oleh

Polri Minta Masyarakat Tunggu Pengumuman Tim Teknis Terkait Kasus Novel Baswean

Penyidik senior KPK Novel Baswedan terisak haru ketika menyampaikan pidato ketika tiba di Gedung KPK, Jakarta. (Foto: MI/.Rommy Pujianto)

Jakarta. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengaku belum mau menyampaikan perkembangan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Polri saat ini tengah menunggu pengumuman tim teknis.

“Belum bisa menyampaikan perkembangannya. Menunggu tim teknis diumumkan dulu,” pungkas Karo Penmas , 29 Juli 2019.

Tim teknis bentukan Polri ini akan mulai bekerja pada awal Agustus 2019. Tim ini terdiri dari 50 personel kepolisian, termasuk Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror.

Novel diserang orang tak dikenal, Selasa, 11 April 2017, usai salat Subuh di Masjid Al-Ihsan di dekat rumahnya, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dua tahun lebih pascateror, polisi belum juga mengungkap sosok pelaku.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian kemudian membentuk TPF untuk mengungkap kasus ini Selasa, 8 Januari 2019. Pembentukan tim ini adalah rekomendasi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

Setelah enam bulan bertugas, TPF menduga teror terhadap Novel bermotifkan balas dendam. Kasus korupsi kasus yang ditangani Novel diduga menciptakan dendam akibat adanya dugaan penggunaan kewenangan secara berlebihan.

Teror ini kemungkinan besar bisa lakukan oleh pelaku seorang diri, atau dengan memerintahkan orang lain. Penyerangan diduga berkaitan dengan enam kasus yang ditangani Novel di KPK.

TPF mencurigai tiga orang yang diduga kuat berkaitan dengan teror terhadap Novel. Mereka sempat berada sekitar rumah Novel sebelum penyerangan.

Satu orang tak dikenal (OTK) mendatangi rumah Novel, Jalan Deposito T8, RT 03/RW 10, Kelapa Gading, Pegangsaan Dua, Jakarta Utara, pada Rabu, 5 April 2017. Dua OTK lainnya terlihat di Masjid Al-Ihsan, Senin, 10 April 2017. (Py/sw/hy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed