oleh

Tua Golo Gerak Desa Tanjung Boleng Ancam Bongkar Poskesdes Dalam Waktu Dekat

Postu Gerak  di RT 007/RW 004 Dusun Gerak, Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Minggu (9/8) pukul 09.00 Wita. (Foto Rikardus Nompa)

TANJUNG BOLENG- Salah satu terobosan pembangunan kesehatan dalam pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan oleh Pemerintah antara lain dengan pembentukan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes). Pembentukan Poskesdes ini dimaksudkan untuk mendekatkan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat desa.

Salah satu desa yang saat ini telah didirikan bangunan Poskesdes antara lain Desa Tanjung Boleng. Tetapi, sayangnya bangunan tersebut belum dapat difungsikan sebagaimana mestinya sejak didirikan tahun 1998 saat masih kabupaten Manggarai.

Postu Gerak yang berada di RT 007/RW 004 Dusun Gerak, Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, kini tidak terurus pantauan awak Media Baranewsaceh.co saat melintas diwilayah tersebut pada Minggu (9/8) pukul 09.00 Wita.

Rumput dan berbagai semak belukar tumbuh, bahkan hutan sama sekali disekitar bangunan tersebut. Ada bagian dari bangunan tersebut yang sudah rusak parah, pantuan awak.

Awak tergerak hati menelusur lebih dalam keberadaan Postu Gerak tersebut.

Tampak depan Postu Gerak Desa Tanjung Boleng yang tidak terurus (Foto Rikardus Nompa) Minggu, 9 Agustus 2020.

Hendrikus Harirun (45), selaku Tua Golo Gerak saat berbagi cerita dengan awak pukul 19.33 Wita di kediaman kakaknya, keberadaan Postu Gerak sejak dibangun tahun 1998 saat masih Kabupaten Manggarai hingga kini pemekaran Kabupaten Manggarai barat tidak terurus juga sampai tahun 2020, jelasnya.

Kami selaku masyarakat setempat sangat kecewa dengan pemerintah daerah kabupaten Manggarai Barat saat ini, ungkap Hendrikus Hairun.

Kalau mau di ceritakan asal mulanya Postu Gerak ini, pasti masih ada yang bingung. Karna postu ini dibangun sejak jaman tidak enak, apalagi pemda hari ini pasti tidak tahu menahu soal ini, tambah Hendrikus.

Awal mulahnya tanah Postu Gerak ini milik bapak Markus Moat, ayah saya (Alm.) selaku tokoh masyarakat yang menghibahkan ke pemerintah desa dan saat itu masih kepala desa Tanjung Boleng bapak Herman Mance.

Terkait permintaan itu, tanah tersebut diserahkan untuk dibangun postu karna melihat keadaan masyarakat desa sangat mendesak terkait kondisi kesehatan, ungkapnya.

Hendrikus Hairun (45), Tua Golo Gerak Desa Tanjung Boleng (Foto Rikardus Nompa). Minggu, 9 Agustus 2020.

Tahun 1997 tanah tersebut mulai dibangun, hingga tahun 1998 sudah didirikan, tutur Handrikus Hairun.

Karna postu itu tidak urus kembali dan pindah keberadaannya, Hendrikus Hairun (45) sebagai alih waris ambil kembali hak tanah tersebut.

Rencananya bangun yang terlantar ini akan dibongkar untuk jadikan lahan perkebunan sekaligus bangun rumah pribadi, tegas Handrikus Hairun selaku Tua Golo Gerak.

Jaman bupati Fidelis Pranda, kami sering manyampaikan aspirasi ini, namun hal ini sia-sia saja, tutur Tua Golo Gerak.

Soal keberadaan postu yang dibangun dalam nomenklatur rehab berat dalam papan tendernya, kami mengadu ke dinas kesehatan kabupaten Manggarai Barat, namun aspirasi ini tidak di indahakan juga sampai hari ini.

Kami bosan juga dengan pemerintah kabupaten Manggarai Barat hari ini yang di pimpin oleh bapak Gusti Dulla, kami muak dengan tingkah maupun respon mereka melihat keadaan ini saat kami manyampaikan hal tersebut, tegas Tua Golo Gerak dengan nada kesal.

Kami juga bosan keluar masuk kantor hanya untuk memperjuangkan Postu Gerak ini, tau-taunya yang duduk manis dikantor pemerintahan yang ada hanya jawab sabar dan sabar saja.

Kesabaran kami sudah lewat batas, sejak jaman tidak enak hingga 2020 ini kami kesulitan dalam pelayanan kesehatan. Itu artinya secara tidak langsung pemerintah lebih khusus dinas kesehatan membunuh keberadaan kami disini, tegas Hendrikus Hairun (45) dengan nada keras saat berbagi dengan awak.

Muhamad Nur (Kabag Kesra), silahturahim ke Tanjung Boleng ada acara keluarga bersama anggota DPRD bapak Ali Imran dari partai PBB, sempat saya menyampaikan bangun Postu Gerak dalam waktu dekat ini akan dibongkar, tambahnya.

Respon Muhamad Nur katanya, kaget mendengar hal itu, sedangkan Ali Imran anggota DPRD Fraksi PBB, pengen lihat situasi keberadaan postu tersebut, tua golo menerangkan silahkan lihat saja, namun rombongan mobil keburu balik.

Jika Agustus 2020 ini tidak di indahkan, Hendrikus Hairun bersama keluarga sebagai alih waris akan bongkar bangunan ini, dengan alasan aspirasi tidak ditindak lanjuti.

Pemerintah daerah kabupaten Manggarai Barat tidak pernah menyetuh sama sekali bangunan tersebut, pelayanan juga tidak dirasakan sama sekali oleh warga setempat, ulas Tua Golo Gerak.

Hendrikus Hairun (45), Tua Golo Gerak Desa Tanjung Boleng (Foto Rikardus Nompa). Minggu, 9 Agustus 2020.

Harapanya, Bupati Kabupaten Manggarai Barat bapak Agustinus Ch Dulla dan Kepala dinas kesehatan bapak Paulus Mami, jangan kaget saja nanti kalau kami bongkar bangunan postu tersebut.

Kami tidak takut dengan hukum, kita sering ko keluar masuk kantor Polres Mabar dengan persolan yang berbeda, tutup Tua Golo Gerak. (Rikardus Nompa).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed