oleh

Secara Hukum Perbuatan Tercelah Edistasius Endi Terungkap

Plasidus Asis Deornay, SH.,Advodat dan Konsultan Hukum (Foto Ist)

LABUAN BAJO- KPU telah mencantumkan larangan bagi mantan terpidana kasus perbuatan tercela seperti judi, zina, narkoba, mabuk dan kesusilaan lain untuk mencalonkan diri. Sejumlah pengamat, pegiat literasi, praktisi hukum, dan lain-lain minta aturan yang turunan dari Undang-undang itu bukan sekedar hiasan belaka.

Advodat dan Konsultan Hukum, Plasidus Asis Deornay kembali berpendapat, Mari kita cek lebih dulu, apakah naskah asli PKPU termuat UU Pilkada? Cek saja pada hal tentang “MENGINGAT”  Disana saya temukan dasar pembuatan PKPU tertulis UU Nomor 10 tahun 2016, kata Asis Deornay di Labuan Bajo, Selasa (22/9/2020).

“Hal ini berarti dasar pembuatan dan penetapan PKPU ini jelas mengacu pada pedoman UU Pilkada”, beber Plasidus Asis Deornay.

Lebih dalam mari kita memahami isi persyaratan bakal calon pada PKPU Nomor 1 Tahun 2020, dimana disini menjelaskan;

Pada pasal 4 ayat 1 huruf j bunyinya;  “Tidak Pernah Melakukan Perbuatan Tercela”  Pertanyaan hukumnya, jika salah satu dari 19 point persyaratan itu tidak dipenuhi oleh bakal calon, apakah bisa di diskualifikasi oleh KPUD Manggarai Barat?

Nah….., pertanyaan ini tentu mengarah kepada KPUD Manggarai Barat yang saat ini telah merampung dokumen-dokumen persyaratan bakal calon. Mereka tentu tahu, dokumen calon mana yang cacat hukum dan man yang tidak, tambahnya.

“Disinilah kejujuran dan transparansi KPUD Manggarai Barat di uji”, tegas Plasidus Asis Deornay, SH.

Bagi saya tentu, point huruf j pada PKPU nomor 1 tahun 2020, faktanya telah terungkap. Buktinya tentang perbuatan tercela saudara Edistasius Endi S.E telah termuat dalam dokumen SKCK dan Surat Keterangan Dari Pengadilan, hemat Advokat ternama tersebut.

Kembali mengajak pembaca maupun publik Manggarai Barat melihat dasar hukumnya, dimana diantaranya:

  1. Penegasan dan penjelasan atas perbutan tercela termaktub dalam UU NOMOR 10 tahun 2016 pasal 7 ayat 2 huruf i, Tentang Pemilihan Gub. dan Wakil Gub. Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota mengatakan bahwa calon harus memenuhi persyaratan antara lain “tidak pernah melakukan perbuatan tercela” yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK);
  2. Di dalam penjelasan pasal 7 ayat (2) huruf i UU No. 10 Tahun 2016, dinyatakan bahwa yang dimaksud dengan “melakukan perbuatan tercela” antara lain judi, mabuk, pemakai/pengedar narkotika, dan berzina, serta perbuatan melanggar kesusilaan lainnya.
  3. Ketentuan pasal 42 ayat (3) UU No. 10 Tahun 2016, bahwa Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur, Calon Bupati dab Calon Wakil Bupati dan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) harus memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam pasal 7 ayat 2 UU No. 10 Tahun 2016.
  4. Ketentuan pasal 45 ayat (1) dan ayat (2) huruf b angka 4 UU No. : 10 Tahun 2016, menegaskan lagi bahwa pendaftaran pasangan calon disertai dengan penyampaian kelengkapan dokumen persyaratan yang meliputi antara lain “Surat Keterangan tidak pernah melakukan perbuatan tercela yang dibuktikan dengan surat keterangan catatan kepolisian”; dan
  5. Ketentuan pasal 4 ayat (1) i PKPU No. 1 Tahun 2020, dengan tegas menyatakan “warga negara Indonesia dapat menjadi calon Gubernur, Bupati dstnya. dengan memenuhi persyaratan, salah satunya adalah “tidak pernah melakukan perbuatan tercela”.
  6. Ketentuan pasal 42 ayat (1) huruf h PKPU No. 1 Tahun 2020, menyatakan bahwa dokumen persyaratan calon yang wajib disampaikan kepada KPU Kabupaten terdiri atas (antara lain) “surat keterangan catatan kepolisian yang menerangkan bakal calon pernah/tidak pernah melakukan perbuatan tercela”. tercela”, yaitu terlibat dalam kegiatan kriminal seperti tercantum pada pasal 303 ayat (1) ke-2 KUHP jo. pasal 303 bis ayat (1) ke-2 KUHP”,

Kembali ia menegaskan, Dari FAKTA inilah, perbuatan tercela Edistaius Endi TERUNGKAP.

Maka kesimpulan akhirnya, bahwa Bakal Calon Sdr. Edistasius Endi,SE secara nyata dan tegas tidak memenuhi syarat pencalonan, tutupnya. [Rikardus Nompa]

 

.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed