oleh

Perbaikan Jalan Bandara Udara Komodo – Puncak Waringin di Blokir, Warga Resah

Perbaikan jalan tampak depan Bandara udara Komodo (Foto Rikardus Nompa)

LABUAN BAJO- Perbaikan jalan yang menghubungkan Bandara udara Komodo dan Puncak Waringin di daerah RT 08/RW 04, Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat-NTT, menyebabkan masyarakat resah, lantaran perbaikan jalan yang sudah berlangsung sekitar Kamis, 6 Agustus 2020 tersebut dinilai mengganggu aktivitas warga.

Salah satu warga RT 08/RW pemilik warung, Margareta Deno (41) menjelaskan karena perbaikan jalan tersebut menyebabkan debu pekat yang dapat mengganggu pelanggan yang mengunjungi warung makannya. “Kalau siang itu sudah pasti debu sangat pekat sehingga tidak ada yang datang makan, padahal biasanya ada saja yang datang makan maupun minum kopi,” jelasnya ketika ditemui awak Media Baranewsaceh.co, Jumat (7/8) pukul 12.00 Wita.

Ibu Margareta Deno (41) Pemilik Warung depan pintu keluar Bandara Udara Komodo (Foto Rikardus Nompa) resah dengan keadaan yang terjadi.

Debu tersebut pun dianggap mengganggu pernafasan maupun suasana penikmat warung. Kasian warung saya, tutur Margareta.

Margareta Deno (41) pun menambahkan warga yang memiliki usaha di sepanjang jalan sudah banyak yang mengeluh pendapatannya menurun sejak jalan dipebaiki. “Sekarang orang-orang jadi malas mampir ke warung di pinggir jalan karena kesulitan parkir,” imbuhnya.

Orang kerja itu juga datang-datang main gusur saja, tidak ada informasi kita bahwa disini pekerjaan jalan, tambahnya.

Kami tidak persoalkan pekerjaannya, asal material yang ditumpuk-tumpuk itu dibuat rapi, supaya kelihatan bagus, lanjutnya.

Jalan yang menghubungkan Bandara Udara Komodo – Puncak Waringin tertimbun tumpukan Material (Foto Rikardus Nompa)

Harapannya pihak proyek jalan maupun drainase tersebut, tata rapi tumpukan tanah maupun material lainnya, jangan biarkan begitu saja, tutup Margareta Deno (41).

Kemarin saya terjabak dari arah puncak waringin menuju bandara, tau taunya disini ada pekerjaan jalan, terpaksa kita harus putar arah lagi, jelas JB (28) sopir travel kota Labuan Bajo, saat ditemui dihalaman parkir Bandara Udara Komodo, pukul 12.39 Wita.

Ini juga jalan utama, seharusnya diprioritaskan pengerjaanya. Jangan dibiarkan seperti ini, tambahnya.

Coba kita perhatikan diseputar kota Labuan Bajo, disana kerja, disini kerja dan satupun belum ada yang tuntas, tutup JB (28).

Disini kita baru mulai kerja dan itu sudah 50 persen, tiga hari lagi kerja beres, jelas Suprato salah satu pegawai lapangan PT. Floresco saat ditemuai awak Media Baranewaveh.co dilokasi. (Rikardus Nompa)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed