oleh

Demo Tolak Geothermal, Aktivis PMKRI Ceramahi Sekwan Mabar

Situasi Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ruteng bersama PMKRI Kota Jajakan Labuan Bajo menggelar aksi unjuk rasa di kantor DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Rabu (2/2/2022). Foto Rikardus Nompa.

LABUAN BAJO, BARANEWS –Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ruteng bersama PMKRI Kota Jajakan Labuan Bajo menggelar aksi unjuk rasa di kantor DPRD Kabupaten Manggarai Barat.

Aksi yang berlangsung didepan pintu masuk menuju ruang pramutamu itu dihadiri oleh puluhan kader dan kelompok masyarakat Wae Sano, Rabu (2/2/2022) sekitar pukul 13.00 Wita.

Aktivis PMKRI dan masyarakat Wae Sano menyuarakan penolakan terhadap rencana eksplorasi dan eksploitasi panas bumi atau geothermal Wae Sano, di Desa Wae Sano, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pantauan Baranewsaceh.com, masa aksi tiba dikantor DPRD Manggarai Barat dengan situasi sepi, seakan tanpa penghuni. Para demonstran berpapasan langsung dengan petugas gabungan yang mengamankan jalannya aksi tersebut. Kembali terlihat hanya Sekwan dan beberapa pegawai yang menemui para demonstran.

Terpantau, pendemo sebelum memulai orasinya, terlebih dahulu menyanyikan beberapa lirik lagu ciptaan Iwan Fals yang berjudul “Surat Buat Wakil Rakyat” dengan nada kompak dan keras.

Dihadapan Sekwan Mabar, Stefan Jemsifori, Ketua PMKRI Cabang Ruteng mengatakan tidak etis jika aksi yang dilakukanya tidak berhadapan langsung dengan pimpinan maupun anggota DPRD Manggarai Barat. Hal ini saat diketahui sebagian besar anggota DPRD Mabar sedang tidak berkantor.

“Tidak mungkin kami sampaikan aspirasi di depan Sekwan, tidak etis”, kata Yohanes Nardi Nandeng, disambar teriakan kata betul dari masa aksi.

Kembali terpantau, terjadi perdebatan panas antara masa aksi dengan Sekwan Mabar. Dikarenakan seruan ataupun tuntutan mereka terksan sepele. Terlihat dihadapan Sekwan Mabar dan petugas gabungan, masa aksi berbaris rapi membawa sejumlah spanduk dengan tulisan “Tolak Geotermal” dan satu keranda atau peti mayat dengan tulisan “RIP Nurani DPRD Mabar”.

Dihadapan para aktivis PMKRI dan masyarakat Wae Sano, Sekretaris Dewan (Sekwan) Manggarai Barat, Stefan Jemsifori menyampaikan beberapa poin.

“Ase dengar saya sebagai tuan rumah, saya tuan rumah kunjungan adik-adik ini. Saya tuan rumahnya, saya mau bicara satu dua hal dulu”, kata Sekwan sambil mencari mic.

Poin pertama, “kegiatan adik-adik secara prosedur kami tidak tau, tidak ada pemberitahuan. Jika ada pemberitahuan kepada Sekwan, maka Sekwan akan bertugas menyampaikan kegiatan adik-adik ke pimpinan DPRD. Sehingga semua DPRD jika ada pemberitahuan maka membatalkan sejumlah kegiatan, kunjungan ataupun monitoring”, katanya.

Poin kedua ia sampaikan, hari ini pimpinan dan seluruh anggota dewan sedang melaksanakan tugas monitoring dan pengawasan. Jika berkenan, saya selaku Sekwan siap menerima aspirasi adik-adik semua dalam bentuk pernyataan tertulis atau sebagainya. Saya berjanji, akan menyampaikan itu ke pimpinan DPRD.

Beberapa poin yang disampaikan Sekwan Mabar tidak menyurutkan semangat para demonstran tersebut. Mereka tetap bersih kuku untuk bertemu pimpinan DPRD Manggarai Barat, Martinus Mitar untuk menyuarakan aspirasi mereka. Bahkan masa aksi terlihat seperti menceramahi Sekwan Mabar yang notabene sebagai tuan rumah siang itu. [RN]

Connects once per page in :

Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.