oleh

Seorang Warga Pakubaun Amarasi Timur Diserang Buaya

-HEADLINE, NASIONAL, NTT-40956 views

BARANEWS INDONESIA, PAKUBAUN – NTT- Masyarakat Desa Pakubaun Kecamatan Amarasi  Timur Kabupaten Kupang  kembali digegerkan dengan serangan seekor buaya pada Minggu pagi, 31 Mei 2020. Lokasi muara tersebut bernama “Uff Noehaen”  merupakan sumber mata air  bagi masyarakat desa setempat.  Jarak lokasi dengan sumber mata  air tersebut sekitar ± 700 meter dari permukiman masyarakat. Beberapa sumber air di desa tersebut ditutup karena air laut masuk terasa asin dan tidak bisa dikonsumsi, sehingga  mata air tersebut merupakan satu – satunya  sumber air di desa itu.

Korban Simson Kabnani (60) tahun menuturkan, pagi hari sekitar pukul 06.00 WITA korban beraktifitas seperti biasa pergi untuk mengambil air. Ketika sampai di lokasi tersebut,  ia memasukan jerigen untuk mengisi  air tanpa disadari seekor buaya yang mendiami lokasi itu sudah mengintainya.  Korban juga tidak menyadari kalau buaya secara perlahan mendekat  kerahnya dan langsung menyerang dengan menggigit tubuhnya sehingga terjatuh dan mengalami  luka robek di tangan, bahu kanan dan kaki.

Saat  itu korban sendiri  dan setelah digigit  langsung buaya tersebut masuk kembali ke dalam muara tersebut.  Saat ini korban masih dirawat di puskesmas Pakubaun dengan sejumlah luka jahitan di bagian tubuh.

Ketua Pemuda Desa Pakubaun Damianus Kanaf,S.Pd  menyatakan, sudah tiga orang kejadian di serang buaya di tempat tersebut. Korban pertama 2018 mengalami luka parah dan korban kedua terjadi  Januari 2020 mengakibatkan meninggal dunia  seorang laki-laki umur 20 tahun.

Lanjut Kanaf menuturkan, perlu ada perhatian Pemerintah Kabupaten Kupang dan PemProv NTT  agar segera turun tangan sehingga jangan ada lagi korban berikut karena, ketika masyarakat pergi mengambil air selalu terlihat buaya  yang menghuni muara tersebut. Sudah mereka laporkan ke pemerintah desa dan kecamatan tetapi tidak ditindaklanjuti sampai saat ini.

“ Harapannya, perhatian  pemerintah untuk memindahkan  buaya di sekitar lokasi tersebut, karena itu merupakan sumber  mata air bersih untuk desa tersebut  untuk konsumsi warga sekitar dan untuk minum hewan” tutup Dami. (ENOS TANU)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed