oleh

Stef Nali : Pembangunan Persemaian Modern Labuan Bajo Sudah Dilakukan Analisis

Konsep Pembangunan Sarana dan Prasarana (Sarpras) Persemaian Modern Labuan Bajo. Foto Istimewa.

LABUAN BAJO- Kepala UPT Kesatuan Pengawasan Hutan (KPH) kabupaten Manggarai Barat Stefanus Nali angkat bicara terkait tudingan dari berbagai pihak atas proyek Persemaian Modern Labuan Bajo yang berlokasi di Satar Kodi, desa Nggorang, Kecamatan Komodo, Kabuapten Manggarai Barat.

Dikatakannya, lahan yang disediakan dalam proyek pembangunan persemaian Labuan Bajo tersebut seluas 30 Ha, namun dalam pengerjaan pada tahap ke dua yang soroti publik terkait aktivitas penggusuran Stefanus menjelaskan penggusuran tersebut untuk membangun sarana dan prasarana.

“Luas lahan yang ditargetkan itu seluas 30 Ha dan sekarang kita sudah masuk pada pengerjaan tahap kedua, tahap pertamanya itu kita membangun pagar keliling sedangkan terkait aktivitas penggusuran itu seluas 8 Ha, dan itu diperuntukan untuk membangun saran dan prasarana”, ungkap Stafanus Nali, S.Hut saat ditemui wartawan dikantornya, Senin (30/08/2021) siang.

Menurutnya, Satar Kodi yang merupakan lokasi pembanguan persemaian Modern Labuan Bajo sudah dilakukan analisis, dan telah memenuhi berbagai kriteria untuk menunjang proyek persemaian Modern Labuan Bajo tersebut.

“Yang jelas lokasi itu sudah di analisis bukan hanya kita tempatkan, dan adapun kriteria sebagai faktor penunjang proyek ini salah satunya yaitu dekat dengan mata air kemudian lokasi itu juga bisa akses oleh masyarakat dan lokasi tersebut adalah lahan kritis”, jelas Stef Nali sapaan akrabnya.

Master Plan Pembangunan Persemaian Modern Labuan Bajo. Foto Istimewa.

Terkait tudingan pembabatan hutan, Stefanus membantah tudingan tersebut, ia menjelaskan aktifitas penggusuran tersebut untuk pembangunan sarana dan prasarana seperti membangun bedengan pembibitan.

“Terkait tudingan itu saya sendiri membantahnya ya? Itu aktivitas penggusuran untuk membanguna sarpras seperti membangun bedengan, tidak mungkin kita tempatkan polibek di tanah yang miring, dan ketika itu nanti sudah rata maka dengan mudah kita bisa menata polibek-polibeknya”, ungkapnya.

Ia berharap dukungan dari masyarakat terkait proyek ini, karena manfaat dari proyek ini sangat berarti bagi masyarakat baik yang ada di Manggarai Barat maupun untuk Masyarakat NTT.

“Saya harap dukungan dari masyarakat untuk proyek ini, tentunya sangat manfaat buat kita karena proyek ini program dari pemerintah pusat, perlu juga kita tahu bahwa benih yang dihasil dari persemaian ini nanti akan dibagikan secara gratis kepada masyarakat, selain itu proyek inikan targetnya akan memproduksi 5 juta pohon pertahun tentunya membutuhkan tenaga kerja banyak disana, nah kita yang di Manggarai Barat ini menjadi priorutas untuk kerja disana dan ini murni untuk kepentingan masyarakat dan perluh di ingat bahwa proyek ini”, jelasnya.

“Disana nanti kita coba kembangkan laboratorium kultur jaringan, selama ini laboratorium jaringan itu hanya ada di Bandung dengan adanya persemaian modern ini ada lima di indonesia termasuk Labuan Bajo dan manfaatnya sangat besar baik bagi kita maupun untuk generasi kita kedepannya dan terutama SMK pertanian nanti sebagai tempat penelitian di Manggarai Barat ini bisa melakukan praktek disana karena disana nanti ada tanaman kultur jaringan”, tutupnya. [RN]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed