oleh

Warga Desak Polres Mabar Tertibkan Truck yang Muntahkan Material Ke Badan Jalan

Tumpakan Material menutupi ruas jalan Trans Labuan Bajo-Ruteng, tepatnya menurun Jembatan Timbang, Desa Nggorang, Sabtu (25/9/2021). Foto Rikardus Nompa.

LABUAN BAJO- Sejak Kabupaten Manggarai Barat menjadi kabupaten super premium, pembangunan di Labuan Bajo, terus menggeliat. Tak hanya pembangunan yang dilakukan pemerintah, pihak swasta pun mulai tergerak membangun.

Namun, di tengah menggeliatnya pembangunan di Kota Labuan Bajo, ada hal-hal yang juga terkesan diabaikan, yakni material bangunan seperti tanah atau kerikil yang diangkut menggunakan truk.

Seperti yang terlihat di Jalan Trans Labuan Bajo-Ruteng. Puluhan titik ruas jalan sepanjang puluhan meter tertutup tumpukan material bercampur semen dan tanah yang bercampur batu akibat tumpahan dari mobil molen. Kondisi itu pun membuat pengendara roda dua dan roda empat merasa terganggu dan kesal.

Tumpakan Material menutupi ruas jalan Trans Labuan Bajo-Ruteng, tepatnya menurun Jembatan Timbang, Desa Nggorang, Sabtu (25/9/2021). Foto Rikardus Nompa

Pantauan Baranewsaceh.co, Sabtu (25/9/2021) siang, tepat di Dusun Nggorang, Desa Nggorang, Kecamatan Komodo tanah yang tercecer di jalan raya tersebut memang menyebabkan debu. Pengendara yang melintasi pun harus hati-hati, terutama kendaraan roda dua. Ditambah cuaca terik membuat debu-debu berterbangan cukup mengganggu jarak pandang.

Salah seorang warga, Martinus, yang melintasi jalan itu mengatakan sangat terganggu dengan kondisi jalan yang berdebu. “Seharusnya dalam melakukan pekerjaan pihak perusahaan terutama sopir molen tersebut harus memerhatikan hal-hal ini. Sering kita lihat mobil molen beberapa PT yang ada di Nggorang selalu menumpahkan material di badan jalan”, ujarnya saat ditemui Baranewsaceh.co, Sabtu siang.

Lanjut Martinus, debu sangat tidak menyehatkan pernapasan bagi masyarakat dan pengguna jalan. Meskipun sudah menggunakan helm, harus juga menggunakan penutup hidung. Hal itu agar debu yang berterbangan tidak masuk ke dalam saluran pernapasan.

Dia berharap kepada polisi dan pemerintah kabupaten Manggarai Barat tertibkan truk dan mobil molen yang tumpahkan material dibadan jalan. Karna jika tidak bisa menyebabkan kecelakaan hingga membahayakan nyawa para pengendara.

“Jalan ini kan sering dilalui kendaraan baik roda dua maupun roda empat. Ini kan Jalur berbahaya, apalagi tepat ditanjakan dan menurun. Kami berharap Polres Mabar dan dinas terkait untuk memberikan teguran keras serta tertipkan perusahaan yang mengerjakan proyek agar tumpukan material yang jatuh ke badan jalan bisa dibersihkan,” tambahnya.

Tumpakan Material menutupi ruas jalan Trans Labuan Bajo-Ruteng, tepatny  menurun Alo Turun desa Golo Bilas, Sabtu (25/9/2021). Foto Rikardus Nompa

Kembali terpantau, tumpukan material menutupi ruas jalan sepanjang puluhan meter di menurun Alo Turun desa Golo Bilas.

Hingga berita ini diterbitkan, beberapa pihak belum berhasil dikonfirmasi. Termasuk beberapa perusahaan ternama itu. [RN]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed