oleh

Prihatin, Seorang Janda Di Kelurahan Labuan Bajo Tidak Tersentuh Bantuan Selama Pandemi Covid-19

Warga RT 08/RW 04, Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Ibu Margareta Deno (41) Tidak tersentuh bantuan selama Pandemi Covid-19 (Foto Rikardus Nompa).

LABUAN BAJO- Banyaknya warga miskin di kota Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat-NTT yang tak mendapatkan bantuan dari pemerintah, baik pemerintah pusat, provinsi, Kabupaten hingga desa, informasi yang dihimpun awak Media Baranewsaceh.co saat ngopi santai diwarung pojok bandara udara Komodo pada Jumat (7/8) pukul 12.08 WITA.

Informasi ini bermula percakapan seorang pemilik warung kopi tengah membicarakan penyerahan ataupun penyaluran bantuan sosial tunai (BST) kabupaten yang baru saja di agendakan di Desa Batu Cermin.

Percakapan tersebut menarik insting awak untuk menelusur lebih dalam cerita sesungguhnya.

Seperti salah satu warga RT 08/RW 04, Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Ibu Margareta Deno (41) ini belum pernah mendapatkan Bansos (Bantuan Sosial) selama Pandemi Covid-19 yang terabaikan.

Warga Kelurahan Labuan Bajo yang akrab disapa Bu Margareta ini menempati tempat tinggal berhadapan langsung bandara udara Komodo dengan jarak kurang lebih 15 meter dari pintu keluar.

Warga RT 08/RW 04, Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Ibu Margareta Deno (41) tampak keadaan warung (Foto Rikardus Nompa)

Ia pun adalah merupakan seorang janda dengan tiga anak dan dua ponaan yang mengais rejeki dari warung kecilnya. Ibu Margareta Deno (41) yang tinggal suami (pisah ranjang) berjuang seorang diri bersama lima anggota keluarganya selama kurang lebih tujuh tahun.

Putri pertamanya lagi menempuh pendidikan di SMKN 1 Labuan Bajo kelas XII, Elisabet Babo (16) namanya. Kesaharian anak-anak bersama ibu membantu usaha warung kecil tersebut.

Awal tahun 2018 ibu Margareta Deno bangun warung makan dengan modal seadanya hingga kini. Semenjak virus corona masuk di kota Labuan Bajo, Margareta ngutang kiri kanan, hingga bantuan enggan tersentuh.

Harapan Margareta Deno (41), pemerintah berpihak ke rakyat kecil dan jangan pilih-pilih. Berbicara dampak, kita semua ini dampak, terus mau kemana lagi kalau keadaannya seperti ini, tutupnya. (Rikardus Nompa)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed