oleh

Ratusan Pelajar diberikan Sosialisasi Pancasila oleh BPIP

Yogyakarta – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menggelar sosialisasi Pancasila kepada kepada ratusan pelajar yang tergabung dalam Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI) di Yogyakarta, Sabtu (14/12/2019).

Sosialisasi Pancasila untuk GSNI bertemakan “Gotong Royong Membumikan Pancasila di Kalangan Milenial”.

Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP, Dr. Lia Kian meminta para siswa untuk tidak hanya fokus kepada pelajaran di sekolah tapi juga aktif berorganisasi karena aktif berorganisasi merupakan proses pengkaderan bangsa.

Direktur Sosialisasi, Komunikasi dan Jaringan BPIP Aris Heru Utomo mengungkapkan tiga cara untuk menyebarkan pemahaman Pancasila kepada milenial antara lain pertama, menggunakan pendekatan kepada milenial untuk menjadi duta Pancasila, kedua, menunjuk tokoh yang berpengaruh atau influencer untuk terlibat menyebarluaskan nilai-nilai Pancasila, ketiga, menggunakan cara yang lebih kekinian yaitu kegiatan yang digemari millenial seperti nonton film.

Nah saat ini kami sedang bikin film Sejarah Garuda Pancasila. Nanti kalau sudah jadi kita bisa bikin acara nonton bareng dan diskusi soal film tersebut, ujarnya.

Adapun kegiatan Direktur Hubungan Antara Lembaga dan Kerjasama BPIP Elfrida Herawati Siregar menyampaikan bahwa BPIP sedang menyusun bahan ajar pendidikan formal tentang Pancasila, lewat silabus yang sengaja dikemas lebih kekinian, agar lebih mengena pada kalangan millenial.

Sedangkan pada sesi kedua, Cahyo Gani Saputro, Sekjen DPN ISRI mengajarkan dan mengenalkan pekik atau salam merdeka dan salam Pancasila kepada para pelajar.

Adapun pekik dan salam merdeka adalah tangan kanan naik setinggi telinga, lima jari berjajar kemudian pekik merdeka yang berartikan Negara Kita Indonesia telah merdeka dan dasar Negara kita adalah Panca Sila, yang mana hal ini berdasarkan maklumat pemerintah tanggal 31 Agustus 1945 yang mulai berlaku 1 September 1945 yang kemudian diadopsi oleh BPIP menjadi salam Pancasila pada 12 Agustus 2017. Selain itu penjelasan mengenai pekik merdeka bisa didapat pada literatur Amanat PJM Presiden Soekarno Pada Tanggal 24 September 1955 Di Surabaya yang berjudul Apa Sebab Negara Republik Indonesia Berdasarkan Panca Sila? ujarnya.

Cahyo juga menyampaikan untuk pemahaman dasar mengenai Panca Sila penting bagi pelajar untuk membaca Lahirnya Pantja Sila (Pidato pertama Pancasila diucapkan Bung Karno di depan Dokuritsu Zyunbi Tyoosakaitanggal 1 Juni 1945), Apa Sebab Negara Republik Indonesia Berdasarkan Pantja Sila? (Amanat PJM Presiden Soekarno pada tanggal 24 September 1955 di Surabaya), Kursus Pantja Sila yang dikenal dengan judul Panca Sila sebagai Dasar Negara, yang diadakan 6 kali, 5 kali di Istana Negara, dan 1 kali diadakan di depan mahasiswa Universitas Gajah Mada – Jogyakarta antara lain : Kursus ke – 1, tanggal 26 Mei 1958, berupa Pendahuluan, bertempat di Istana Negara Jakarta; Kursus ke – 2, tanggal 16 Juni 1958, membahas sila Ketuhanan Yang Maha Esa, bertempat di Istana Negara Jakarta; Kursus ke – 3, tanggal 05 Juli 1958, membahas sila Kebangsaan, bertempat di Istana Negara Jakarta Kursus ke – 4, tanggal 22 Juli 1958, membahas sila Perikemanusiaan, bertempat di Istana Negara Jakarta; Kursus ke – 5, tanggal 03 September 1958, membahas sila Kedaulatan Rakyat, bertempat di Istana Negara Jakarta; Kursus ke – 6, tanggal 21 Februari 1959, membahas sila Keadilan Sosial, berupa kuliah umum di depan mahasiswa Universitas Gajah Mada – Jogyakarta. Selain itu juga Amanat Presiden Soekarno Pada Peringatan Hari Lahirnya Pancasila Di Gedung Departemen Luar Negeri Tanggal 1 Juni 1964 yang berjudul Di Atas Dasar Pancasila Rakyat Indonesia Tetap Bersatu Padu dan Naskah Uraian Panca Sila oleh Panitia Lima, yang menegaskan bahwa karena Pancasila adalah Lima Asas yang merupakan ideologi negara, maka kelima sila itu merupakan kesatuan yang tak dapat dipisahkan satu sama lain. Hubungan antara lima asas itu erat sekali, kait-mengkait, berangkaian tidak berdiri sendiri.

“Untuk mendapatkan itu semua adik-adik siswa pelajar bisa membuka di halaman media sosial Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia”. ujarnya.

Adapun untuk sesi kedua juga hadir Ketua Umum DPP GSNI, Abdul Gani; Ikon Pancasila BPIP, Pendidik yang menerapkan permainan dalam mengajarkan Pancasila atau edukasi bidang Pancasila, Satriyani Widyawati dan Content Creator, yang berkeliling membuat video mengenai gotong royong Fanny Rantini, dengan moderator Agil Widiatmoko. (RED)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed