oleh

Banjir Dan Longsor Buah Dari Sistem Yang Eror

 

Oleh: Rini Astutik
Pemerhati Sosial

Banjir kembali melanda dibeberapa daerah dinusantara salah satunya di Kalbar. Banjir tidak hanya diakibatkan karena curah hujan yang tinggi tapi juga kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS)serta maraknya konversi tutupan lahan. Sehingga hidrografi aliran pada DAS tersebut berubah menjadi tidak baik,” kata Ahli Teknik Sumber Daya Air Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura Prof. Dr. Henny Herawati di Pontianak. https://www.merdeka.com/peristiwa/ahli-sda-banjir-di-kalbar-karena-kerusakan-das-dan-koversi-tutupan-lahan.html

Tidak hanya di Kalimantan Barat saja yang diterjang banjir, di Garut juga diterjang banjir bandang ,menurut sekretaris daerah (sekda) Kabupaten Garut, Nurdin Yana mengatakan bencana banjir bandang yang terjadi di wilayah Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, salah satu pemicunya adalah kerusakan kawasan hutan yang digunduli. Dengan kondisi tersebut, menurutnya perlu dilakukan reboisasi.https://www.merdeka.com/peristiwa/banjir-bandang-di-sukaresmi-garut-dipicu-kerusakan-kawasan-hutan.html

Dari fakta diatas kita bisa melihat bahwa permasalahan banjir di negeri ini tak pernah usai dari waktu kewaktu. Jika hujan datang, maka sejumlah wilayah meski bersiap akan segera banjir. Banjir itu sendiri dipicu akibat Perubahan konversi lahan sehingga menyebabkan jenis tutupan lahan berubah,selain itu rusaknya kawasan hutan dan drainase yang kurang baik menjadi salah satu penyebabnya.

Padahal, beberapa jam saja, banjir sudah menggenangi jalan dan pemukiman. Apalagi jika curah hujan yang tinggi akan berdampak banjir yang sangat luas sehingga membuat masyarakat panik karena akan mempengaruhi aktivitas mereka baik dirumah dan maupun di luar rumah.

Rusaknya daerah aliran sungai (DAS) dan rusaknya hutan dan gunung akibat mudahnya perijinan pembangunan Ruko dan perkantoran didaerah resapan air Juga menjadi salah satu faktor terjadinya banjir. Sehingga ketika curah hujan tinggi air tidak bisa tertampung didaerah resapan yang akhirnya meluber ke mana-mana yang menyebabkan banjir .

Sungguh memprihatinkan Banjir Bandang akan banyak memberikan kerugian materiil bagi masyarakat bahkan nyawa sebagai taruhannya. Meski masalah banjir ini dianggap musibah dan teguran namun ketika banjir terus menerus bahkan semakin parah tentu hal ini ada yang salah. Seharusnya permasalahan banjir yang terus menerus ini harus dicari tahu akar permasalahannya agar dapat diselesaikan dengan tuntas.

Banjir yang melanda tentu akibat dari kebebasan sistem kapitalistik yang diberikan kewenangan untuk mengelola lahan guna meraup keuntungan. Tanpa lagi memperhatikan akibat negatif yang muncul nantinya bagi alam dan masyarakat. Sehingga daerah-daerah resapan air beralih fungsi yang berakibat pada kerusakan. Apalagi sedari awal tidak memikirkan baik dan buruknya, juga solusi tepat setelah pembangunan. Tapi yang terjadi terus saja menggali, mengambil, memperluas wilayah hanya untuk mendapatkan hasil dan keuntungan semata dari proyek tersebut.

Alhasil biang dari kerusakan lingkungan tersebut menimbulkan banjir, hal ini dikarenakan para investor baik asing maupun swasta mendapatkan kemudahan ijin untuk melakukan kegiatan penggundulan hutan di daerah kita. Sistem negara saat ini yang berasas pada kapitalis sekuler hanya akan melahirkan kebijakan liberal.

Kebijakan liberal yang tak berpihak pada kemaslahatan rakyat, menggambarkan kezholiman dan kebatilan yang terjadi di negeri ini, akibat ulah tangan-tangan manusia itu sendiri. Bukankah Allah SWT berfirman dalam Qs Ar Rum 30:41 “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia supaya Allah menimpakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”.

Maka tak heran Berbagai kerusakan yang terjadi itu tentu mendatangkan akibat buruk bagi masyarakat secara keseluruhan. Sistem yang eror mengakibatkan kerusakan terjadi dimana-mana. Sejatinya itu baru sebagian dari akibat kerusakan yang disebabkan manusia berpaling dari Islam dan syariahnya. Allah menimpakan sebagian dari akibat kerusakan itu agar manusia kembali bertobat.

Jika disistem kapitalis pembangunan hanya akan mendatangkan bencana dan malapetaka bagi rakyat lain hal dalam pembangunan yang berorientasi penyelamatan dan kesejahteraan dalam sistem Islam. Pemerintahan Islam akan melakukan pembangunan sungai buatan, kanal, saluran drainase dan sebagainya yaitu untuk mengurangi penumpukan volume air dan mengalihkan aliran air ,membangun sumur-sumur resapan di daerah tertentu.

Selain beberapa solusi di atas sistem pemerintahan Islam juga menekankan beberapa hal penting lainnya yaitu pembentukan badan khusus untuk penanganan bencana alam, persiapan daerah-daerah tertentu untuk cagar alam.

Sosialisasi tentang pentingnya kebersihan lingkungan dan kewajiban memelihara lingkungan, kebijakan atau persyaratan tentang izin pembangunan bangunan. Untuk pembangunan yang menyangkut tentang pembukaan pemukiman baru. Pembangunan lahan pertanian serta Penyediaan daerah serapan air,penggunaan tanah dan sebagainya.

Pemerintah juga akan melakukan reboisasi kembali dengan cara menanami hutan tersebut agar tidak gundul dan kembali mampu menjadi daerah resapan air, sehingga mampu mengurangi resiko banjir disaat curah hujan tinggi. Itulah berbagai solusi dari masalah banjir yang sering dihadapi masyarakat.

Selain beberapa point-point diatas, pemerintah Islam juga menyertakan solusi penanganan korban banjir seperti penyediaan tenda, makanan, pengobatan, dan pakaian serta keterlibatan warga(masyarakat) sekitar yang berada di dekat kawasan yang terkena bencana alam banjir. Begitulah solusi islam atasi banjir dan kebijakan pemerintahan Islam ini tidak hanya didasarkan pada pertimbangan rasional tetapi juga berdasarkan nash-nash syara.

Oleh karena itu sudah selayaknya segera mencampakkan sistem sekuler kapitalistik neoliberal yang terbukti eror dan tak mampu memberikan kemaslahatan bagi umat,dan kembali pada sistem kehidupan Islam yang menjadikan ketaatan pada perintah Allah dan Rasul-Nya sebagai landasan. Wallahu A’lam Bishowab.

Connects once per page in :

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed