oleh

Tua Golo Naba Tampak Keringat Basah Usai Jalani Pemeriksaan di Polres Mabar

Kasat Reskrim Polres Mabar, Iptu Yoga Darma Susanto, S.Tr.K (kanan), Benediktus Rana Lebar (tengah) dan Tua Golo Naba, Semeon Semaun (kiri) berbagi cerita usai klarifikasi di ruangan Unit Tipidter Satuan Reskrim Polres Mabar, Kamis (22/7/2021) pagi. Foto Rikardus Nompa.

LABUAN BAJO- Tokoh adat kampung Naba (tua golo), Semeon Semaun hari ini, Kamis (22/7) memenuhi panggilan Satuan Reskrim Polres Manggarai Barat. Ia dipanggil polisi dalam undang klarifikasi dengan Nomor : B/1416/VII/ 2021 sebagai terlapor dari kasus dugaan tindakan pidana menghalangi kegiatan tambang yang telah memiliki izin di Desa Compang Longgo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.

Setelah diperiksa sekitar 1 jam lamanya sejak pukul 09.00 Wita, Semeon Semaun keluar dari ruangan penyidik Unit Tipidter Satuan Reskrim Polres Manggarai Barat, tengah didampingi Benediktus Rana Lebar tampak keringat basah dan diam seribu bahasa.

“Klarifikasi tadi, bapa tua sempat gugup beberapa pernyataan penyidik”, kata Beni Adu sapaan akrab saat ditemui Baranewsaceh.com di Halaman Polres Manggarai Barat, Kamis pagi.

Dalam pemeriksaan itu, Tua Golo Naba, Semeon Semaun dicecar puluhan pertanyaan oleh penyidik. Ia terlihat gugup dalam menjalani pemeriksaan tersebut. “Gugup sedikit”, katanya singkat.

Meskipun demikian, raut wajah orang nomor satu di kampung Naba, Desa Compang Longgo itu tampak ceria. Ia tetap hadapi santai di kerumunan wartawan hingga beranjak pulang.

Kasat Reskrim Polres Mabar, Iptu Yoga Darma Susanto, S.Tr.K (kanan), Benediktus Rana Lebar (tengah) dan Tua Golo Naba, Semeon Semaun (kiri) berbagi cerita usai klarifikasi di ruangan Unit Tipidter Satuan Reskrim Polres Mabar, Kamis (22/7/2021) pagi. Foto Rikardus Nompa.

Terpisah Kasat Reskrim IPTU Yoga Darma Susanto, S.Tr.K membenarkan adanya pemanggilan tersebut dan menjelaskan pemanggilan itu untuk mengklarifikasi terkait adanya pengaduan penerbitan izin.

“Untuk yang hari ini, kita lakukan pemeriksaan terhadap tua golo berkaitan pengaduan penerbitan izin usaha pertambangan yang tidak sesuai prosedur. Makanya kita libatkan tua golo dan tokoh-tokoh adat disana nanti, mungkin ada beberapa lagi kita periksa ambil keterangan lagi, bahwa saat penerbitan izin itu, apakah langkah-langkah itu dilakukan sama pemegang izin itu”, ungkap Kasat Reskrim IPTU Yoga Darma Susanto, S.Tr.K saat ditemui Baranewsaceh.com di Halaman Polres Manggarai Barat, Kamis pagi.

IPTU Yoga Darma menyebutkan, penambangan itu milik atas nama Dionisius Satyas Pratomo, ST posisinya di Surabaya.

“Untuk pemilik izin kita jadwalkan karna posisinya di Surabaya, kita masih koordinasi karna ini masih posisi PPKM dan penerbangan ini lagi kendala. Kita masih koordinasi, maksudnya komunikasi dengan bersangkutan untuk dijadwalkan pemeriksaan. Dalam situasi seperti ini juga kita tidak bisa pastikan juga jadwalnya kapan, tetapi sesegera mungkin begitu ada waktu atau penerbangan sudah normal lagi kita segara lakukan pemeriksaan terhadap nama yang ada dalam izin itu”, ungkap alumnus Akpol angkatan 2016 itu.

Ia menambahkan, Proses ini panjang dan makan waktu lama, intinya untuk sementara kita masih proses penyelidikan berkaitan penerbitan izin tersebut.

Iptu Yoga menegaskan, pihaknya sementara proses penyelidikan pengaduan izin dan menghimbau kedua belah pihak untuk tidak melakukan aktivitas apapun.

“Kami sarankan masyarakat baik pemilik usaha dan masyarakat itu sendiri untuk tidak ada aktivitas terlebih dahulu di lokasi pertambangan galian C, untuk mencegah sesuatu atau hal-hal yang tidak diinginkan bersama karna kita lagi fokus menyelidiki laporan pengaduan yang awal kemarin. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan muncul pidana baru di lokasi pertambangan itu. tutup Iptu Yoga. [RN]

 

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed