oleh

Pengungsi Banjir dan Longsor Waiwerang(NTT) Butuh Bahan Makanan, Terpal dan Obat

WAIWERANG, BaraNews Indonesian. Ratusan warga di Waiwerang, Kecamatan Adonara timur, Kabupaten Flores Timur yang kini mengungsi di sejumlah titik fasilitas umum di wilayah itu sedang membutuhkan bahan makanan, terpal dan obat-obatan.

“Saya lagi di TKP, kondisi di lapangan sangat-sangat memprihatinkan, kami membutuhkan bantuan tenda, makanan, tenaga medis dan obat-obatan serta logistik lainnya karena areal Waiburak sulit menyebrang ke Puskesmas Waiwerang,” sebut Camat Adonara Timur, Damianus Lamawuran yang menghubungi media ini, Sabtu (4/4/2021).

Camat Damianus mengatakan, pihaknya kini sedang memastikan anggota masyarakat yang menjadi korban baik itu meninggal dunia atau luka-luka serta berapa banyak warga yang belum diketemukan.

“Kami sedang meastikan berapa korban selamat yang butuh pertolongan yang saat ini dikumpulkan di rumah-rumah warga dan fasilitas umum karena kesulitan untuk menyebrang ke Puskesmas Waiwerang. Kami juga sedang memastikan berapa banyak keluarga yang kehilangan tempat tinggal untuk diambil langkah-langkah darurat,” sebut Damianus.

Ia mengharapkan, Tim Tanggap Darurat Kabupaten Flores Timur segera turun ke lokasi untuk membantu penanganan langsung bersama dinas terkait.

Sebelumnya diberitakan, hujan lebat disertai angin kencang dan banjir tidak saja menyapu puluhan rumah dan korban jiwa di Waiwerang, Kecamatan Adonara Timur, tetapi juga mengakibatkan longsor besar di Desa Nele Lamadike, Kecamatan Ile Boleng, Adonara, Kabupaten Flores Timur.

Diperkirakan, puluhan orang masih tertimbun longsoran besar dari Gunung Ile Boleng tepatnya di Desa Nele Lamadike, Kecamatan Ile Boleng yang berada persis di lereng gunung.

Wakil Bupati Flores Timur, Agus Payong Boli yang dihubungi SelatanIndonesia.com dari Kupang, Sabtu (4/4/2021) menyebutkan, menurut laporan dari Kepala Desa Nele Lamadike, Pius Pedang bahwa diperkirakan korban jiwa ratusan orang. “Menurut Kades Pius Pedang, korban yang meninggal itu diperkirakan puluhan orang. Sekarang kami sedang koordinasikan dengan PT Bumi Indah dan CMK untuk segera turunkan alat berat berupa exavator untuk mencari korban. Bahkan ada korban meninggal yang ditemukan di Desa Nobo,” sebut Wabup Agus Boli.

Dijelaskan Wabup, kejadian longsor besar dan banjir itu terjadi sekitar jam 02.00 dini hari tadi. “Selain di Waiburak, dan Waiwerang, banjir juga  menghantam Oyang Barang, dan beberapa desa lain,” ujar Wabup. (Enos Tanu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed