oleh

Bandar Togel Rangkap Bos Gelper Ini Ancam Wartawan Untuk Tidak Memberitakan Tempat Usahanya.

 

 

Bagansiapiapi Baranewsaceh.co

Upaya kekerasan terhadap insan Pers kembali terjadi, Kali ini menimpa dua (2) jurnalis media cetak dan online di Ibu Kota kabupaten Rokan Hilir (Rohil) yang sedang bertugas ketika hendak melakukan peliputan kegiatan Gelper (Gelanggang Permainan) yang diduga masih bebas beroperasi di Bulan Suci Ramadhan harus berhadapan dengan bos besar yang mengaku sebagai Bandar Togel sekaligus merangkap Bos Gelper.

Peristiwa ini terjadi tepatnya di jalan Perniagaan Gg. jeruk disalah satu sudut sisi Ibu kota berjuluk Negeri Seribu Kubah, yang mana ditemukan dilokasi tersebut sedikitnya terdapat dua tempat Gelper jenis mesin tembak ikan yang bebas beroperasi diduga dijadikan sebagai ajang tempat perjudian.

Adapun upaya kekerasan terhadap wartawan yang dilakukan oleh ALONG yang mengaku sebagai pemilik usaha Gelper sekaligus mengaku sebagai bandar Togel di Rohil ini dilakukan dengan cara ingin merampas HP milik pewarta, namun upayanya tersebut tidak berhasil.

Sementara itu sempat terjadi percekcokan di lokasi ketika wartawan hendak melakukan konfirmasi terkait Surat Edaran Bupati Rohil yang telah disebarkan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) ketika memasuki Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriyah/ 2021 Masehi. dengan nomor : 331.1-730.182.1/IV/2021/ pada Poin ke 5 berbunyi Kepada pemilik/pengusaha gelanggang permainan (Gelper), meja bliyar dan sejenis perjudian lainnya selama bulan Ramadhan tahun 2021 tidak dibenarkan dibuka.

Hal inilah membuat ALONG yang mengaku sebagai pemilik mesin tembak ikan alias Gelper sekaligus mengaku sebagai bandar Toto Gelap alias Togel di Rohil itu merasa tidak senang dan mencoba melakukan upaya kekerasan kepada wartawan dengan kata kata yang tidak pantas serta mencoba melarang melakukan pengambilan gambar dan rekaman dan juga mencoba merampas HP milik wartawan serta ancaman untuk tidak memberitakan tempat tersebut.

” Saya Pemilik tempat ini, saya juga Bandar Togel di rohil, Jangan coba merekam ya.. apa lagi mau memberitakan tempat ini, perlu juga kalian ketahui tempat gelper saya ini pemain nya bukan buat orang muslim, ini khusus orang kita mata sipit non muslim,”imbuh ALONG. Hari kamis sore (15/04/2021).

Lanjutnya,” Kita menghargai kok orang yang berpuasa, makanya tempat ini khusus orang kita mata sipit yang bisa main, lihat saja kan tidak ada orang muslim, bukan sombong ya, kita menghargai orang berpuasa, orang puasa harus menghargai kita juga, biar sama sama menghargai gitu,”ujar AG.

ALONG yang merupakan keturunan warga tionghoa berkulit putih dengan postur tubuh tinggi semampai ini juga mengatakan soal SE Bupati Rohil tersebut yang mana pada poin ke 5, Pemerintah Daerah tidak membenarkan selama dibulan Ramadhan ini untuk membuka usaha Gelper dan lainnya sejenis perjudian bagi ALONG di akuinya belum mengetahui soal itu.

” Saya kan tidak tahu soal SE Bupati itu, Jadi saya mau tanya, berarti sebelum Ramadhan maupun sesudah Ramadhan 2021 usaha ini boleh dong dibuka, bukan begitu,” Jabarnya.

Terkait SE Bupati soal larangan ataupun tidak dibenarkan dibukanya usaha sejenis perjudian selama di Bulan Ramadhan itu salah satu rekanan dari mereka mengatakan bahwa mereka belum menerima dan belum mengetahui dengan persis apa isi surat edaran tersebut.

” Ya kita belum mengetahui soal surat edaran itu, kalo memang surat tersebut dari Pemerintah untuk melakukan penutupan ya kami tutup, namun dengan catatan bukan tempat kita aja yang ditutup tapi semuanya lah, kan bukan tempat kita saja yang buka sekarang, yang lain juga buka, kita patuh kok,” Jelas yang lainnya salah satu dari mereka.

Terpisah, menanggapi hal itu, Suryadi SE selaku Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Rohil saat dikonfirmasi wartawan mengatakan akan menyingkapi hal tersebut.

” Iya, Besok kita sikapi,” Jelas Suryadi singkat. lewat whatsapp Pribadinya.

sejatinya Wartawan merupakan Pilar Utama dalam Penyampaian informasi ke Publik dan itu diatur oleh Undang Undang Pers 40/1999,” Sambungnya.

Mengacu Kepada Undang Undang, disebutkan Pada Pasal 2 UU Pers No 40/1999, Kemerdekaan pers adalah salah satu wujud kedaulatan rakyat yang berasaskan prinsip-prinsip demokrasi, keadilan, dan supremasi hukum.

Pasal 4 UU Pers No 40/1999 ayat (1) Kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara. ayat (3) Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.

Pasal 8 UU Pers No 40/1990, Dalam melaksanakan profesinya wartawan mendapat perlindungan hukum.

Pasal 18 ayat (1) Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp.500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).(team)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed