oleh

Polri Masih Selidiki Dugaan Kekerasan Luthfi

Jakarta – Perkembangan kasus dugaan kekerasan yang dialami Lutfi Alfiandi, saat ini kasus dugaan kekerasan tersebut masih dalam proses pendalaman dan mencari bukti kebenaran, Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra, S.H., S.I.K., M.H., M.Si. mengatakan “Lutfi itu sudah diperiksa kemarin, kemudian beberapa penyidik internal Kepolisian Jakarta Barat juga sudah, jadi tim sekarang mau menggelar kasusnya, ini perkembangan terakhir, jadi kemarin sudah periksa-periksa kan,” (29/01/2020).

Sebelumya Lutfi Alfiandi pemuda yang viral membawa bendera merah putih saat unjuk rasa di kawasan Parlemen Senayan, Jakarta, pada September 2019 lalu diamankan pihak Kepolisian dikarena melanggar hukum dan juga ia menjadi sorotan publik lantaran pada pengakuan dalam persidangan pada 20 Januari 2020, dirinya mengalami tindak kekeran oleh pihak penyidik Kepolisian.

Kombes Pol Asep Adi Saputra, S.H., S.I.K., M.H., M.Si., menyampaikan “sementara itu yang penting kemarin itu pemeriksaan Lutfi, cuma yang jadi catatan begini ya, lutfi ini ditetapkan sebagai tersangka itu kan berdasarkan bukti yang komprehensif bukan hanya keterangan saksi saja, tapi yang paling utama itu gini, dia ini pada saat di TKP menggunakan seragam SMK secara de facto dia kan sudah tidak lagi pelajar, berarti dari niatnya itu ke lokasi untuk apa ? menggunakan pakaian itu.”

Bukti Lutfi melakukan tindak melangar hukum pada saat kejadian unjuk rasa di kawasan Parlemen, Senayan, diperkuat dengan adanya rekaman CCTV, “ada rekaman CCTV yang menunjukkan aktivitas dia di TKP melakukan aksi kekerasan, jadi penetapan dia sebagai tersangka itu memang didukung dengan alat bukti, bukan asal, lalu korelasinya kalau udah ada petunjuk itu kenapa kemudian Polisi harus melakukan tindakan kekerasan ? alasannya penyidik itu tidak perlu pengakuan, keterangan sudah cukup,” ucap Kombes Pol Asep Adi Saputra, S.H., S.I.K., M.H., M.Si.

Terkait kasus dugaan kekerasan yang di alami lutfi, Kapolri Jenderal Drs. Idham Aziz, M.Si., menunjukkan keseriuasan dan perhatiannya terhadap dugaan ini, ia sudah membentuk tim khusus untuk membuktikan kebenaraan dugaan kekerasan yang di alami oleh Lutfi Alfiandi, jika benar dugaan itu terjadi, beliau tidak sungkan untuk melakukan tindakan internal, namun jika tidak terbukti maka ucapan Lutfi akan menjadi bumerang bagi Lutfi itu sendiri.

“kalau itu nanti tidak terbukti bisa menjadi bumerang, kenapa bumerang?, misalnya dia bisa memberikan keterangan di depan pengadilan berartikan ini keterangan palsu, dia tidak memberikan keterangan sebagaimana apa adanya, atau yang kedua dia karena sudah terlanjur berucap di publik kan menyudutkan institusiu, kalu dia tidak bisa membuktikan ya sama dia bisa melanggar hukum juga, itu maksudnya bumerang,” tutup Kombes Pol Asep Adi Saputra, S.H., S.I.K., M.H., M.Si.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed