oleh

Petugas Gali Kubur Jenazah Covid-19 Seruduk Rujab Wali Kota Kupang

Kupang, BaraNews Indonesia – Puluhan petugas pemakaman jenazah Covid-19 mendatangi rumah jabatan Wali Kota Kupang, Senin (23/3/2021) sore. Kedatangan puluhan petugas ini untuk memprotes rencana Pemerintah Kota Kupang melakukan pemotongan jasa pemakaman jenazah Covid-19.

“Kami datang protes langsung ke Wali Kota Kupang (Jefri Riwu Kore) terkait rencana pemotongan jasa kami,” kata salah satu petugas pemakaman yang tidak ingin namanya disebutkan.

Pantauan media ini, petugas pemakaman ini datang dengan memakai Alat Pelindung Diri (APD) Covid-19.

Sejumlah Pol PP terlihat berjaga-jaga agar petugas pemakaman ini tidak masuk hingga ke dalam rujab. Mereka hanya diterima di halaman rumah jabatan oleh Sekda Kota Kupang, Fahren Funay.

Informasi yang diperoleh dari petugas pemakaman lainnya, yang juga tidak ingin namanya dimediakan, mengatakan aksi protes itu dilakukan karena jasa pemakaman jenazah mulai dari bulan Januari hingga Maret belum dibayar Pemerintah Kota Kupang.

“Untuk bulan Januari yang belum dibayar adalah 73 jenazah, bulan Februari 76 jenasah. Sedangkan bulan Maret kami semua belum hitung,” katanya.

Selain karena honornya belum dibayar, petugas pengusung sekaligus pemakaman jenazah ini juga memprotes kebijakan pemerintah yang ingin memotong jasa pemakaman yang semula 525 menjadi 350 per jenazah.

Informasi pemotongan itu diperoleh petugas pemakaman ini dari Dinas Kesehatan Kota Kupang.

“Tahun 2020 lalu kami dibayar 525 per jenazah yang kami makamkan. Namun tahun 2021 kami dapat informasi dari dinas kesehatan jasa kami dipotong 175 sehingga kami hanya dapat 350 per jenazah korban Covid-19 yang kami makamkan,” ungkapnya.

Para pengusung jenazah Covid-19 ini juga mengancam akan membawa jenazah Covid-19 ke rumah jabatan Wali Kota Kupang jika honor mereka tak kunjung dibayar.

Sementara, Sekda Kota Kupang, Fahren Funay mengatakan rencana pemotongan jasa pemakaman itu dilakukan untuk pemakaman jenazah yang masuk pada periode April.

“Sedangkan untuk Januari hingga bulan Maret yang diajukan oleh kawan-kawan (petugas makam) itu tetap (tidak dilakukan pemotongan),” ungkap Fahren.

Menurut Fahren, rencana pemotongan itu dilakukan karena pemerintah sementara kekurangan anggaran dalam upaya penanganan Covid-19. (Enos Tanu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed