oleh

Wartawan di Malaka – NTT Jadi Tersangka, Polres Malaka Diduga Membunuh Kemerdekaan Pers

-HEADLINE, HUKUM, NTT-40636 views
Kuasa Hukum Wartawan Sergap Ketika Diwawancarai Awak Media di Malaka-NTT

KUPANG. BARANEWS – Seldy Berek, wartawan Sergap yang bertugas di Kabupaten Malaka ditetapkan oleh Polres Malaka sebagai tersangka, dengan aduan melanggar UU ITE, Polda NTT dan Polres Malaka diduga membunuh kemerdekaan UU Pers.

Dalam kasus wartawan sergap.id yang diduga melakukan pencemaran nama baik Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Malaka, Loresz Haba, terus mendapat dukungan dari para aktivis anti korupsi, serta Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Malaka.

Saat diperiksa sebagai tersangka selama 4 jam di Polres Malaka pada Senin (18/5/20) kemarin, Seldy dikawal oleh sekitar 30-an orang aktivis anti korupsi, serta Pimpinan dan Anggota DPRD Malaka, yakni Wakil Ketua II DPRD, Hendrikus Fahik, Sekertaris Fraksi Gerindra, Fransiskus Xaverius Taolin, Ketua Komisi 1, Hendry Melky Simu, Ketua Fraksi Gerindra, Beny Candradinata, Ketua Fraksi PDIP, Ignasius Fahik, Ketua Fraksi PKB, Paulo Roberto Taruk, dan Anggota DPRD asal PSI, Martinus Nahak.

Kepada wartawan, Wakil Ketua II DPRD Malaka, Hendrikus Fahik, mengatakan, alasan mereka mendatangi Sat Reskrim Polres Malaka untuk memberikan dukugan moril kepada Seldy yang ditetapkan sebagai tersangka secara tiba tiba tanpa proses penyidikan.

“Kita sangat prihatin dengan kondisi ini, namun kita tidak intervensi sedikit pun. Yang kita khwatirkan jangan sampai dalam penetapan sebagai tersangka ini ada muatan-muatan lain. Pihak penegak hukum (Penyidik) harus meletakan kasus  ini dengan adil. Kita harapkan agar jangan dicampuri  dengan hal lain dalam proses ini,” ujar Hendrikus.

Sebagai wakil rakyat Ia berharap penetapan tersangka harus diletakkan sesuai dengan prosedur hukum dan norma-norma yang berlaku di Indonesia, sesuai hukum acara pidana.

“Kami masyarakat awam bingung dan bertanya dalam hati, proses hukum yang kita tahu selama ini biasanya diperiksa dulu baru di tetapkan jadi tersangka, itu kalau kita mengacu pada putusan MK, tetapi dalam kasus ini, kok berbeda?,” tanya Hendrikus.

Menurut dia, kedatangannya bersama anggota DPRD yang lain ini, dilakukan secara spontan dan dilatari panggilan moril untuk mendukung Seldy menghadapi proses hukum yang sedang berlangsung.

Hendrikus pun mempertanyakan penanganan kasus-kasus dugaan korupsi yang sedang ditangani Polres Malaka antara lain dugaan korupsi pengadaan itik, dugaan korupsi di desa Barada, dan laporan Pospera terkait penghinaan dan pencemaran nama baik. Bahkan termasuk sejumlah kasus korupsi yang mandek ditangan penyidik Polres Belu.

“Itu prosesnya sudah sampai di tahap mana,” tanya Hendrikus.

Sementara itu, Ketua Tim Kuasa Hukum Seldy, Melkianus Conterius Seran, S.H, mengatakan, kasus yang Seldy hadapi ini berawal dari Screnshoot grup WhastApp Pers Mitra Polres Malaka mengutip pernyataan Cristian Davidson Seran, ponakan Bupati Malaka, Stef Bria Seran.

“Profesi Pers itu melekat pada diri klien kami. Maksud memosting itu hanya semata-mata mau menggali, mencari informasi, dan mengumpulkan data untuk menyampaikan kepada publik dalam bentuk pemberitaan dari aspek jurnalistik. Tetapi setelah di konfirmasi tidak ada tanggapan-tanggapan. Ini tidak ada usur pencemaran nama baik, apalagi pemfitnaan,” tegasnya.

“Apa yang dilakukan klien kami ini kapasitasnya sebagai wartawan. Kita sudah jelaskan bahwa tidak ada maksud apa-apa selain mencari, menggali dan menghimpun data untuk di publish (sebagai berita di media online SERGAP),” katanya.

Melkianus mengapreasi semua pihak yang telah mendukung Seldy, termasuk dari Pimpinan dan Anggota DPRD Malaka.

Dukungan terhadap Seldy juga datang dari Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) dan Tim Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI), Petrus Selestinus, SH.

Petrus mempertanyakan tahapan hukum hingga Seldy ditetapkan sebagai tersangka.

“Masa sampai segitu, jangan takut, dia (Seldy) bukan pembunuh,” ujar Petrus kepada awak media via WhatsApp, Senin (18/5/20).

Sejak ditugaskan di Malaka pada tahun 2017, Seldy diketahui sebagai satu-satunya wartawan yang getol menulis kasus dugaan korupsi. Karena itu ia kerap mendapat ancaman pembunuhan.

Sementara, hingga berita ini diterbitkan, Kapolres Malaka Albertus Neno, SH belum dimintai komentar. (Okta/Tim)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed