Polisi Ungkap Praktik Jual Beli Obat Aborsi Ilegal

 

Malang – Kepolisian Resor Malang Kota berhasil menangkap pelaku praktik jual beli obat aborsi ilegal. Sebanyak lima orang diamankan kepolisian, terdiri dari tiga pengedar obat aborsi, dan dua mahasiswa pembeli obat penggugur kandungan.

“Yang kami tangkap TDSAS, 22 tahun warga Tirtomoyo Pakis sebagai penjual, IN, 32 tahun warga Ki Ageng Gribig,Kedungkandang sebagai dropship, dan TR, 48 tahun warga Sekarpuro Pakis sebagai supplier,” rinci Kapolres Makota AKBP Dony Alexander dalam rilis yang digelar di halaman Polres Makota hari senin (14/10). Kapolres juga menambahkan 2 identitas tersangka pembeli obat aborsi adalah ASF, 20 tahun warga Jalan Bimasakti Lawang dan BHN warga Arjosari Blimbing.

Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander menjelaskan, terungkapnya jual beli obat yang bisa digunakan menggugurkan janin atau bayi ini bermula tertangkapnya tersangka perempuan inisial ASF (20) warga Lawang Kabupaten Malang Jawa Timur.

ASF diketahui berstatus mahasiswi ini memesan sejumlah 11 butir obat merek Gastrul kepada tersangka TDSAS (22) atas rekomendasi temannya inisial BHN (22) warga Dampit Kabupaten Malang yang juga telah ditetapkan tersangka.
“Tersangka TS ini juga sering menjual obat lewat online,” kata Kapolres Makota AKBP Dony Alexander memimpin konferensi pers di halaman Mapolres Malang Kota, Senin (14/10/2019).

Selain itu, Kapolres Makota AKBP Dony Alexander menegaskan bahwa pihaknya sampai saat ini tengah menjaring peredaran obat ilegal tersebut dan tidak akan berhenti sampai permasalahan aborsi di Kota Malang selesai.
Para tersangka akan di jerat dijerat pasal 77A ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 56 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. (bb/sw/hy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed