langsung keputusan Bupati dan wakil Bupati Gayo Lues ketika itu menempatkan yang berlatar belakang sarjana pendidikan sebagai pejabat atau staf di Bappeda”, sebut Wahiddin.

Wahiddin berharap bagi yang merasa berkeberatan dengan latar belakang sarjana pendidikan jadi pejabat atau staf di instansi Bappeda atau instansi lainnya silahkan ajukan ke bapak Pj Bupati yang berlatar belakang sarjana pendidikan di non job kan saja, karena menurut JT lambat beradaptasi dan tidak pandai bekerja. (Tim).

Connects once per page in :

Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *