oleh

Salah Usut, Tim Politik AMR Taliabu Meminta Maaf dan Cabut Laporan

TALIABU, Baranews.co.id – Kasus pemalangan SMP Negeri 3 Kecamatan Tabona, di Pulau Taliabu, Maluku Utara (Malut) terus diselidiki.

Aksi boikot diperparah dengan ancaman penolakan Kepala Sekolah yang baru saja dilantik.

Dinding Sekolah dicoret oleh orang tidak dikenal (OTK) mengatasnamakan tim politik Aliong Mus-Ramli (AMR).

Ketua Koordinator Tim AMR Kecamatan Tabona, Farik Ibrahim sontak mengadukan masalah ini ke polisi.

Farik melaporkan diduga pelaku berinisial DP yang mencoreng nama baik tim atas laporan warga setempat.

“Kami terima laporan dari warga bahwa DP telah memalang dan menulis nama Tim AMR tolak Kepsek baru. Padahal kami tidak pernah seperti itu,” ungkap Farik, Selasa (9/8/2022).

Setalah menjelang beberapa hari pelaporan, aduan tersebut kembali dicabut.

Farik menjelaskan, masalah pemalangan dan mencoreng nama tim AMR dalam penolakan Kepsek tersebut berbeda.

DP melakukan aksi pemalangan dengan alasan meminta pihak Sekolah membayar utang lahan yang belum lunas.

“Jadi DP palang kantor karena dari pihak Sekolah belum bayar utang lahan Sekolah itu. Dia jual lahan Sekolah ini senilai Rp80 juta tersisa Rp30,” bebernya.

Karena itu, Farik meminta maaf atas aduan yang telah dilaporkan ke polisi.

“Saya meminta maaf kepada saudara DP serta pihak keluarga atas masalah ini, dan laporannya sudah saya cabut,” terangnya.

Tidak sampai disitu, Farik bersama rekan terus mengusut oknum dibalik aksi mengatasnamakan tim AMR tersebut.

Connects once per page in :

Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.