oleh

Polda Bali Musnahkan Ribuan Butir Pil Ekstasi

Denpasar, Baranews |  Kepolisian Daerah Bali melaksanakan pemusnahan barang bukti narkotika. Pemusnahan dilaksanakan di halaman belakang Polda Bali. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Bali, Kepala Badan Narkotika Provinsi Bali, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Kepala Balai Besar Pom Bali, Irwasda Polda Bali, Dires Narkoba Polda Bali dan Ketua Majelis Desa Adat Provinsi Bali.

Kegitaan pemusnahan barang bukti dan barang temuan narkotika dilakukan terprogram dalam setiap tahunnya di hadapan masyarakat sekalipun barang bukti tersebut sangat minim. Hal tersebut sebagai bentuk pertanggung jawaban atas pelaksanaan tugas Polri dalam mencegah atau membasmi penyalahgunaan narkotika dan peredaran gelap narkotika, disamping upaya untuk menghindari hilangnya barang bukti, berubahnya barang bukti, dan berkurangnya barang bukti. Barang bukti narkotika yang akan dimusnahkan, yaitu sabu sebanyak 297,01 gram, hasish 299,1 gram dan 600.000 butir ekstasi.

Untuk diketahui, menurut Undang-undang narkotika narkotika merupakan zat buatan atau pun yang berasal dari tanaman yang memberikan efek halusinasi, menurunnya kesadaran, serta menyebabkan kecanduan.

Obat-obatan tersebut dapat menimbulkan kecanduan jika pemakaiannya berlebihan. Pemanfaatan dari zat-zat itu adalah sebagai obat penghilang nyeri serta memberikan ketenangan. Penyalahgunaannya bisa terkena sanksi hukum. Untuk mengetahui apa saja jenis dan bahaya narkoba bagi Kesehatan.

Dirresnarkoba Polda Bali, Kombes Pol. Mochamad Kosin mengatakan, banyak korban berjatuhan akibat menyalahgunakan narkotika. Pemahaman yang keliru tentang bahaya narkotika telah sering disosialisasikan kepada masyarakat, baik melalui ceramah-ceramah, penyebaran brosur-brosur, hingga dengan cara interaktif dimedia elektronik Kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, akan sangat berdampak buruk. Bukan saja membahayakan bagi diri pelaku atau penyalahgunanya, tetapi secara global sangat membahayakan kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara.

(fb/bq/hy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed