oleh

USAI BENTROK KEDUA ORMAS, SUMINI HISTERIS STELINGNYA HANCUR

Foto, Histeris Sumini baju merah

Deli Serdang | Baranews : Dua kelompok Warga dari organisasi masyarakat (ormas) yang berbeda Kasta bentrok di Jalan Perintis Kemerdekaan, Desa Tanjung Morawa B, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara pada Sabtu (27/2/2021),

Sekitar pukul 23.30 WIB. Kericuhan dipicu persoalan pengutipan upeti bongkar muat barang di Pasar Inpres tanjung morawa B . Akibat bentrokan tersebut, pos keamanan tak berada jauh dari tempat kedua ormas ‘perang tanding’ tampak berserakan, kaca-kaca serta ada api menyala dari dalam kantor salah satu ormas yang diduga bekas dibakar.

Bukan itu saja, steling kaca milik warga yang digunakan sehari-hari untuk berjualan sarapan pagi juga terlihat hancur, meja, pot bunga, plang ormas, bahkan pintu besi kantor ormas berserakan, menghalangi jalan di pinggir jalan masuk ke gang saudara. Pukul.02:21 wib

Sumini, pemilik steling kaca di hadapan pihak kepolisian Polsek Tanjung Morawa yang turun ke TKP pascakejadian menangis histeris karena tempat jualannya rusak parah.

Foto, steling warga yang dirusak

“Pak polisi lihat lah ini. Steling jualan saya dirusak begini. Aku membelinya dengan cara kredit mencicil setiap hari Rp 30.000. Kalau sudah begini, gimana mau jualan lagi, kek..mana mau ngasih makan anak Ku, Ya Allah,” ujarnya sambil menangis.

Kapolsek Tanjung Morawa, AKP Sawangin Manurung SH saat dilokasi usai kericuhan, para ormas tidak ada lagi ditempat, soal barang warga yang dirusak terkena imbas dari kericuhan dua ormas tersebut, menyarankan agar segera membuat laporan ke kapolsek.

“Silahkan ke kantor (Polsek Tanjung Morawa) untuk membuat pengaduan, kami tidak bisa bertindak jika tidak ada laporan,” ujar Sawangin saat dilokasi usai pasca keributan, Minggu (28/2/2021).

Sawangin menyebutkan, pertikaian ini sebelumnya juga pernah terjadi, namun sudah dilakukan mediasi kedua ormas di Kantor Camat Tanjung Morawa, pada Januari 2021, Akan tetapi, kejadian serupa kembali terjadi,” ujarnya.

Ketika ditanya apakah ada diamankan dalam bentrok yang terjadi, Sabtu (27/2/2021) hingga Minggu pagi, Sawangin menjawab tidak ada, karena mereka keburu lari saat personel tiba di lokasi kejadian.

Redaksi. (Ajs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed