oleh

Tembok Penahan Tak Kunjung di Perbaiki, PT.Gunung Sari Angkat Tangan

Situasi Tembok Penahan Roboh di halaman rumah milik Bernadus Andu warga Desa Wajur, Kec. Kuwus Barat, Kab.Manggarai Barat, Flores-NTT, Rabu (23/12/2020). Foto Pedi Pathy.

LABUAN BAJO- Tembok penahan di ruas jalan Noa- Golowelu tepatnya di Hawe Desa Wajur Kecamatan Kuwus Barat, Kabupaten Manggarai Barat, Jebol. Padahal baru di bangun pada pertengahan tahun 2020.

Informasi yang dihimpun di lokasi, tembok penahan jalan itu diketahui jebol pada (27/10/2020) sekitar pukul 16.00 sore.
Bangunan sepanjang 20 meter itu ambruk terbawa derasnya aliran air. Kala itu hujan dengan intensitas tinggi menguyur wilayah tersebut.

Pantauan Baranewsaceh.co, Senin 21/12/2020 pukul 15.00 wita, jebolnya tembok penahan tersebut mengakibatkan bangunan rumah berukuran (5 x 7 m) milik Bernadus Andu warga Desa Wajur ikut ambruk. Bangunan rumah tak terlihat lagi karena sudah tertimbun oleh runtuhan tanah maupun batu tembok penahan yang jebol itu.

Tampak terlihat hanya sing Saja yang membekas. Semua fasilitas yang ada di dalam bangunan tersebut semuanya lenyap tertimbun tanah dan batu dari runtuhan tembok penahan.

Situasi Tembok Penahan Roboh di halaman rumah milik Bernadus Andu warga Desa Wajur, Kec. Kuwus Barat, Kab.Manggarai Barat, Flores-NTT, Rabu (23/12/2020). Foto Pedi Pathy.

Tampak juga terlihat satu unit mobil pick up milik korban sedang parkir dekat reruntuhan tersebut, dimana kaca depan mobil pecah, bodinya juga terlihat hancur berantakan akibat dari ambruknya tembok penahan tersebut.

Kepada media, Bernadus Andu selaku korban menjelaskan bahwa peristiwa naas tersebut terjadi pada dua bulan lalu tepatnya 27/10/2020.

“Pada saat itu, selama kurang lebih 2 jam, wilayah Hawe dan sekitarnya diguyuri hujan lebat. Sekitar pukul (16.00) tembok penahan yang tepat baerada disamping rumahnya tiba- tiba jebol.

Situasi Tembok Penahan Roboh di halaman rumah milik Bernadus Andu warga Desa Wajur, Kec. Kuwus Barat, Kab.Manggarai Barat, Flores-NTT, Rabu (23/12/2020). Foto Pedi Pathy.

Saat itu ia sekeluarga sedang berada di dalam rumah utama yang berada tepat di belakang bangunan rumah ambruk tersebut. Lantas terdengar suara gemuruh begitu keras di depan rumah Seolah-olah rumah miliknya akan roboh,” ungkapnya

Dimana tembok penahan dengan ketinggian 4 meter yang berada pada jarak 1 meter tepat di samping rumahnya itu ambruk yang mengakibatkan sebuah bangunan rumah ukuran (5 x 7 m) yang tepat berada didepan rumah utama miliknya serta beberapa fasilitas lain miliknya lenyap tertimbun tanah dan runtuhan tembok penahan, serta satu unit mobil pick up miliknya yang sedang parkir saat itu hancur berantakan.

Bangunan rumah tersebut kata Bernadus, didalamnya berisikan 2 buah Meja bilyard, 6 buah jerigen kosong ukuran 35 liter, 1 drum berisikan minyak tanah ukuran 200 liter, 40 jerigen kosong ukuran 5 liter. Jelas bernadus

Diketahui tidak ada korban jiwa dalam peristiwa naas tersebut.

Ia juga menuturkan bahwa akibat dari peristiwa tersebut dirinya mengalami kerugian materil hingga ratusan juta.

Selama dua bulan terakhir dirinya mengaku mengalami penurunan pendapatan yang sangat drastis dimana mobil pick up yang biasa ia gunakan untuk bisnis jual minyak tanah tidak bisa berfungsi lagi. sebelumnya ia bisa meraup penghasilan 600 ribu/ hari namun dengan kondisi seperti ini ia tidak bisa melakukan aktifitas seperti biasanya. Jelas Bernadus

Lebih lanjut Bernadus juga mengatakan bahwa penyebab runtuhnya tembok penahan ini diduga karena konstruksi pengerjaan tembok penahan dari pihak PT. Gunung Sari selaku pemenang tender proyek, kualitas pengerjaanya sangat rendah.

Situasi Tembok Penahan Roboh di halaman rumah milik Bernadus Andu warga Desa Wajur, Kec. Kuwus Barat, Kab.Manggarai Barat, Flores-NTT, Rabu (23/12/2020). Foto Pedi Pathy.

Dimana hasil pantauannya saat pengerjaan tembok penahan tersebut pihak PT Gunung Sari mengerjaknaya asal-asalan serta tidak mengikuti juknis yang ada. Sehingga tidak heran kalau tembok penahan tersebut tidak kuat dan tidak akan bertahan lama.

Ia juga mengatakan bahwa Tidak menutup kemungkinan jika terjadi hujan lagi dalam waktu dekat, tembok penahan yang berada di samping rumahnya itu berpotensi akan runtuh lagi dan pasti sangat fatal.

Ia mengaku bahwa sejak kejadian tersebut sampai dengan saat ini pihak PT. Gunung Sari belum ada upaya sama sekali untuk bertanggung jawab terkait kerugian yang dialaminya. Bahkan Ia sudah pernah menyampaikan laporan ke pihak pemerintah baik itu di Desa, Kecamatan, dan Kabupaten Serta instansi terkait , namun sampai saat ini belum juga ada tanggapan.

Bernadus berharap pihak PT. gunung Sari segera bertanggung jawab atas peristiwa yang dialaminya.

Sementara itu pemilik PT. Gunung Sari selaku pemenang tender saat di konfirmasi lewat via WA terkait upaya apa yang dilakukan pihaknya untuk menanggapi keluhan dari korban.

Pemilik PT tersebut, yang kerap disapa Baba Heri Piau menanggapinya via WA pula bahwa pihaknya akan menanggapi hal ini, tentu adanya musyawarah dan mufakat. Untuk data yang lebih jelas lansung saja konfirmasi ke babinsa dan pa kapolsek Kuwus, semua lengkap di mereka, karna pas hari H semua di lokasi. Persitiwa ini menurutnya foource meujeur, bukan gagal konstruksi, Balas Heri Piau via WA

IPDA Matheos A. D. Siok Kapolsek Kuwus saat di konfirmasi, kepada media ia membenarkan bahwa pihaknya sudah mengetahui peristiwa tersebut pada hari kejadian yaitu pada bulan Oktober lalu. Pihaknya telah menyampaikan laporan tersebut ke instansi terkait namun sampai saat ini belum ada tanggapan.
Sementara itu Untuk korban, pihaknya sudah menyarankan untuk melakukan pendekatan terlebih dahulu dengan Kontraktor dari PT. Gunung Sari.
Ketika pihak kontraktor tidak menanggapinya, maka korban segera melaporkan ke pihak kepolisian Polsek Kuwus agar pihaknya bisa sampaikan surat panggilan terhadap Kontraktor tersebut, Namun saat ini jelas Kapolsek Kuwus , pihaknya belum mendapatkan laporan resmi dari korban. [Pedi Paty]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed