oleh

Polisi Sukses Gagalkan Modus Kejahatan Peredaran Mata Uang Asing Diduga Palsu Senilai Rp300 Miliar

Jakarta. Satuan Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok berhasil mengagalkan modus kejahatan peredaran uang asing yang diduga palsu dan tujuh orang pelaku diamankan beserta barang bukti uang asing dari berbagai negara tersebut.

Adapun barang bukti yang diamankan berupa mata uang asal negara Amerika Serikat (dolar AS), Brunei Darusalam (dolar Brunei), Singapura (dolar Singapura), Kanada (dolar Kanada), Korea Selatan (won) dan Inggris (poundsterling).

Jumlah uang yang berhasil disita senilai dengan Rp300.000.000 (tiga ratus miliar rupiah). Barang bukti yang disita antara lain, uang dolar USD 1 (satu) Burt / 10 Lak setiap 1 (satu) lak berisi 100 (seratus) lembar pecahan senilai 100.000 USD; 75 (tujuh puluh lima) lembar SGD $ (dolar Singapura ) pecahan 10.000 SGD; 140 (seratus empat puluh) lembar uang US $ (dolar Amerika Serikat) masing-masing 100 US$; dan 2 (dua) lembar uang dolar Brunei Darussalam pecahan 10.000 dolar Brunei.

Kemudian, 3 (tiga) lembar Uang Uero nilai masing-masing 500 Euro (dolar Eropa); 3 (tiga) lembar CAD $ (dolar Kanada) pecahan 1000 CAD $; 700 lembar mata uang Korea; 1000 lembar mata uang Kanada; 1 lembar uang Hongkong dolar berikut sertifikat senilai 1.000.000 HK; 1 lembar Bill 920 AMR dari Suwarno Kusuma; dan 5 unit handphone milik tersangka.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Reynold Hutagalung, SE SIK, M.Si., M.H, menerangkan, bahwa penangkapan dilakukan pada Kamis (4/7/19) lalu, di Jalan Kelapa Nias Kelapa Gading, Jakarta Utara. Berdasarkan informasi yang dihimpun anggota, para pelaku mengedarkan mata uang asing dengan dijualbelikan ke masyarakat.

“Peredaran uang asing dalam bentuk kertas yang diduga palsu. Ada dua kali penangkapan, yang pertama itu kita amankan DA, RVL, AS, AR di Hotel Santika, Kelapa Gading,” jelas AKBP Reynold Hutagalung di Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Kamis (11/7/19).

Kapolres juga menjelaskan begitu mendapatkan uang palsu tadi, pihaknya mengecek ke bank terdekat untuk mengetahui apakah uang itu palsu atau tidak. “Kami pecah tim untuk mengecek mata uang atau barang bukti yang ada. Salah satu tim ke bank terdekat. Tim yang lain mendalami dan mengintrograsi ke empat orang tersebut,” jelasnya.

Hasil pendalaman dan penyelidikan menyimpulkan jika uang tersebut didapat dari pelaku lain. Tujuh orang yang diamankan merupakan warga negara Indonesia (WNI). Beberapa lokasi diduga kuat menjadi korban peredaran uang palsu tadi. “Sudah ada beberapa lokasi yang didalami, di Jakarta dan luar Jakarta satu lagi di wilayah Bogor juga ada,” tutupnya.

Atas perbuatannya para tersangka diancam dengan Pasal 244 KUHP dan 245 tentang pemalsuan mata uang dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun. (bg/sw/hy)

Connects once per page in :

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed